17 November, 2020

Menghadapi Takdir Dari Allah Yang Terasa "Terlalu Berat"

[Pertanyaan]: Bagaimana caranya hadapi dunia ini yang sering terasa berat, penuh kesulitan, sampai mau putus asa karena sulit hadapi kehidupan ini?

[Gene]: Assalamu’alaikum wr.wb. Takdir yang Allah berikan kepada setiap manusia kadang terasa berat sekali, dan terlalu sulit untuk dipikul. Tapi kita harus selalu ingat bahwa Allah menciptakan dan menulis takdir kita itu di Lauh Mahfuz sebelum kita lahir. Jadi apa yang terasa terlalu berat pada hari ini bisa menjadi hal yang baru terasa hikmahnya bertahun-tahun di kemudian hari, atau bahkan di dunia akhirat. Tugas kita adalah menyadari hal itu dan selalu meyakini bahwa Allah Maha Kuasa dan Allah Maha Penyayang. Jadi ketika takdir yang terasa berat menimpa kita, Allah selalu hadir sebagai tempat perlindungan dan naungan bagi kita. Dan selama kita berpegang teguh pada Allah dan tetap pada jalan lurus, kita akan rasakan nikmat yang luar biasa di akhirat nanti.

Dunia ini tidak nyata, dan hanya sebuah fatamorgana. Setiap hal terasa nyata, rasa sakit yang berat terasa nyata, tapi semuanya tidak lain daripada sebuah ujian untuk memisahkan antara orang yang beriman dan orang yang tidak beriman. Dan nanti setiap kaum akan dikasih balasannya, sesuai dengan apa yang kita lakukan di dunia ini.

Kondisi apapun yang kita alami, semoga kita bisa tetap merasa tenang dan lewati masa itu dengan mudah. Allah Maha Kuasa dan tidak ada yang Dia lakukan untuk menyiksa orang yang beriman atau dorong kita untuk berputus asa. Tetapi kita harus ingat bahwa cara Allah tingkatkan derajat kita di sisi-Nya adalah dengan ujian, dan para Nabi yang dikasih ujian yang paling berat dulu. Tidak ada suatu hal yang menimpa kita yang lebih berat dari apa yang mereka alami. Dan mereka bisa lewati kesulitan di atas kesulitan dengan cara berserah diri kepada Allah, dan berpegang teguh kepada Allah, dan mereka menjadikan itu sebagai contoh yang terbaik bagi kita untuk hadapi semua kesulitan di dunia ini.

2. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
3. Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
(QS. Al-Ankabut 29:2-3)

Rasulullah SAW bersabda, "Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah 'Azza wajalla bila menyenangi suatu kaum, Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah." (HR. Tirmidzi)

Sa'ad bin Abi Waqqash berkata, Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya?" Nabi SAW menjawab, "Para nabi kemudian yang meniru (menyerupai) mereka dan yang meniru (menyerupai) mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamanya tipis (lemah) dia diuji sesuai dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa." (HR. Bukhari)

286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
(QS. Al-Baqarah 2:286).

1. Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
2. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,
(QS. Al-Mulk 67:1-2)

Semoga bermanfaat. Wassalamu’alaikum wr.wb.
-Gene Netto

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...