10 November, 2020

Anak Yatim Piatu Usia 11 Tahun Disekap Tantenya, Tangan dan Kaki Dirantai, Mulut Dilakban

Satu contoh lagi, nasib "biasa" bagi anak yatim yang hidup di tengah 225 juta Muslim. Diperhatikan oleh negara? Tidak. Bisa dapat jaminan hidup aman dan nyaman? Tidak. Bisa dijamin dapat kasih sayang dari saudara kandung sendiri? Tidak.

Dan kenapa rekasi (tidak logis) pedagang yang menemukannya adalah "menunggu"? Setelah 1 jam, tante anak itu kembali, dan diminta buka rantai itu (yg digembok). Kenapa tidak langsung telfon polisi dan cari orang yang bisa potong rantai itu? Mereka malah menunggu 1 jam, sampai kunci gembok datang. Bayangkan rasanya anak itu. Sudah "diselamatkan" tapi harus tunggu tante kembali, biar bisa diminta kuncinya. Harus duduk saja dgn tangan dan kaki dirantai, menunggu. Setelah dilepaskan, baru orang2 itu lapor ke pihak pasar, lalu polisi.

Indonesia punya kementerian sosial, kementerian perlindungan anak, dinas sosial, komisi perlindungan anak, kementerian agama, dll. tapi ketika saya tanya di semua tempat itu tentang SIAPA yang punya daftar semua anak yatim di Indonesia, semuanya menjawab, "Tidak ada yang punya!" Hampir semua pejabat dan orang yang berkuasa, dan 225 juta anggota rakyat beragama Islam, tapi anak yatim bukan prioritas. Bahkan utk dihitung jumlahnya saja, tidak ada yang peduli. Kasihan Rasulullah SAW, dapat umat seperti kita.
-Gene Netto

Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan pemelihara anak yatim di surga seperti ini (dan beliau memberi isyarat dengan telunjuk dan jari tengahnya, lalu membukanya.” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud)

Bocah 11 Tahun Disekap Tantenya di Pasar, Tangan dan Kaki Dirantai
https://regional.kompas.com

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...