[Komentar]: Mungkin karena kita sdh terbiasa diindoktrinasi sejak kecil, sedangkan Pak Gene sdh dibiasakan berpikir kritis. Jadi akar masalahnya ada di mentalitas bangsa ini, bukan di agama. Agama apapun kalau mentalitas kita seperti ini ya nggak akan mengubah keadaan.
[Gene]: Ketika mengritik sesuatu di Indonesia, terutama sikap umat Islam, saya mau dikatakan tidak benar, dan diberikan ribuan contoh ttg kebenaran umat Islam dalam hal bersatu dan berjuang bersama untuk memajukan negara yang sangat makmur ini. Sayangnya, tidak pernah terjadi. Kondisi negara dan umat sekarang ini adalah hasil pendidikan. Di negara maju, orang non-Muslim bisa saling mendukung, tetapi sulit ditemukan di sini. Bedanya bukan pada kondisi ekonomi negara, tapi SIKAP. Ibaratnya dua orang dikasih bibit: orang di sana tanam dan menjadi kebun; orang Muslim di Indonesia masak, makan, lalu habis. Asalnya sama. Perbedaannya hanya sikap mental. Mau memikirkan masa depan, atau hanya memikirkan kepentingan diri sendiri pada saat ini?
Menurut saya, ulama, kyai, ustadz, dan orang tua Muslim perlu merasa malu atas umat yang kita hasilkan. Daripada pelajaran fiqih, kenapa tidak “back to basic”, yaitu kembali pada contoh dasar Rasulullah SAW. Umat dididik untuk menyebarkan kebaikan, kebenaran, kejujuran, dan kasih sayang karena itu yg lebih dibutuhkan. (Fiqih tetap penting, tapi bukan prioritas). Ada banyak hal yg rusak di negara ini, jadi kenapa kita tidak mau bersatu untuk memperbaikinya?
Di shalat jumat, ada khutbah yang “membosankan”, dan banyak orang setengah sadar, bahkan bisa tidur. Lalu apa ada perubahan dalam kehidupan umat Islam sesudah mendengarnya? Kalau “tidak”, kenapa khutbah dan ceramah seperti itu “dilestarikan”? Kalau kita mau menghasilkan umat Islam yang terkemuka di dunia, bagaimana kalau kita pikirkan perubahan sistem (ceramah dan pendidikan Islam yg berbeda)? Kita mengulangi hal yang sama, dan mengharapkan akan terjadi perubahan, walaupun terbukti terus hasilnya sedikit. Jadi siapa yang bisa mengubah umat Islam, kalau kita sendiri kurang peduli pada jangka panjang (bibit dimakan daripada ditanam), dan banyak ustadz hanya membahas teori, tanpa jelaskan bagaimana kita bisa wujudkan dalam kehidupan kita sekarang?
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
- Gene Netto
Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(97)
anak
(324)
anak yatim
(117)
bilingual
(22)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(89)
dhuafa
(18)
for fun
(12)
Gene
(223)
guru
(69)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(34)
hukum
(69)
hukum islam
(51)
indonesia
(593)
islam
(561)
jakarta
(34)
kekerasan terhadap anak
(378)
kesehatan
(100)
Kisah Dakwah
(12)
Kisah Sedekah
(11)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(28)
KPK
(16)
Kristen
(14)
lingkungan
(19)
mohon bantuan
(40)
muallaf
(52)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(34)
parenting
(2)
pemerintah
(138)
Pemilu 2009
(63)
pendidikan
(527)
pengumuman
(27)
perang
(10)
perbandingan agama
(11)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(127)
Politik Indonesia
(53)
Progam Sosial
(60)
puasa
(37)
renungan
(196)
Sejarah
(5)
sekolah
(95)
shalat
(10)
sosial
(324)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
Memukul Murid adalah Pelanggaran Profesi Guru Assalamu’alaikum wr.wb., Ada banyak guru yang setuju dengan kebiasaan memukul d...
-
Sebelas anak, usia 4 sampai 11 tahun, diiming-iming ikan cupang. Lalu disodomi oleh seorang pemuda usia 19 tahun. Itu sudah merupakan suatu ...
-
[Ini adalah penjelasan tambahan dari saya di group pendidikan. Kaitannya dengan post ini: Komentar Tentang Rambut Gondrong Siswa . ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. This is the First Chapter of my book “Searching for God and Finding Allah”. I hope you find it useful. Wassalamu’ala...
-
Oleh Dr. Yusuf Qardhawi Setiap yang keluar dari tubuh manusia – karena melihat pemandangan-pemandangan yang merangsang...
-
[Komentar]: Menurut saya, kekerasan boleh kalau masih dalam koridor mendidik. Murid jadi takut, termotivasi belajar, dan hormati gurunya. Za...
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ada seorang isteri yang bertanya apa benar bahwa dia mesti “taat pada suami” walaupun suaminya ketahuan ber...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment