Sunday, July 02, 2017

Doa Non-Muslim Tidak Mungkin Dikabulkan




[Pertanyaan]: Orang non-Muslim tidak berdoa kepada Allah SWT, jadi tidak mungkin doanya dikabulkan, dan tidak mungkin mereka dapat pahala! Betul?

[Gene]: Assalamu’alaikum wr.wb., Menduakan Allah, atau mengaku ada Trinitas, adalah “dosa syirik” dalam Islam. Bukan berarti orang itu tidak percaya ada Tuhan yg Maha Esa. Pengertian dia ttg substansi Tuhan berbeda (dan salah, menurut kita). Tetap saja kl dia berdoa kepada Tuhan yg Maha Esa maka dia sedang berdoa kepada Allah SWT, walaupun dia sendiri tidak mengakuinya atau sadar.

Ibaratnya ada orang yang kirim surat sekarang ke Presiden Republik Indonesia di Istana Negara, dan setelah dibuka, dimulai "Dear Ibu Megawati..." (padahal presiden yg sah adalah Jokowi). Suratnya sangat mungkin akan tetap diterima karena dialamatkan kepada PRESIDEN NEGARA (pemimpin mutlak). Soalnya Presiden yg sah di saat ini tidak sesuai dgn perkiraan org itu adalah hal yang berbeda. Istana tidak diwajibkan buang suratnya hanya karena org yang kirim surat menulis kata sambutan yg salah. Mungkin spt itu perumpamannya kl orang Yahudi atau Kristen berdoa kepada Tuhan yg Maha Esa. Menjadi Haknya Allah untuk mengabulkan sebagian dari doa-doa itu KALAU Dia mau. Atau menolak. (Beda halnya kl org Kristen berdoa kepada “Yesus” daripada Tuhan).
Dalam sebuah hadiths diceritakan ada pelacur Yahudi yg diampuni semua dosanya setelah berikan air terhadap anjing yg kehausan. Padahal dia TIDAK BERDOA untuk mohon ampun atas dosanya. Allah tetap saja berhak mengampuninya kl Dia mau. Jadi kl orang Yahudi atau Kristen berdoa (setelah bersedekah, misalnya) dan minta tambahan rezeki, maka menjadi Haknya Allah untuk berikan atau tidak. Dan bukan hak kita untuk mengatakan doa mereka pasti ditolak dan tidak mungkin dikasih rezeki. Orang ateis saja dikasih rezeki, dan kita yg Muslim yakini uang itu berasal dari Allah (datang atas Izinnya Allah) walaupun orang ateis itu tidak percaya ada Tuhan!

Tentang persoalan apakah pahala dan kebaikan mereka diterima atau tidak, maka itu adalah hal yang terpisah juga. Perhitungan pahala terjadi di akhirat, bukan di dunia. Dulu saya dikatakan “orang kafir”. Lalu saya masuk Islam. Kebaikan saya percuma semua? Islam mengajarkan semua kebaikan saya selama 25 tahun (sebagai orang kafir) TETAP ADA. Dan hanya dosa yang dihapus saat masuk Islam. Dan sekarang sudah banyak org yg masuk Islam dgn saya, dan banyak muallaf yang dibina.

Jadi coba berpikir dgn sikap yg bijaksana. Kl kita sibuk menghujat seorang kenalan, dan bilang “Dia orang kafir. Dia tidak dapat pahala. Doa dia tidak bakalan diterima. Dia tidak masuk surga. Dia tidak berguna!” dan sebagainya, maka hati2. Bisa jadi 5 tahun di depan, dia sudah masuk Islam dan punya ilmu agama yg luas, dan pahala yg banyak, dan mungkin menjadi org saleh yg doanya cepat dikabulkan. Tetapi di saat yg sama, kita masih sibuk menghujat org kafir yang lain.

Kesimpulannya, kalau mau doanya dikabulkan, berdoa dgn cara yg sah kepada Tuhan Yang Sah. Kl melakukan dgn cara yg “salah” mungkin saja tetap bisa dapat pertolongan dan kemudahan dari Allah. Tapi kl mau dapat kepastian doanya diterima, maka harus berdoa berdasarkan SOP yg benar, yg sudah ditentukan oleh Allah. Tidak ada doa lebih sah daripada doa seorang Muslim kepada Allah SWT. Dan kl seandainya Allah mau mengabulkan sebagian dari doanya orang dalam umat lain, maka itu Haknya Dia sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Ateis saja masih bisa dapat sebagian dari apa yg mereka harapkan, yang hanya mungkin terjadi atas IZIN Allah. Masa org (Kristen dan Yahudi) yang percaya ada Tuhan yg Maha Esa tidak boleh dapat kebaikan sama sekali di dunia ini? Coba berpikir lagi.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...