Rabu 08 Mei 2019, Yudha Maulana - detikNews
Cimahi - Keterbatasan fisik tak menghalangi ustaz Saefudin (51) untuk menyebarkan ilmu agama. Pria disabilitas netra itu kini telah melahirkan ratusan bibit hafiz atau penghafal Alquran setiap tahunnya di Kota Cimahi, Jawa Barat.
Aep, sapaan akrab Saefudin, terlahir dengan penglihatan normal. Ia kehilangan penglihatannya saat berumur 14 tahun. Saat itu wabah penyakit mata menjalar di kampungnya yang berada di Semarang, Jawa Tengah. "Kemudian saya berpikir, di dunia saja saya seperti ini, apalagi nanti. Akhirnya saya mulai intensif belajar Alquran," Aep menambahkan.
Dengan menjadikan ayat Alquran sebagai pedoman untuk belajar, Aep berhasil menyelesaikan SMP pada 1987 dan SMA pada 1980. "Alhamdulillah diterima di IKIP jurusan pendidikan luar biasa. Tahun 1996 lulus kuliah, tahun 2000 baru diangkat menjadi guru di SLB," katanya.
Kini, setiap harinya Aep mengisi program pengajian sehabis zuhur dan maghrib di masjid Nurul Qolbi yang berada di lingkungan SLBN. "Ini merupakan program asrama, saat ini kira-kira ada 30 murid yang belajar Alquran bersama," kata Aep.
Meski berada di lingkungan SLBN, pengajian rutina untuk mencetak hafiz berasal dari dana swadaya atau bantuan dari para donatur. "Alhamdulillah kalau dari pemerintah belum ada, semoga ada pihak yang terketuk hatinya," kata Nu'man.
https://news.detik.com
Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(97)
anak
(324)
anak yatim
(117)
bilingual
(22)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(89)
dhuafa
(18)
for fun
(12)
Gene
(223)
guru
(69)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(34)
hukum
(69)
hukum islam
(51)
indonesia
(593)
islam
(561)
jakarta
(34)
kekerasan terhadap anak
(378)
kesehatan
(100)
Kisah Dakwah
(12)
Kisah Sedekah
(11)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(28)
KPK
(16)
Kristen
(14)
lingkungan
(19)
mohon bantuan
(40)
muallaf
(52)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(34)
parenting
(2)
pemerintah
(138)
Pemilu 2009
(63)
pendidikan
(527)
pengumuman
(27)
perang
(10)
perbandingan agama
(11)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(127)
Politik Indonesia
(53)
Progam Sosial
(60)
puasa
(37)
renungan
(196)
Sejarah
(5)
sekolah
(95)
shalat
(10)
sosial
(324)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
Memukul Murid adalah Pelanggaran Profesi Guru Assalamu’alaikum wr.wb., Ada banyak guru yang setuju dengan kebiasaan memukul d...
-
Sebelas anak, usia 4 sampai 11 tahun, diiming-iming ikan cupang. Lalu disodomi oleh seorang pemuda usia 19 tahun. Itu sudah merupakan suatu ...
-
[Ini adalah penjelasan tambahan dari saya di group pendidikan. Kaitannya dengan post ini: Komentar Tentang Rambut Gondrong Siswa . ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. This is the First Chapter of my book “Searching for God and Finding Allah”. I hope you find it useful. Wassalamu’ala...
-
Oleh Dr. Yusuf Qardhawi Setiap yang keluar dari tubuh manusia – karena melihat pemandangan-pemandangan yang merangsang...
-
[Komentar]: Menurut saya, kekerasan boleh kalau masih dalam koridor mendidik. Murid jadi takut, termotivasi belajar, dan hormati gurunya. Za...
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ini sebagian dari judul berita kekerasan terhadap anak selama 2025. Coba baca semuanya dan berpikir tentang masa dep...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment