Sunday, November 06, 2016

Tawuran, Seorang Pelajar Bekasi Tewas Ditembak



Satu lagi anak Indonesia mati dgn sia-sia di jalan. Apa para pejabat, menteri, dan ratusan ribu orang akan berkomentar? Tidak. Hanya satu anak Indonesia yang mati. Tidak penting. Bukan perkara besar. (Tunggu sebentar. Dicek dulu. Sebelum dibunuh di jalan, apakah kakinya naik meja guru? Ternyata tidak. Oke. Lanjut.) Ini hanya perkara kecil. Hanya satu anak Indonesia yang mati saja. Tidak ada guru yang tersinggung dgn kematian anak itu. 
Tidak ada hubungan dgn rasa hormat pada guru. Walaupun banyak anak keluar dari pagar sekolah dan langsung berusaha membunuh anak lain, kita tidak perlu bertanya ttg peran guru dalam mendidik anak. Semua hal yang terjadi di luar pagar sekolah tidak ada hubungan dgn pendidikan atau guru. Tidak ada guru yang mengajarkan anak utk lakukan tawuran, jadi jangan anggap ada peran guru dalam mendidik anak ttg cara menjadi manusia yang mulia di luar sekolah. Itu urusan orang tua saja. Jangan salahkan guru kl sebagian anak Indonesia menjadi sibuk dgn ekskul "pembunuhan terhadap anak lain".

Dan kematian satu anak tidak usah menjadi berita viral. Tidak perlu dikomentar menteri. Hanya satu anak Indonesia saja yang mati, masih banyak yg lain yang belum dibunuh (jadi stok utk besok masih banyak). Dan alhamdulillah simbol meja guru aman dari penghinaan pada hari ini. Alhamdulillah. Kita bisa tenang. Tidak ada masalah dgn pendidikan di Indonesia selama meja guru aman dari penghinaan.
-Gene Netto

Tawuran, Seorang Pelajar Bekasi Tewas Ditembak
Kamis, 13 Oktober 2016, Rep: Muhyiddin/ Red: Ilham

No comments:

Post a Comment