Komunitas transgender di Inggris makin terlihat di sekolah. Di kota Brighton, Inggris, anak sekolah dikasih stiker untuk ditempelkan di baju, yang menunjukkan kata ganti (pronoun) yang boleh dipakai. Seorang anak yang dianggap "laki" biasanya disebut "he" (dia, laki-laki), dan perempuan "she" (dia, perempuan). Tapi sekarang, dengan adanya banyak anak transgender, he dan she dinilai penuh diskriminasi (karena mereka tidak mau dianggap laki atau perempuan sesuai kondisi kelamin atau biologis). Jadi siswa lain disuruh menggunakan istilah "they" (mereka) daripada he atau she. Dan setiap siswa dinilai berhak tentukan sendiri jenis kelaminnya (atau tidak pilih salah satunya, atau boleh diganti kapan saja).
Kalimat "he is reading" (dia membaca) harus diucapkan "they are reading" (mereka membaca). Dan kalau anak transgender itu disebut "he" daripada "they" maka bisa menjadi perkara hukum. Dianggap sebagai penghinaan yang serius, dan ada kasus seorang guru dipecat tahun kemarin karena ketika membicarakan seorang kelompok anak perempuan yang duduk bersama, dia secara spontan mengatakan, "Good work GIRLS!" Lalu seorang anak transgender melaporkan guru itu, karena dia "merasa sebagai pria" padahal tampil sebagai anak perempuan.
Hal ini membingungkan sebagian orang tua dan guru di sana, dan kalau mereka protes, dianggap mereka yang salah, karena anak tidak boleh "dipaksakan" memiliki suatu jenis kelamin, dan boleh diganti kapan saja, semaunya anak itu. Ini kondisi nyata di negara barat sekarang, yang harus dihadapi oleh orang tua dan guru.
-Gene Netto
School Pupils In Brighton Given Pronoun Stickers To Help Transgender Children
Eleanor Busby Education Correspondent Tuesday 2 April 2019
https://www.independent.co.uk
Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(97)
anak
(324)
anak yatim
(117)
bilingual
(22)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(89)
dhuafa
(18)
for fun
(12)
Gene
(223)
guru
(69)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(34)
hukum
(69)
hukum islam
(51)
indonesia
(593)
islam
(561)
jakarta
(34)
kekerasan terhadap anak
(378)
kesehatan
(100)
Kisah Dakwah
(12)
Kisah Sedekah
(11)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(28)
KPK
(16)
Kristen
(14)
lingkungan
(19)
mohon bantuan
(40)
muallaf
(52)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(34)
parenting
(2)
pemerintah
(138)
Pemilu 2009
(63)
pendidikan
(527)
pengumuman
(27)
perang
(10)
perbandingan agama
(11)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(127)
Politik Indonesia
(53)
Progam Sosial
(60)
puasa
(37)
renungan
(196)
Sejarah
(5)
sekolah
(95)
shalat
(10)
sosial
(324)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
Memukul Murid adalah Pelanggaran Profesi Guru Assalamu’alaikum wr.wb., Ada banyak guru yang setuju dengan kebiasaan memukul d...
-
Sebelas anak, usia 4 sampai 11 tahun, diiming-iming ikan cupang. Lalu disodomi oleh seorang pemuda usia 19 tahun. Itu sudah merupakan suatu ...
-
[Ini adalah penjelasan tambahan dari saya di group pendidikan. Kaitannya dengan post ini: Komentar Tentang Rambut Gondrong Siswa . ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. This is the First Chapter of my book “Searching for God and Finding Allah”. I hope you find it useful. Wassalamu’ala...
-
Oleh Dr. Yusuf Qardhawi Setiap yang keluar dari tubuh manusia – karena melihat pemandangan-pemandangan yang merangsang...
-
[Komentar]: Menurut saya, kekerasan boleh kalau masih dalam koridor mendidik. Murid jadi takut, termotivasi belajar, dan hormati gurunya. Za...
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ini sebagian dari judul berita kekerasan terhadap anak selama 2025. Coba baca semuanya dan berpikir tentang masa dep...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment