Monday, July 24, 2017

Pelajar Purwakarta Tidak Diwajibkan Gunakan Seragam Sekolah



Apa ini sebuah kebijakan yang bagus? Mungkin siswa yang tidak pakai seragam bisa jadi korban bullying dari yang lain. Tidak pakai seragam bisa terasa setara dgn pakai rompi dgn tulisan “Saya orang miskin”.
Kalau ada banyak anak miskin yang tidak sanggup beli seragam, kenapa tidak menjadi tanggung jawab pemda utk menyediakan secara gratis? Atau sebaliknya, seragam tidak dipakai di seluruh sekolah? (Saya juga penasaran, apa masih akan ada tawuran kl siswa tidak pakai seragam, dan tidak ketahuan siswa berasal dari sekolah yg mana?)
Bagaimana kl dicoba satu tahun, semua sekolah bebas seragam di suatu daerah? Dilakukan penelitian formal oleh dosen, utk lihat hasilnya dari berbagai aspek. Lalu di tahun berikutnya, dikaji ulang: seragam tetap dipakai, dan orang miskin dikasih secara gratis, atau seragam dihapus saja (karena menjadi beban bagi orang tua miskin). Hanya perlu keberanian untuk mencoba hal yang berbeda dari status quo, utk mencari solusi.
-Gene Netto

Mulai 2017/2018 Pelajar Purwakarta Tidak Diwajibkan Gunakan Seragam Sekolah
Selasa, 18 Juli 2017 10:29
WARTA KOTA, PURWAKARTA - Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tidak mewajibkan pelajar menggunakan seragam sekolah jika pelajar itu berasal ekonomi yang kurang mampu. "Tidak boleh ada paksaan bagi pelajar SD dan SMP di Purwakarta untuk mengenakan seragam sekolah jika kondisi ekonomi pelajar tersebut dinilai kurang mampu," kata Bupati setempat Dedi Mulyadi, di Purwakarta, Selasa (18/7/2017).
Kebijakan baru tersebut dikeluarkan seiring dengan dimulainya kegiatan belajar-mengajar pada tahun ajaran baru, yakni tahun ajaran 2017/2018. Ia mengaku mengeluarkan kebijakan terkait seragam sekolah, karena selama ini cukup banyak keluhan dari orang tua yang tidak mampu membeli seragam, sepatu dan peralatan sekolah yang lain.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...