Sunday, November 06, 2016

Bocah 5 Tahun Di Jatinegara Digilir 7 Temannya Di Rumah Kosong



Bukan anak saya, jadi bukan urusan saya. Motto hidup kebanyakan orang di Indonesia. Anak tetangga tidak aman, tapi kebanyakan orang tidak mau peduli. Yang dipedulikan adalah anak sendiri dan rekening sendiri. Mungkin kl anaknya Ahok atau Jokowi diperkosa bergilir, seluruh bangsa akan bangkit dan bersatu untuk mencari solusi secara bersamaan. Tapi selama hanya anaknya orang miskin yang diperkosa bergilir, disodomi, dianiaya dan dibunuh, maka rakyat tidak perlu melakukan apa2. 
 
Saya tidak tahu masa depan Indonesia seperti apa, tapi kl melihat gejala2 kerusakan moral di tengah masyarakat, dan ketidakpedulian orang dewasa terhadap gejala itu, maka saya tidak yakin Indonesia bisa aman, tenang, maju dan sejahtera dalam 100 tahun ke depan. Dan sebelum anda menjadi emosi karena tidak suka komentar saya ttg ketidakpedulian rakyat Indonesia, silahkan carikan berita dari Singapura, Malaysia, Australia atau Selandia Baru, di mana tujuh anak SD menjadi pemerkosa terhadap anak perempuan usia 5 tahun. Dan berikan bukti bahwa masyarakat tidak peduli pada kejadian itu. Setahu saya, hanya terjadi di Indonesia, di negara tetangga tidak. Tapi tidak ada yang mau tanya KENAPA. Apalagi mencari solusi. Anak siapa yang harus diperkosa sebelum kebanyakan orang dewasa mau sadar ada masalah? Kasihan anak Indonesia dapat orang dewasa seperti kita…
-Gene Netto

Bocah 5 Tahun Di Jatinegara Digilir 7 Temannya Di Rumah Kosong
"GS ini diperkosa secara beramai-ramai oleh tujuh orang anak berinisial SF (12), FR (7), EG (5), BK (5), IK (6), RD(7), HR (10) yang merupakan anak-anak yang juga tinggal di sekitar rumah korban. Korban ini digilir," ujar Awi.

No comments:

Post a Comment