Guru: “Saya tidak bisa mendidik anak ini. Dia sudah rusak dari rumah. Saya sudah capek dan stres sendiri. Saya tidak bisa bersabar terus. Guru juga manusia.”
Orang Tua: “Saya bukan ahli pendidikan! Saya tidak kuliah untuk menjadi orang tua. Saya hanya lakukan apa yang sekiranya akan membuat anak saya patuh. Saya tidak belajar psikologi anak segala. Jadi saya marahi, membentak, menghardik, tampar, pukul, dan menghukum anak saya terus agar dia patuh.”
Guru: “Saya mungkin lebih ahli dari orang tua dalam ilmu pendidikan dan psikologi anak, tetapi kalau anak sudah rusak dari rumah, saya tidak bisa pakai ilmu saya itu. Jadi saya hanya bisa ikuti pola pendidikan yang sama dengan orang tua agar anak takut dan patuh pada guru.”
Orang Tua: “Saya kira guru adalah ahli pendidikan. Kalau tidak bisa mendidik anak, kenapa salahkan orang tua?”
Guru: “Kenapa salahkan guru kalau orang tua juga tidak bisa mendidik anaknya dan membuatnya rusak?”
Orang Tua: “Kenapa salahkan orang tua kalau guru tidak bisa pakai ilmunya?”
Guru: “Biarkan saja anak itu jadi rusak. Yang jelas saya tidak bertanggung jawab. Masih ada anak yang lain.”
Orang Tua: “Biarkan saja anak saya itu jadi rusak. Guru punya ilmu pendidikan tapi tidak bisa mendidik. Masih ada anak saya yang lain.”
SETAN: “Terima kasih kepada para orang tua dan guru. Orang tua salahkan guru, dan guru salahkan orang tua. Dua-duanya tidak mau belajar untuk membentuk anak yang mulia, yang kuat melawan godaan aku. Biarkan saja anak itu menjauhi kalian. Biarkan saja dia tidak merasakah kasih sayang, kemuliaan, keadilan, keberhasilan, rasa aman, nyaman, dan selamat setiap hari. Biarkan saja hati dia menjadi penuh rasa ketakutan, kemarahan, dan kebencian. Biarkan saja dia malas berada di rumah dan malas berada di sekolah. Aku siap terima dia di jalan, siap merangkul dia, dan siap berikan kasih sayang kepada dia. Aku juga siap kenalkan dia dengan anak-anak lain yang sudah terlanjur dekat dengan aku. Biarkan saja anak kamu bergabung dengan kami, karena kalian merasa ‘tidak bisa’ membantu anakmu berhasil, karena terlalu sibuk lempar tanggung jawab dan saling menyalahkan. Nanti anakmu bisa menjadi sahabat aku di dunia dan di akhirat. JADI BIARKAN SAJA AKU YANG MENDIDIK ANAKMU!!!”
Assalamu’alaikum wr.wb. Orang tua dan guru mau pilih apa? Mau bersatu untuk selamatkan semua anak Indonesia? Atau malah mau abaikan contoh pendidikan dari Nabi Muhammad SAW yang penuh dengan kelembutan dan kasih sayang, kesabaran tanpa hukuman, dan pendidikan tanpa stres dan paksaan? Mau mendidik anak sesuai dengan ilmu terbaik dari bidang pendidikan dan psikologi anak? Kalau tidak mau, silahkan abaikan semuanya, dan membuat anak kita menjauh dari orang tuanya, dan juga menjauh dari gurunya. Karena masih ada satu pihak yang bersedia merangkul anak-anak kita. Namanya SETAN!!! Silahkan pilih sendiri.
Semoga bermanfaat sebagai renungan.
Wa billahi taufiq wal hidayah
Wassalamu’alaikum wr.wb.
-Gene Netto
Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(45)
anak
(315)
anak yatim
(75)
bilingual
(21)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(84)
dhuafa
(6)
for fun
(12)
Gene
(168)
guru
(68)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(32)
hukum
(57)
hukum islam
(51)
indonesia
(487)
islam
(541)
jakarta
(27)
kekerasan terhadap anak
(371)
kesehatan
(94)
Kisah Dakwah
(13)
Kisah Sedekah
(9)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(22)
KPK
(12)
Kristen
(14)
lingkungan
(18)
mohon bantuan
(13)
muallaf
(49)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(33)
parenting
(2)
pemerintah
(99)
Pemilu 2009
(36)
pendidikan
(497)
pengumuman
(23)
perang
(9)
perbandingan agama
(12)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(111)
Politik Indonesia
(29)
Progam Sosial
(15)
puasa
(35)
renungan
(187)
Sejarah
(5)
sekolah
(94)
shalat
(11)
sosial
(281)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ada seorang isteri yang bertanya apa benar bahwa dia mesti “taat pada suami” walaupun suaminya ketahuan ber...
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kadang ada orang yang tidak paham kenapa saya sering membahas politik. Semoga ini bisa menjelaskan. Fakultas say...
-
Walaupun Bermaksiat, Shalat Masih Wajib Ada orang yang mengaku sering melakukan maksiat dan tidak bisa tinggalkan. Temannya me...
-
[Komentar]: Menurut saya, kekerasan boleh kalau masih dalam koridor mendidik. Murid jadi takut, termotivasi belajar, dan hormati gurunya. Za...
-
Oleh Dr. Yusuf Qardhawi Setiap yang keluar dari tubuh manusia – karena melihat pemandangan-pemandangan yang merangsang...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Email yang menyatakan Sunita Williams menjadi Muslim adalah rekayasa dan sudah ada lebih dari satu versi...
-
Sumber: Era Muslim Assalamualikum wr. wb. Ustadz, ada teman saya non muslim menanyakan kenapa dalam Islam babi itu haram dimakan? ...
09 April, 2015
Apa Pengaruh Dari Kita Sama Seperti Pengaruh Lebah?
Satu lebah, seumur hidup, hanya menghasilkan kurang dari 1
gram madu. Itu kurang dari seperempat dari satu sendok teh. Tapi di toko
swalayan, ada banyak botol madu. Kok bisa? Padahal nyaris tidak ada pengaruh dari
satu lebah saja. Ternyata, ada PENGARUH KOLEKTIF. Satu unsur kecil, kalau
diuilangi terus, bisa punya efek yg besar dan luas.
Satu guru menghukum satu siswa dgn hukuman tegas. Agar ada
efek jera. Besok dia menghukum siswa lain. Agar ada efek jera. Agar semua siswa
selalu takut pada guru yang berkuasa. Agar ada efek jera. Agar ada displin
tinggi. Agar belajar untuk diam dan taat. Agar ada efek jera.
Kalau ini merupakan konsep yang benar, KENAPA selalu harus
diulangi lagi SETIAP HARI dgn siswa yang lain? Bukannya berarti usaha
memberikan efek jera telah GAGAL, dan sistem pendidikan berdasarkan konsep
“hukuman tegas agar ada efek jera” telah gagal juga?
Apa Hasilnya “Budaya Pendidikan Indonesia”?
[Komentar]: Di sini, kebanyakan guru fokus pada rambut,
seragam dll. dgn disiplin tinggi, dan hukuman tegas, karena ini BUDAYA PENDIDIKAN INDONESIA... yang gak mungkin ditemukan
di Eropa dan Amerika..
[Gene]: Begitu ya Pak? Saya mau
coba cek hasil dari “budaya pendidikan Indonesia” ini, yang tidak ada di Eropa,
Amerika, Kanada, Australia, atau Selandia Baru.
·
Indonesia menjadi salah satu negara terkorup di dunia.
Tidak ditemukan di negara2 sana.
·
Anggota DPR dan DPRD dan semua pejabat lain tidak malu dan
tidak keberatan mencuri uang dari anak Indonesia, yg merugikan masa depan
bangsa sendiri. Tidak ditemukan di negara2 sana.
·
Polisi mau terima sogok, hakim mau terima sogok, pejabat
mau terima sogok, hukum bisa dibeli. Orang miskin kena hukuman berat, orang
kaya kebal hukum. Tidak ditemukan di negara2 sana.
·
Ada tawuran antar anak sekolah setiap minggu di banyak
kota. Tidak ditemukan di negara2 sana.
·
Ada banyak anak SMA yang memperkosa anak SMP dan anak SD.
Anak SD bisa sodomi atau memperkosa anak SD yang lain. Tidak ditemukan di
negara2 sana.
·
Ada banyak anggota rakyat yang tidak bisa bertanggung
jawab terhadap diri sendiri. Buang sampah sembarangan, tidak bisa berhenti di
lampu merah, merokok di tempat dilarang merokok, dan ratusan contoh lain. Tidak
ditemukan di negara2 sana.
·
Rakyat Indonesia tidak bisa menciptakan apa-apa dalam 100
tahun terakhir, yang dibutuhkan oleh seluruh dunia. Mobil, pesawat, tivi, HP,
satelit, dan ribuan barang bermanfaat yang lain berasal dari sana. Kita impor
semuanya dan tidak bisa bikin apa-apa yang mereka inginkan dari kita.
Anggota Polres Cirebon Babak Belur Dihajar Pelajar
Ini berita tambahan dari yang kemarin, ttg
polisi yang ditelanjangi dan diarak keliling kota Cirebon naik motor. Ternyata,
sesuai dugaan saya kemarin, kebanyakan pelaku masih remaja dan ada juga yg berstatus
pelajar....
Kl ada pelajar yg berani hajar dan
telanjangi polisi, menjadi begal, melakukan pemerkosaan dan sodomi terhadap
anak SD dan SMP, ikut tawuran dan bacok anak sekolah lain, dan sebagainya, maka
seharusnya kita mencapai kesimpulan bahwa ada masalah di tengah masyarakat
Indonesia! Dan seharusnya kita mau introspeksi dan bertanya apakah mungkin
sistem pendidikan kita dan pembinaan dari orang tua yang menghasilkan banyak
anak seperti ini? Kalau kita tidak mau tahu ttg berita spt ini, dan tidak mau
introspeksi dan bertanya ttg apa yang bisa kita perbaiki dalam sistem
pendidikan anak pada skala nasional, maka tunggu saja smp orang yang kita kenal
yang menjadi korban.
-Gene Netto
Geng Motor Telanjangi dan Arak Seorang
Polisi Keliling Cirebon
Anggota Polres Cirebon Babak Belur Dihajar
Pelajar
Mereka rata-rata masih berusia remaja,
bahkan di antaranya masih berstatus pelajar.
“Yang berhasil ditangkap ada enam orang.
Masing-masing berisinisial MI (15), S (28), YBB (17), PP (16), RR (25), dan CA
(17),” bebernya.
Pukuli dan Telanjangi Polisi, Sekretariat
XTC Cirebon Disegel
Anak Panti Yang Disodomi Menjadi Takut Akan Hamil
Anak panti yang disodomi di Bali diberitahu
bisa “hamil” dan menjadi takut. Ini terkesan “lucu” karena dia percaya begitu
saja. Di sisi lain, ini menunjukkan bahwa anak SD sangat membutuhkan ilmu
sesuai usianya ttg proses kehamilan. Dan semua anak sejak SD juga butuh
pelajaran bahwa orang lain tidak boleh menyentuh kemaluan mereka, dan lebih dilarang
kl ada ancaman. Anak SD harus diajarkan untuk laporkan hal itu kepada orang
dewasa yang mereka percayai.
Di sini peran orang tua dan guru sebagai
SAHABAT yang ramah terhadap anak menjadi sangat penting. Kl anak takut setelah
disodomi, dan juga takut lapor kepada orang tua atau guru karena mereka juga marah
dan galak, maka makin banyak anak akan hidup dalam ketakutan krn tidak tahu
mesti cari perlindungan ke mana. Kondisi ini tidak boleh kita biarkan, dgn
alasan “bukan anak saya”.
Dibutuhkan orang tua dan guru yang selalu
siap terima info (ttg perkara apa saja) dari anak yang jujur, tanpa selalu
menjadi marah dan menghukum si anak. Kebiasaan banyak orang dewasa yang cepat
marah, cepat menyalahkan dan menghukum anak hanya membuat mereka takut dan
tidak percaya pada orang dewasa di sekitarnya.
Juga perlu dipahami bahwa anak panti ini
pernah dicabuli SEBELUM berangkat sekolah. Apa di sekolah dia menjadi “anak
manis” dan selesaikan semua tugas dgn baik? Atau menjadi anak bermasalah,
karena merasa tidak ada yang mau melindungi dia? Semoga teman2 yang menjadi orang
tua dan guru, yang suka marah terhadap anak, mau introspeksi.
-Gene Netto
Anak Laki Usia 10 Tahun Sudah Bisa Menjadi Pemerkosa
Anak Laki Usia 10 Tahun Sudah Bisa Menjadi Pemerkosa
Anak laki usia 10 tahun sudah bisa menjadi pemerkosa. Kenapa
bisa begitu? Kenapa di negara2 tetangga tidak ada berita seperti ini setiap
minggu? Apa yang berbeda? Apa kita masih mau tenang saja dan anggap tidak ada
masalah kekerasan dan kekerasan seks terhadap banyak anak di Indonesia? Mau
diam dan anggap pornografi adalah masalah bagi orang lain? Mau tunggu sampai
anak yang anda kenal diperkosa?
-Gene Netto
Bocah Cabuli Bocah Masuk ke Pengadilan
Rabu, 25 Februari 2015 14:00 WIB
TRIBUNNEWS.COM, BANGKA-- Kasus asusila yang terjadi di
Sukadamai Toboali Bangka Selatan, hampir rampung digelar di Pengadilan Negeri
(PN) Sungailiat. Pelaku anak, sebut saja Kumbang (10), sudah diperiksa oleh
Hakim Tunggal, Ervent LK. Makanya, dalam waktu dekat, tuntutan segera dibacakan
oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Toboali, Asrofi.
2 Siswa SMP Bakar Pelajar Kelas 6 SD
Beberapa kali ada berita ttg anggota masyarakat
yg bakar begal setelah ditahan (daripada serahkan kpd Polisi). Lalu anak SMP
dapat ide untuk bakar anak SD juga (dari mana dapat ide itu ya?) Untungnya
korban masih hidup. Tapi kl sudah sanggup siram anak SD dgn bensin, lalu bakar
tubuhnya, sptnya tidak peduli dia hidup atau mati.
Tapi ini bukan anak saya, jadi bukan urusan
saya. Ada masalah kekerasan terhadap anak di Indonesia? Jangan percaya! Anak
SMP lempar bensin pada anak SD dan berusaha membakarnya hidup-hidup adalah hal yg
“normal dan wajar”, dan terjadi di manca negara juga. Betul? Atau hanya terjadi
di sini saja?
-GeneNetto
2 Siswa SMP Bakar Pelajar Kelas 6 SD
Selasa, 07 April 2015 | 19:34 WIB
TEMPO.CO, Gowa - Awaluddin, 12 tahun,
pelajar Sekolah Dasar Negeri Bonto-Bontoa, Kabupaten Gowa, melaporkan dua
temannya ke aparat Kepolisian Resor Gowa, Selasa, 7 April 2015. Dua orang teman
Awaluddin yang merupakan siswa SMP di Kabupaten Gowa tersebut membakar tangan
dan punggung Awaluddin hingga melepuh.
Pernyataan Tentang Kekerasan & Kekerasan Seks Terhadap Anak
1.
Dari 6
bulan yg lalu, saya sengaja cari berita kekerasan dan kekerasan seks terhadap
anak Indonesia setiap hari. Saya dpt kesan fenomena ini makin buruk, dan cari
buktinya. Saya berikan semua bukti itu di group guru.
2.
Dari paling
awal saya ajak teman2 guru bersatu utk mencari solusi scr bersamaan. Saya
selalu jelaskan saya tidak punya solusinya. Sedikit yg komentar.
3.
Saya
berikan bukti contoh kekerasan dari berita. Saya ajak teman2 bersatu lagi.
Sedikit yg komentar.
4.
Saya
bilang dibutuhkan solusi sistemik yg berbasis pendidikan. Sedikit yg komentar.
5.
Saya tidak
pernah bilang kondisi ini disebabkan “kesalahan guru” dan tidak terjadi di
sekolah (kebanyakan di luar). Saya minta teman2 guru perhatikan hal ini sebagai
ahli pendidikan yg peduli pada isu pendidikan. Sedikit yg komentar.
6.
Kl siswa
berbuat begitu, saya minta kita introspeksi, bertanya kenapa bisa dpt hasil itu
dr sistem pendidikan kita. Apa bisa diperbaiki? Sedikit yg komentar.
7.
Berkali2
saya berikan komentar motivasi, minta teman2 guru bersatu, berjuang, mencari
solusi, agar semua anak Indonesia bisa selamat. Sedikit yg komentar.
8.
Saya bertindak
sendiri, bicara dgn KPAI, Komnas Perlindungan Anak, staf Mendikbud, MUI Pusat,
psikolog, Ibu Elly Risman, dll. Saya ajak semua bersatu utk bikin “Forum Dikusi
Nasional Tentang Kekerasan Terhadap Anak”. Semuanya setuju. Saya jelaskan hal
itu di group ini. Sedikit yg komentar.
9.
Saya
semangatkan teman2 guru lagi, dan terus berikan bukti berita pilihan agar
semuanya pahami apa yg sedang terjadi, di semua wilayah. Sedikit yg komentar.
10. Akhirnya saya dimarahi oleh sekelompok teman
guru dan disuruh berhenti bahas topik itu. BANYAK teman guru yang tiba2
berkomentar.
Manfaatnya Catur Dalam Perkembangan Otak Anak
Dalam banyak riset di mancanegara selama puluhan tahun, selalu terbukti manfaat langsung dari bermain catur bagi anak di dalam sekolah, sebagai bagian dari kurikulum, dan juga di luar sekolah. Antara lain, bermain catur bisa:
• Meningkatkan IQ
• Memperkuat kemampuan “pemecahan masalah” (problem solving), mengajarkan bagaimana anak bisa mengambil keputusan yang sulit dan abstrak secara mandiri
• Meningkatkan kemampuan untuk berfokus pada apa yang terjadi di depannya
• Meningkatkan kemampuan visualisasi (bayangkan apa yang kira-kira akan terjadi sebelum terjadi)
• Belajar untuk berpikir dulu sebelum bertindak (banyak anak kena masalah dalam kehidupan karena bertindak dulu, dan berpikir sesudahnya)
• Meningkatkan kemampuan membaca, memperkuat memori, bahasa, dan kemampuan matematika
• Kembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, dan kemampuan berpikir secara unik (original thinking)
• Memberikan latihan membuat keputusan yang tepat dan cepat di bawah tekanan waktu, suatu keterampilan yang membantu meningkatkan nilai ujian di sekolah
• Ajarkan cara berpikir logis dan efisien, belajar untuk memilih pilihan 'terbaik' dari sejumlah pilihan
• Memberikan tantangan untuk anak-anak berbakat, sekaligus membantu siswa dengan kemampuan terbatas untuk belajar dan berjuang untuk mencapai keunggulan
• Menunjukkan pentingnya perencanaan yang fleksibel, konsentrasi, dan konsekuensi logis dari suatu keputusan (salah gerak, langsung mati)
• Membantu anak laki-laki dan perempuan sekaligus, tanpa memandang kemampuan alami mereka atau latar belakang sosio-ekonomi
• Membuka kesempatan bagi anak perempuan untuk bersaing dengan cara "setara" dengan laki-laki karena gunakan otak daripada badan
• Meningkatkan sosialisasi antar siswa
• Kurangi perkelahian antar siswa di luar kelas (satu sekolah di Amerika alami pengurangan keributan antar siswa sebanyak 60% setelah siswa ikut kelas catur)
• Memberikan hasil positif yang setara dengan usahanya
• Mengajarkan anak untuk menerima kekalahan dengan lapang dada, dan mulai berjuang lagi dalam game baru
Anak usia 6-7 tahun bisa mulai main catur, dan bisa pahami aturannya. Makin sering bermain, makin kuat kemampuannya. Catur meningkatkan daya konsentrasi dan kesabaran, serta mengembangkan kreativitas, intuisi, memori, kemampuan matematika, kemampuan membaca, dan kemampuan untuk menganalisis dan menyimpulkan dengan cepat, dan meningkatkan nilai ujian secara umum. Anak belajar untuk mengambil keputusan yang sulit dan memecahkan masalah secara fleksibel.
Sebuah studi di Venezuela, yang libatkan ribuan siswa SD menunjukkan peningkatan IQ setelah hanya 4 bulan bermain catur. Hal ini terjadi dalam semua kelompok sosial-ekonomi dan juga untuk laki-laki dan perempuan. Jadi bukan hanya anak kaya, bukan hanya anak cerdas, dan bukan hanya anak laki-laki, tapi SEMUA anak. Karena ada hasil positif dari studi itu, pemerintah Venezuela mulai mengajarkan catur di dalam lima ribu sekolah SD dari tahun 1989.
Dalam catur, setelah setiap pemain gerakkan 1 bidak saja, ada 400 pilihan (gerakan selanjutnya yang mungkin digunakan). Setelah setiap pemain sudah gerak 2 kali, ada 72,084 pilihan. Setelah gerak 3 kali, ada lebih dari 9 juta pilihan. Setelah gerak 4 kali, ada lebih dari 288 milyar pilihan. Setelah sudah gerak 40 kali saja, jumlah pilihan yang ada diperkirakan setara dengan jumlah atom di seluruh alam semesta (kalau disebutkan "sekian triliun triliun triliun triliun triliun" masih kurang). Coba mulai bermain catur dengan anak anda hari ini dan melihat hasilnya sendiri!
Salam,
Gene Netto
[Ada banyak artikel dalam bahasa Inggris yang bisa jelaskan hasil riset yang dibahas di atas.]
The Case for Chess as a Tool to Develop Our Children’s Minds
By Dr Peter Dauvergne, University of Sydney
https://www.chess.com
Compilation Of Chess And Education Research Studies
https://www.chess.com
• Meningkatkan IQ
• Memperkuat kemampuan “pemecahan masalah” (problem solving), mengajarkan bagaimana anak bisa mengambil keputusan yang sulit dan abstrak secara mandiri
• Meningkatkan kemampuan untuk berfokus pada apa yang terjadi di depannya
• Meningkatkan kemampuan visualisasi (bayangkan apa yang kira-kira akan terjadi sebelum terjadi)
• Belajar untuk berpikir dulu sebelum bertindak (banyak anak kena masalah dalam kehidupan karena bertindak dulu, dan berpikir sesudahnya)
• Meningkatkan kemampuan membaca, memperkuat memori, bahasa, dan kemampuan matematika
• Kembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, dan kemampuan berpikir secara unik (original thinking)
• Memberikan latihan membuat keputusan yang tepat dan cepat di bawah tekanan waktu, suatu keterampilan yang membantu meningkatkan nilai ujian di sekolah
• Ajarkan cara berpikir logis dan efisien, belajar untuk memilih pilihan 'terbaik' dari sejumlah pilihan
• Memberikan tantangan untuk anak-anak berbakat, sekaligus membantu siswa dengan kemampuan terbatas untuk belajar dan berjuang untuk mencapai keunggulan
• Menunjukkan pentingnya perencanaan yang fleksibel, konsentrasi, dan konsekuensi logis dari suatu keputusan (salah gerak, langsung mati)
• Membantu anak laki-laki dan perempuan sekaligus, tanpa memandang kemampuan alami mereka atau latar belakang sosio-ekonomi
• Membuka kesempatan bagi anak perempuan untuk bersaing dengan cara "setara" dengan laki-laki karena gunakan otak daripada badan
• Meningkatkan sosialisasi antar siswa
• Kurangi perkelahian antar siswa di luar kelas (satu sekolah di Amerika alami pengurangan keributan antar siswa sebanyak 60% setelah siswa ikut kelas catur)
• Memberikan hasil positif yang setara dengan usahanya
• Mengajarkan anak untuk menerima kekalahan dengan lapang dada, dan mulai berjuang lagi dalam game baru
Anak usia 6-7 tahun bisa mulai main catur, dan bisa pahami aturannya. Makin sering bermain, makin kuat kemampuannya. Catur meningkatkan daya konsentrasi dan kesabaran, serta mengembangkan kreativitas, intuisi, memori, kemampuan matematika, kemampuan membaca, dan kemampuan untuk menganalisis dan menyimpulkan dengan cepat, dan meningkatkan nilai ujian secara umum. Anak belajar untuk mengambil keputusan yang sulit dan memecahkan masalah secara fleksibel.
Sebuah studi di Venezuela, yang libatkan ribuan siswa SD menunjukkan peningkatan IQ setelah hanya 4 bulan bermain catur. Hal ini terjadi dalam semua kelompok sosial-ekonomi dan juga untuk laki-laki dan perempuan. Jadi bukan hanya anak kaya, bukan hanya anak cerdas, dan bukan hanya anak laki-laki, tapi SEMUA anak. Karena ada hasil positif dari studi itu, pemerintah Venezuela mulai mengajarkan catur di dalam lima ribu sekolah SD dari tahun 1989.
Dalam catur, setelah setiap pemain gerakkan 1 bidak saja, ada 400 pilihan (gerakan selanjutnya yang mungkin digunakan). Setelah setiap pemain sudah gerak 2 kali, ada 72,084 pilihan. Setelah gerak 3 kali, ada lebih dari 9 juta pilihan. Setelah gerak 4 kali, ada lebih dari 288 milyar pilihan. Setelah sudah gerak 40 kali saja, jumlah pilihan yang ada diperkirakan setara dengan jumlah atom di seluruh alam semesta (kalau disebutkan "sekian triliun triliun triliun triliun triliun" masih kurang). Coba mulai bermain catur dengan anak anda hari ini dan melihat hasilnya sendiri!
Salam,
Gene Netto
[Ada banyak artikel dalam bahasa Inggris yang bisa jelaskan hasil riset yang dibahas di atas.]
The Case for Chess as a Tool to Develop Our Children’s Minds
By Dr Peter Dauvergne, University of Sydney
https://www.chess.com
Compilation Of Chess And Education Research Studies
https://www.chess.com
Mohon Buka Tirai Di Kelas Anak Sekolah!
Saya kunjungi beberapa SD karena teman saya
sedang mencari sekolah baru, yang gurunya lebih ramah, karena anaknya trauma di
sekolah yg sekarang. Saya ikut karena dia minta pendapat saya ttg setiap tempat
yang dikunjungi.
Di sebuah SD, saya dapat kelas yang gelap
dan lampu nyala karena tirai ditutup. Di sekolah yang kedua, saya dapat kelas
yang gelap dan lampu nyala karena tirai ditutup. Di sekolah yang ketiga, saya
dapat kelas yang gelap dan lampu nyala karena tirai ditutup. Saya mulai
berpikir, kl saya kunjungi 100 sekolah dasar, berapa persen dari kelas itu akan
ditemukan dalam kondisi gelap karena tirai ditutup sepanjang hari?
Saya ingat sebuah sekolah yg dulu
dikunjungi, yg punya kelas sangat gelap seperti gua. Saya jadi kaget dan cek
jendela. Mereka tidak pakai tirai, tapi pasang PAPAN di atas jendela.
Anak Yang Aktif Bukan Anak Bermasalah
Anak teman saya mengalami masalah di kelas,
karena gurunya galak, jewer telinga, sering salahkan dan menegor, dll. Bapaknya
anak itu pergi ke sekolah utk bicara dgn guru kelas dan guru bahasa Inggris
yang membuat anaknya trauma, sampai ketakutan pergi ke sekolah, benci bahasa Inggris,
dan alami mimipi buruk terus. Saya ikut utk dengarkan penjelasan dari sang guru
(tapi tidak ikut bicara, hanya dengarkan saja).
Di depan wali murid, guru kelas berikan
senyuman manis, dan bilang tidak ada masalah, tetapi anak itu terlalu aktif dan
tidak bisa diam. Jadi sbg guru kelas, dia sudah mengajar dengan benar, tapi
anak itu “sulit diatur”. Dituntut harus duduk diam, membaca dan menulis dari
jam 7 pagi sampai jam 12 siang, dan kalau berdiri, atau bicara dgn teman kelas,
berarti dia “anak nakal, dan hiperaktif”.
Anak Indonesia Bukan Robot!
Dalam diskusi antara orang tua dgn 2 guru
kelas, yang mau bahas kemajuan anak yang jauh dari optimal, ada frase menarik
yang muncul berkali2 dari gurunya: “sesuai target”. Artinya, ada kurikulum, ada
target, sekian banyak informasi harus masuk otak anak “sesuai target”. Walaupun
usia anak 7-8 tahun, semuanya harus “sesuai target”.
Dan kalau anak tidak bisa menerimanya “sesuai
target”? Ohh, tidak ada masalah. Bapak dan ibu tolong kirim anaknya ke les,
agar setelah belajar matematika dan bahasa Inggris setiap hari di sekolah, bisa
pulang dan les 3 jam lagi untuk belajar matematika dan bahasa inggris...! (Buat
apa bersekolah?!)
Semua guru seharusnya menjadi “anggota
profesi guru”. Kalau anggota dalam sebuah profesi dituntut melakukan hal yang
dinilai tidak baik dan tidak profesional, maka seharusnya “dilawan” dgn cara
yang baik dan benar, karena memikirkan hasil yg optimal. Bagaimana kl anggota
profesi yang lain disuruh kerja dgn cara yang sama? Apa mereka diam dan terima,
dan asal laksanakan, agar “sesuai target” juga?
Siswa SMK di Semarang Tewas Dikeroyok
Seorang siswa SMK di Semarang tewas setelah
dilempari batu, jatuh dari motor, dikeroyok, dan dihajar dengan kayu dan batu
sampai mati. Kenapa? Mungkin karena ada orang di pinggir jalan yang teriak
“begal”. Itu saja.
Ada saksi yang menduga anak itu dikeroyok
karena beberapa waktu sebelumnya ada begal yang lewat daerah yg sama. Lalu saat
adas rombongan anak muda lewat naik motor, sepertinya ada orang di pinggir
jalan yg teriak “Begal” dan anak2 muda itu diserang, lalu satu jatuh dari motor
dan dibunuh.
Tapi ini terjadi di luar sekolah, jadi
bukan urusan guru. Dan terjadi di luar rumah, jadi bukan urusan orang tua. Dan
sebelum dibunuh, bukan kasus kriminal, jadi bukan urusan polisi. Dan tidak ada
uang yg bisa dicari dari proyek anak muda, jadi bukan urusan pejabat. Dan bukan
anak saya, jadi bukan urusan saya.
Tidak ada masalah kekerasan terhadap anak
Indonesia yg perlu kita pikirkan. Betul? Sekarang, tidak perlu menjadi kriminal
untuk dibunuh di pinggir jalan. Cukup naik motor saja, lewat di waktu yang
“salah”, dan bisa dibunuh oleh masyarakat.... Apa ini sebuah masalah yang perlu
kita perhatikan? Kenapa masyarakat Indonesia menjadi sadis seperti ini?
Wassalam,
Gene Netto
Siswa SMK di Semarang Tewas Dikeroyok,
Keluarga Shock dan Tak Tahu Motifnya
Siswa SMK yang Tewas Dikeroyok secara
Brutal Diduga karena Diteriaki "Begal"
Siswa SD Dikeroyok, Alami Kerusakan Saraf Bagian Belakang dan Lumpuh
Kasus serius. Anak usia 7 tahun, kelas 1 SD, dikeroyok oleh 5 teman sekolah. Menjadi lumpuh. Sepertinya terjadi di sekolah. Kepala sekolah panggil orang tua dari 5 pelaku, dan diselesaikan “secara damai” dgn janji berikan biaya pengobatan. Ternyata tidak.
Kasus2 kekerasan dan kekerasan seks
terhadap anak seharusnya segera dilaporkan ke polisi. Harus ada dokumentasi.
Harus ada visum dokter pas kejadian.
Harus ada info dari saksi yang akurat. Kl menunggu beberapa bulan, dan akhirnya
menjadi kesal karena tidak dapat bantuan yang dijanjikan, maka anak bisa lupa fakta2nya
atau ceritanya bisa berubah banyak.
Berapa banyak anak menjadi korban
kekerasan, dan keluarga (karena tidak paham, dan tidak mau ribet, atau takut
malu) pilih jalan “damai”? Dan hasilnya adalah malah merugikan anaknya, karena
banyak orang tidak menempati janjinya.
-Gene
Sekolah Swasta Adalah Bisnis
FYI: Banyak sekolah swasta yang sangat
mahal adalah BISNIS. Pemilik membicarakan sekolahnya dgn menggunakan istilah
spt “balik modal dalam 4 tahun”, “business and marketing plan” dan “profit”,
bukan “kemajuan siswa” dan “pembangunan
karakter”. Pembicaraan ttg “pendidikan” kalah penting, dibandingkan diskusi ttg
profit dan bisnis.
Seringkali banyak "guru" yang
kerja di sekolah2 swasta spt itu tidak punya gelar pendidikan. Di satu sekolah,
saya dapat kebanyakan guru bergelar psikologi. Cara mengajar sebagian guru
membuat bbrp siswa stress (alias guru itu tidak bisa mengajar). Jadi utk jaga
kondisi mental anak saja mrk jelas tidak mengerti, apalagi urusan pendidikan.
Tapi sekolah spt itu berkembang terus. Orang tua anggap baik karena
fasilitasnya baik dan ada waiting list utk masuk. Tapi dari sisi pendidikan,
ada banyak sekali kelemahan.
NASA Mengambil Foto Sangat Jelas dari Galaxi Andromeda
NASA menggunakan teropong Hubble untuk ambil foto dari Galaxi Andromeda, galaxi
yang paling dekat dgn kita. Satu foto ini dibuat dari 1,5 Milyar pixel.
Andromeda terletak 2 juta tahun cahaya dari kita. Di dalam foto terlihat Andromeda
seluas 40.000 tahun cahaya dan mengandung 100 juta bintang (spt matahari kita).
Dari satu foto ini dibuat video singkat, agar bisa zoom lebih dekat. Setiap titik
cahaya di dalam foto dan video adalah bintang spt matahari, dgn planet2 di
sekitarnya.
Allah menciptakan alam semesta yang sangat
luas ini, orang kafir yang berikan bukti nyata tentang ciptaan Allah, tetapi
umat Islam masih lebhi peduli dgn urusan duniawi spt sibuk korupsi di kantor
agar bisa kaya sendiri, sibuk abaikan anak yatim dan dhuafa yg hidup dalam
kemiskinan, sibuk perang mulut ttg doa qunut dan urusan fiqih yang lain, sibuk
kafirkan sesama Muslim, dan sibuk membuat pemecahan di dalam Islam sendiri.
Apa Allah menciptakan alam semesta dgn
sia-sia? Kapan umat Islam akan bangkit dan melebihi orang non-Muslim dalam
semua bidang?
Wassalam,
Gene Netto
Video: Gigapixels of Andromeda [4K]
NASA Has Just Released The Largest,
Clearest Picture Ever Captured Of Our Universe
Subscribe to:
Posts (Atom)

