Wednesday, April 08, 2009

MURI : PKS Partai 'Terbesar' (di GBK)

Lumayan, sebagai suatu prestasi. Tetapi berhasil mengisi GBK tidak sama dengan memperoleh suara terbesar di Indonesia. -Gene

Muri: PKS Partai 'Terbesar' (di GBK)

Politik
07/04/2009 - 19:59
Djibril Muhammad

INILAH.COM. Jakarta - Keberhasilan PKS 'memutihkan' Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, berbuah pada penghargaan dari MURI. DPW PKS DKI Jakarta bahkan memecahkan rekor sebagai penyelenggara peserta kampanye terbanyak.

"Kita dapat laporan dari Sekneg Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno, peserta kampanye yang ada di dalam tribun tempat duduk sejumlah 87.000 orang, di lapangan sepakbola sejumlah 20.000 orang, sedangkan yang berada di luar gedung 15.000 orang. Sehingga total 122.000 orang," papar Ketua Umum MURI, Jaya Suprana.
Hal tersebut disampaikannya ketika menyerahkan penghargaan berupa rekor MURI kepada PKS sebagai parpol yang dapat mengerahkan massa terbanyak dalam kampanye terbuka, di Cafe D Lounge, Jakarta, Selasa, (7/4).

Menurut Suprana, penghargaan yang diberikan kepada PKS bukan karena kedekatannya dengan mantan Presiden PKS, Hidayat Nur Wahid. Karena dirinya juga berdekatan dengan tokoh-tokoh politik lainnya seperti, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Tapi saya datang karena fakta bahwa memang Gelora Bung Karno pada waktu itu (kampanye terbuka, 30 April) PKS membawa peserta terbanyak," ujarnya.

Sedangkan Ketua DPW PKS, Triwisaksana mengatakan semoga penghargaan MURI tersebut dapat menambah kepercayaan massa dan pendukung PKS. Karena tidak mungkin masyarakat begitu antusian mengikuti kampanye tanpa didahului dengan kerja-kerja nyata PKS.
"Para kaderlah yang patut mendapat penghargaan ini, berkat mereka masyarakat mau ke Gelora Bung Karno tanpa harus dibayar" jelasnya. [jib]

Sumber: Inilah.com

5 comments:

  1. Tanda-tanda PKS bakal menang lagi nih untuk Jakarta. Insya Allah. Amin.

    ReplyDelete
  2. Assalamualikum wr wb

    Semoga aja saudara2ku PKS semakin cepat mengatakan bahwa " sudah saatnya kita mengajak masyarakat menerapkan Syariah", tidak mengulur2 waktu lagi dengan mengatakan " belum saatnya kita bicarakan Syariah". Sejak tahun 1980an sampai sekarang kok masih aja belum saatnya mengkampanyekan syariah, keburu banyak kader dan simpatisan yang meninggal loh, ntar kasihan mereka kalau dihisap mau bilang apa kalau ditanya " kenapa kamu tidak menyeru pada hukum Allah?". hemm serem, mumpung masih hidup ajak2 yang lain ah untuk paham syariah, takutnya besuk udah keburu dikafani kayak tetangga depan rumahku, cuman mo pipis ke kamar mandi eh gak bisa nuruni celana krn tanganya tiba2 kaku, eh 2 jam kemudian meninggal. Takut ah!

    Wassalammualaikum wr wb.

    ardobinardi.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. >>>ntar kasihan mereka kalau dihisap mau bilang apa kalau ditanya " kenapa kamu tidak menyeru pada hukum Allah?"

    Assalamu'alaikum ardo,
    bukan dihisap tapi diHISAB.... jauh banget artinya :)

    ReplyDelete
  4. Trimakasih Mbak Irma atas koreksinya, koreksi juga ya isinya, Tks Wassalam

    ReplyDelete
  5. belum ada efectnya tuh, setelah dan sesudah pemilu sama aja, gmn ni para kader dan simpatisannya.

    Kok dakwahnya kelihatannya cuman pas mau pemilu saja nie gmn? apa udah capek krn ga berhasil2?

    ReplyDelete