Apa ada yang pernah post komentar yang anti-LGBT, lalu akun diblokir dan dihapus oleh Facebook? Ada teman yang ceritakan bahwa dia alami itu, dan setelah tanya2 ke teman lain, semuanya punya pengalaman serupa. Mengritik LGBT dan bersikap anti-LGBT dan akun pribadi orang itu akan diblokir dan dihapus oleh Facebook, katanya.
Ada yang dengar kisah serupa, atau dapat pengalaman spt itu?
Kalau benar terjadi begitu, wartawan dan pemerintah Indonesia perlu memeriksa secara serius. Ini pelanggaran hak asasi manusia, karena Facebook mau wajibkan semua orang di dunia mendukung LGBT dan tidak boleh punya pendapat yang berbeda. Ini juga melanggar hak privasi manusia untuk bicara secara bebas dengan temannya (lewat Facebook), sedangkan kelompok pro Nazi dll. diperbolehkan bicara secara bebas. (Dalam berita Amerika, dijelaskan Facebook hapus sebagian kecil, tapi biarkan kebanyakan kelompok neo-Nazi diskusi bebas di Facebook).
Kok anti-LGBT tidak boleh di Indonesia? Siapa yang berikan kuasa ke Facebook di atas kebebasan rakyat Indonesia untuk menentukan bentuk rakyat sendiri?
Apa besok, orang yang membahas kemerdekaan Palestina juga kena blokir akun dari Facebook? Ini masalah serius, kalau benar terjadi, karena dengan ini Facebook ingin sensor rakyat Indonesia yang mayoritasnya Muslim, dan ingin larang rakyat di sini punya pandangan hidup (anti-LGBT) yang berbeda dari orang liberal yang ateis di Amerika.
Kalau ini dibiarkan, tunggu saja sampai menyebutkan nama Allah juga mereka larang (dengan suatu alasan yang dianggap “kebenaran mutlak” oleh mereka)….
-Gene Netto
(Di page saya, banyak orang sudah balas dan bilang benar terjadi begitu, dan akun teman mereka diblokir atau dihapus).
http://bit.ly/2qgzdGc
Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(97)
anak
(324)
anak yatim
(117)
bilingual
(22)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(89)
dhuafa
(18)
for fun
(12)
Gene
(223)
guru
(69)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(34)
hukum
(69)
hukum islam
(51)
indonesia
(593)
islam
(561)
jakarta
(34)
kekerasan terhadap anak
(378)
kesehatan
(100)
Kisah Dakwah
(12)
Kisah Sedekah
(11)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(28)
KPK
(16)
Kristen
(14)
lingkungan
(19)
mohon bantuan
(40)
muallaf
(52)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(34)
parenting
(2)
pemerintah
(138)
Pemilu 2009
(63)
pendidikan
(527)
pengumuman
(27)
perang
(10)
perbandingan agama
(11)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(127)
Politik Indonesia
(53)
Progam Sosial
(60)
puasa
(37)
renungan
(196)
Sejarah
(5)
sekolah
(95)
shalat
(10)
sosial
(324)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Orang sering berkomentar kepada saya, kok banyak orang bisa melakukan korupsi padahal mereka shalat dan puasa. Ka...
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
Sabtu, 24/07/2010 14:12 WIB Pasien DBD 'Ditahan' Rumah Sakit Rois Jajeli – detikSurabaya Surabaya - Sikap pihak Rumah Sakit Islam (R...
-
(Membalas komentar dari guru di milis pendidikan). Assalamu’alaikum wr.wb., Sudah ada beberapa guru di dalam milis pendidikan yang...
-
Source : Scholars for 9/11 Truth By: James H. Fetzer Founder and Co-Chair Scholars for 9/11 Truth SCHOLARS FOR 9/11 TRUTH ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ada banyak guru yang setuju dengan kebiasaan memukul, menampar, menjewer, melempar barang, atau memberikan ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ini sebagian dari judul berita kekerasan terhadap anak selama 2025. Coba baca semuanya dan berpikir tentang masa dep...
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
[Komentar]: Menurut saya, kekerasan boleh kalau masih dalam koridor mendidik. Murid jadi takut, termotivasi belajar, dan hormati gurunya. Za...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment