Search This Blog

Labels

alam (8) amal (45) anak (315) anak yatim (75) bilingual (21) bisnis dan pelayanan (6) budaya (8) dakwah (84) dhuafa (6) for fun (12) Gene (168) guru (68) hadiths (9) halal-haram (24) Hoax dan Rekayasa (32) hukum (57) hukum islam (51) indonesia (487) islam (541) jakarta (27) kekerasan terhadap anak (371) kesehatan (94) Kisah Dakwah (13) Kisah Sedekah (9) konsultasi (13) kontroversi (5) korupsi (22) KPK (12) Kristen (14) lingkungan (18) mohon bantuan (13) muallaf (49) my books (2) orang tua (11) palestina (33) parenting (2) pemerintah (99) Pemilu 2009 (36) pendidikan (497) pengumuman (23) perang (9) perbandingan agama (12) pernikahan (11) pesantren (48) politik (111) Politik Indonesia (29) Progam Sosial (15) puasa (35) renungan (187) Sejarah (5) sekolah (94) shalat (11) sosial (281) tanya-jawab (15) taubat (6) umum (13) Virus Corona (24)

Popular Posts

27 December, 2012

Buku Cerita Untuk Anak Yatim



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Sekitar 2 minggu yang lalu, saya datang ke Panti Asuhan Anak Yakin di Jati Padang dengan seorang teman, untuk menghibur 20 anak yang tinggal di panti itu (ada 40 lagi di luar panti). Saat berada di ruang besar, saya lihat ada lemari kaca. Saya tanya kepada anak2 apa mereka punya buku. Katanya ada, tapi sedikit. Saya berdiri dan periksa sendiri.

Ternyata buku mereka memang tidak banyak, dan hanya ada beberapa buku yang mengandung pelajaran, seperti buku pintar atau buku sains dan teknologi, dengan sedikit gambar di dalamnya. Tidak ada buku cerita yang bisa dibaca hanya untuk merasa senang membaca. Saya merasa sedih melihat semua anak SD di situ tidak punya buku jadi saya memutuskan untuk cari buku bagi mereka. Saya tulis di Facebook bahwa ada niat beli buku untuk anak yatim di panti, dan alhamdulillah ada beberapa teman yang mau ikut menyumbang agar bisa beli banyak. Terkumpul 3 juta dari beberapa orang.

17 December, 2012

Kurikulum 2013 Ditolak


Penulis : Ester Lince Napitupulu | Senin, 17 Desember 2012
JAKARTA, KOMPAS.com- Forum Komunikasi Peduli Pendidikan Republik Indonesia (FKPPRI), yang beranggotakan pakar, praktisi, dan pengamat pendidikan menolak kurikulum 2013. Perubahan kurikulum dinilai tidak berdasarkan kajian yang menyeluruh.

"Belum ada riset dan evaluasi  yang mendalam dan sungguh-sungguh tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), baik berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi maupun Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan," kata Koordinator FKPPRI Darmin Mbula dalam surat pernyataan sikap yang diterima, Senin (17/12/2012). 

Kurikulum model KTSP yang dikembangkan berdasarkan pedoman dan rambu-rambu yang ditetapkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) menghargai otonomi guru dan sekolah serta keanerakagaman budaya dan konteks setempat.
Kurikulum model KTSP memberi peluang bagi guru dengan harapan model KTSP dapat menjadi pedoman bagi  guru dalam menyusun silabus yang sesuai dengan kondisi sekolah dan potensi daerah masing-masing. Sedangkan kurikulum 2013 jelas tidak menghargai otonomi guru, sekolah, dan daerah.

13 December, 2012

Berniat Memperhatikan Anak Yatim, Malah Diperhatikan




Assalamu’alaikum wr.wb.,
Beberapa hari yang lalu, saya makan bersama anak teman saya yang sudah menjadi anak yatim.
Saya berusaha untuk sering bertemu dengan dia dan ajak pergi kalau saya ada waktu kosong. Hampir setiap minggu diajak jalan, sehingga sekarang kami menjadi cukup akrab.

Beberapa waktu yang lalu, dia tiba-tiba bertanya, “Om Gene suka mobil apa?” Saya asal jawab “BMW” sambil senyum. “Kenapa BMW?” Karena sejak kecil, saya sering dengar BMW itu mobil berkualitas tinggi dan teknologinya bagus, dan saya suka barang berkualitas. Selain itu, BMW juga kelihatan keren kalau lewat di jalan. Kenapa bertanya tentang itu?

Dia jawab. “Om Gene sering ajak saya jalan, tapi tidak punya mobil. Kasihan tidak punya mobil. Jadi saya sudah mendoakan terus agar bisa segera dapat BMW.” Ohh, begitu. Hahaha. Rumah dan uang juga tidak ada, tapi mobil saja yang dia pikirkan. Hahahaa!!.

10 December, 2012

Alangkah Baiknya Kalau Mau Kenal Anak Yatim, Daripada Kasih Ke Panti Saja



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Ada teman yang hubungi saya dan mengatakan merasa malu dengan saya. Dia sudah rutin memberikan santunan kepada panti asuhan, tapi sekarang merasa bahwa apa yang dia lakukan itu kurang, jadi merasa malu karena dia lihat saya mau “turun ke lapangan” untuk bertemu dengan anak yatim dan menghibur mereka secara langsung. Saya jelaskan bahwa dia tidak “salah” dengan memberikan santunan, dan tidak perlu merasa malu dengan saya. Berikut ini penjelasan saya kepadanya:

Pak, tidak perlu merasa malu dengan saya. Dan tidak perlu menunggu program besar yang berikut untuk ikut sama saya pada saat itu. Di dekat rumah anda pasti ada anak yatim juga. Carilah satu saja. Tanya pada pembantu atau tukang ojek kl di dekat rumah ada anak yatim. Ajak anak itu ke rumah pada hari sabtu depan. Tanya ttg kegiatan dia, sekolah, usia berapa, hobi, dll. Ajak dia makan siang bersama dan berikan sedikit santunan kepada dia. Lihat perkembangannya. Kalau merasa cocok dengan dia, ajak dia ke rumah setiap 2-4 minggu untuk terima santunan lagi, dan untuk makan bersama.

Itu tindakan kecil untuk satu-dua anak saja, tapi insya Allah ada manfaat yang besar. Tidak perlu menunggu santunan untuk 200 anak di lokasi yang jauh. Bantu satu anak yang dekat saja dulu. Dan nanti akan terasa sendiri nikmatnya, insya Allah.

Saat Ketemu Anak Yatim, Terbukti Allah “Maha Mengatur”









Assalamu’alaikum wr.wb.,
Pada hari Kamis kemarin, ada teman yang hubungi saya. Dia merasa terinspirasi dari tulisan saya tentang anak yatim, dan ajak saya ikut sama dia untuk main ke panti asuhan. Dia ingin melakukan seperti yang saya sarankan untuk duduk bersama anak yatim dan habiskan waktu bersama mereka. Banyak orang memang baik hati dan dermawan, dan memberikan santunan kepada anak yatim setiap bulan alhamdulillah. Tapi uang itu tidak masuk ke dalam hati anak yatim. Yang membuat mereka senang adalah orang yang mau datang dan menghabiskan waktu bersama mereka (apalagi mengajak mereka jalan ke tempat lain). Kebanyakan orang selalu sibuk, urusan kantor dan keluarga sudah menyita semua waktunya setiap minggu.

Karena diajak cari anak yatim, dan karena teman itu semangat, saya merasa harus antarkan juga, walaupun hari itu sudah ada 3 janji yang lain dan merasa agak capek. Saya sedikit memaksakan diri: untuk anak yatim harus bisa! Saya mulai berpikir, bisa antarkan dia ke panti di mana yang tidak terlalu jauh (Jumat selalu macet). Lalu saya ingat ada panti asuhan di belakang Pejaten Village, antara Pejaten dan Pasar Minggu. Insya Allah tempat itu cocok karena tidak jauh.

Apa Indonesia Bisa Punya Sistem Pendidikan Seperti Finlandia?



Ada yang bertanya kalau pemerintah bisa membuat sistem pendidikan di Indonesia yang sama bagusnya dengan Finlandia (nomor satu di dunia selama beberapa tahun!).
Saya jawab BISA, tapi ada syarat:

Pemerintah sanggup, tapi ada syarat: RAKYAT harus membuat pemerintah peduli. Saat ini, rakyat selalu pesimis, egois, memikirkan diri sendiri dan tidak mau peduli pada tetangga. Di banyak negara seperti Tunisa, Libya, Mesir, dll, rakyat bisa bersatu untuk MENJATUHKAN pemerintah. Di sini, hal itu TIDAK DIBUTUHKAN. Tapi yang dibutuhkan adalah KESATUAN itu. Kalau rakyat bersatu dan mengatakan tidak akan terima partai politik yang tidak punya kebijakan pendidikan berkualitas, maka semua partai politik akan TAKUT. Kalau rakyat bersatu, dan mau demo sejuta orang tua, guru dan siswa di depan Kemendikbud di Senayan dengan tuntutan sistem pendidikan yang berkualitas, atau kalau lebih spesifik, misalnya menuntut agar Ujian Nasional dihapus, maka saya kira pemerintah akan siap mendengar dan siap bertindak. Tapi di Indonesia, KEBANYAKAN ORANG TUA TIDAK MAU BERSATU. Tapi ada banyak yang mau menjadi kaya lewat korupsi agar ANAK MEREKA bisa masuk sekolah swasta dan kuliah di luar negeri. Anak tetangga? Anak miskin? Anak yatim? CUEK SAJA!!!! EMANG GUE PIKIRIN!!!!

Kalau sikap orang tua itu tidak berubah, maka tidak akan terjadi perubahan di negara ini!!!!

06 December, 2012

Tidak Perlu Menjadi Kaya Dulu Untuk Membantu Anak Yatim



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Ada teman dari teman yang hubungi saya, dan katanya punya tim dokter untuk membuat bakti sosial pengobatan gratis. Orang itu diberitahu saya bisa memberikan informasi tentang lokasi yang kira-kira bisa terima bakti sosial dari mereka.

Sekali ketemu anak yatim di Karawang, berbagai macam bantuan mengalir terus sampai sekarang, dari tambahan dana jutaan rupiah, tawaran membuka taman baca, guru yang mencalonkan diri untuk kerja gratis, dan sekarang tawaran pengobatan gratis dari tim dokter.

Kenapa manusia yang mengaku beriman kepada Allah “takut” menghabiskan waktunya untuk peduli pada anak yatim? Tidak harus menjadi orang kaya dulu untuk menjadi bermanfaat bagi anak yatim. Saya sudah jelas sekali bukan orang kaya: tidak punya rumah, tidak punya mobil atau motor, tidak punya barang mewah, tidak punya simpanan harta apapun. Tabungan saya tinggal 19 ribu rupiah pada saat ini. Dan kalau ada yang tidak percaya, saya bisa buktikan.

Tapi dengan usaha yang kecil, waktu yang sedikit, dan niat yang baik, alhamdulillah saya berhasil dapat bantuan yang berlapis-lapis untuk membantu ratusan anak yatim di beberapa lokasi. Padahal saya tidak lahir di Indonesia, tidak punya puluhan saudara yang punya koneksi ke mana-mana, tidak punya kelompok alumni sekolah dan kuliah, tidak pernah ikut arisan, tidak punya kapasitas untuk perintahkan siapapun, dan seterusnya. Tapi dengan doa, niat dan usaha kecil, bisa berhasil membantu anak yatim.

04 December, 2012

Kenapa Harus Takut Kalau Uang Tidak Ada?



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Tadi saya ajak seorang teman ketemu besok untuk makan malam bersama. Saya bilang dia yang harus traktir. Dia ketawa dan bilang tidak punya uang. Saya bilang saya yang akan traktir dia. Dia balas lagi bahwa dia tahu saya tidak punya uang. Dia sudah baca tulisan saya kemarin, Nikmatnya Seharian Dengan Anak Yatim. Hahahaha. Saya jawab lagi bahwa saya selalu punya uang insya Allah. Jadi kalau sekedar traktir makan anak yatim atau teman, insya Allah uang selalu cukup (masih ada sisa dari 1 juta yang diterima kemarin!). Uang dan tabungan sampai habis juga nggak masalah, karena Allah yang berjanji untuk bayar kembali bagi orang yang mau bersedekah. Hanya perlu bersabar saja sampai Allah siap balas kepada saya.

Kalau saya melihat tabungan sudah kosong, sebenarnya saya merasa sedih. Bukan sedih karena tidak punya uang untuk diri sendiri, tapi sedih karena rencana untuk membantu anak yatim harus ditunda. Orang lain simpan ratusan juta sampai milyaran rupiah, kadang tanpa tujuan jelas. Mereka hanya mau merasa “aman” dan tidak mau hidup tanpa harta. Kalau mereka sedang menghemat uang karena perlu beli rumah baru untuk keluarga, bisa dipahami dan tidak salah. Atau menghemat untuk biaya sekolah dan kuliah anak kandung juga bisa dipahami dan tidak salah.

Nikmatnya Seharian Dengan Anak Yatim



Kisah: 500 ribu untuk anak yatim dibalas dgn 1 juta, dalam waktu 1 jam


Assalamu’alaikum wr.wb.,
Pada hari minggu, 3 Desember 2012, saya kembali lagi ke Desa Purwadana di Karawang untuk acara santunan 210 anak yatim dan 170 jompo yang tidak dapat bantuan rutin. Teman saya Ust Muhtadin yang menjadi Ketua MUI di Desa Purwadana (sebuah desa besar dengan 8 ribu kepala keluarga) mengurus semua anak yatim dan jompo itu. Untuk memperhatikan gizi anak2, dia mencari dana untuk potong sapi karena mereka jarang dimakan.

Alhamdulillah kemarin ada tiga teman yang ikut ke sana juga untuk mengantarkan santunan buat anak yatim. Mereka bawa 400 amplop untuk dibagikan. Akhirnya, setiap anak yatim dan jompo dapat dua amplop dan sekantong daging sapi (satu kilo per orang). Sebelum bulan puasa 2012, kami berhasil mendapatkan dana untuk beli dua sapi, yang dagingnya dibagikan untuk sahur pertama. Karena ingin beli sapi lagi, Ust Muhtadin beli ratusan kantong plastik. Temannya bertanya, buat apa beli kantong plastik kalau belum ada sapi? Ust Muhtadin senyum saja, dan jawab, “Sekarang kantong plastik sudah siap, tinggal mencari isinya!” Hahahaha. Dia begitu yakin bahwa Allah akan berikan sapi lagi bagi anak yatim di sana.

27 November, 2012

Dokumenter Pendidikan: “The War on Kids”



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, dari semua dokumenter tentang pendidikan yang pernah saya tonton, ini termasuk yang paling menarik. Sayangnya dalam bahasa Inggris tanpa teks. Tapi gaya bicara semua orang yang menjadi nara sumber tidak terlalu cepat, jadi kalau bisa berbahasa Inggris, coba saja nonton dulu.
Nanti kalau ada waktu, saya mau coba membuat beberapa poin dari setiap bagian sebagai kesimpulan, tapi akan membutuhkan waktu beberapa jam untuk nonton lagi dan ketik poin yang penting. Insya Allah bisa dikerjakan nanti.

Sebagai suatu kesimpulanan garis besar dulu, dalam dokumenter ini ditanyakan dari mana kita dapat konsep sekolah seperti yang sedang berjalan di manca negara. (Contoh yang diberikan di sini dari Amerika, tapi hampir tidak ada bedanya dengan seluruh dunia). Anak masuk sekolah untuk sekian jam, dan apa yang mereka alami di dalamnya tidak jauh beda dengan apa yang dialami oleh orang yang masuk penjara. Bahkan, di dalam penjara, napi bisa lebih bebas lagi, karena pikirannya tidak dikontrol oleh pihak luar, keadaan fisik saja yang dikontrol.

Anak dianggap bermasalah kalau tidak bisa duduk diam selama sekian jam, tanpa banyak bicara, tanpa berbeda pendapat dengan guru atau buku teks. Semua yang perlu diketahui akan diberikan kepada mereka, dan mereka terpaksa berpartisipasi dengan cara yang ditentukan benar oleh pihak sekolah dan pemerintah. Dari mana model sekolah seperti ini? Hasil riset? Sama sekali tidak. Sekolah diciptakan begitu saja ratusan tahun yang lalu, lalu di manca negara semua anak diwajibkan ikut, tanpa ada bukti sama sekali bahwa ini cara yang “terbaik” bagi manusia untuk belajar.

20 November, 2012

Kalau Mau Kasih Kepada Anak Yatim, Jangan Ragu-Ragu!



Assalamu’alaikum wr.wb.,

Kemarin saya kasih 350 ribu kepada seorang anak yatim, karena ada yang dia butuhkan, jadi saya beli. Hari ini saya dapat balasan dari Allah dengan 1 juta dari ceramah, padahal saya (seperti biasa) tidak minta uang dari panitia masjid. Jadi pengeluaran untuk 1 anak yatim dibalas 3 kali lipat dalam waktu 24 jam. Masa ummat Islam tidak mau percaya?

Berkali2 saya ceritakan sebagian kecil dari sedekah saya, di dalam ceramah, di Facebook dan blog, dengan niat dakwah (bukan untuk pamer) tetapi kelihatan masih banyak orang Muslim yang tidak mau yakin dan tidak mau percaya. Setiap hari mengeluh “Kok susah cari uang sekarang ya!” Padahal tidak susah. Hanya susah bagi mereka yang tidak yakin pada Allah. Allah berjanji, uang yang dikeluarkan di jalan-Nya akan dibayar kembali dengan BERLIPAT GANDA. Apa tidak cukup janji dari Allah SWT? Perlu jaminan dari siapa lagi?

13 November, 2012

Kenapa Pemerintah Indonesia Tidak Minta Bantuan Pendidikan Dari Selandia Baru?



Kalau info di bawah ini benar, dan hasil analisis memunjukkan Selandia Baru adalah salah satu negara terkemuka di bidang pendidikan, kenapa pemerintah Indonesia tidak minta bantuan pendidikan dari Selandia Baru saja? (Boleh juga dari negara lain seperti Finlandia, tapi lebih jauh). Selandia Baru adalah tetangga Indonesia, dan punya kurikulum dan proses pendidikan yang terbukti berhasil. (Begitu juga Finlandia, dll.) Jadi kenapa pemerintah harus mengubah kurikulum Indonesia terus, mengabaikan apa yang sudah berhasil di manca negara, dan sepertinya merasa harus membuat segala sesuatu dari nol?

Dalam dunia binis ada pepatah, “Don’t reinvent the wheel!” Terjemahannya, “Roda jangan ciptakan kembali!”, dengan arti roda sudah diciptakan orang lain, jadi diambil dan dipakai saja sistem itu. Jangan buang2 waktu berpikir lagi tentang apa yang akan digunakan di bawah mobil dan kereta untuk membantunya bergerak! Sudah ada roda. Pakai saja.

11 November, 2012

Bakar Sabut Kelapa, Rp 13 Triliun Menguap



Ini bagian yang paling menarik bagi saya:
"Sabut kelapa pada sebagian masyarakat pesisir Indonesia adalah sampah yang harus dimusnahkan, dibuang dan dibakar pada saat musim kemarau. Namun demikian, di tangan orang-orang kreatif, sabut kelapa yang tidak berguna tersebut dapat diolah menjadi bahan industri yang bernilai ekonomi tinggi."


Artinya: orang Indonesia tidak kreatif?
Ada 13 Trilun di depan mata, tapi dibakar begitu saja karena…?
Gene

Bakar Sabut Kelapa, Rp 13 Triliun Menguap
Penulis : Nasrullah Nara | Minggu, 11 November 2012 | 04:33 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) memperkirakan, Indonesia kehilangan potensi pendapatan dari sabut kelapa mencapai Rp13 triliun per tahun.
Angka ini diperoleh dari perhitungan jumlah produksi buah kelapa Indonesai yang mencapai 15 miliar butir per tahun, dan baru dapat diolah sekitar 480 juta butir atau 3,2 persen per tahun. 
Setiap butir sabut kelapa rata-rata menghasilkan serat sabut kelapa atau dalam perdagangan internasional disebut coco fiber sebanyak 0,15 kilogram, dan serbuk sabut kelapa atau coco peat sebanyak 0,39 kilogram.

10 November, 2012

Anak Kecil Bantu 60 Ribu Orang Dapat Air Bersih



Rachel adalah anak perempuan dari Amerika. Pada ulang tahun ke-9, dia ingin melakukan suatu kebaikan untuk orang lain. Dia berusaha mengumpulkan uang untuk membuat sumur air bersih di Afrika untuk membantu warga miskin di desa yang tidak punya air. Dia tidak minta hadiah ulang tahun, tapi kumpulkan uang sumbangan saja. 
Targetnya adalah 300 dolar, tapi dia hanya berhasil dapat 220 dolar. Dia janji pada Ibunya akan berusaha lebih keras pada tahun berikut.
Sebulan kemudian, Rachel wafat dalam kecelakaan mobil.
Info tentang keinginan dan janjinya Rachel tersebar, dan orang lain mulai menyumbang juga. Dalam beberapa bulan, sudah terkumpul 1,2 juta dolar bagi LSM bernama “Charity: Water”.
Pada perayaan satu tahun wafatnya Rachel, ibu dan kakeknya pergi ke Ethiopia untuk melihat sumur yang dibangun dengan uang yang dikumpulkan atas nama Rachel.
Lebih dari 60 ribu orang dibantu, dalam 100 desa/komunitas.

Ini videonya:

Website Charity: Water

06 November, 2012

Bentrokan Di Lampung Adalah Tanda Apa?



Bentrokan Di Lampung Adalah Tanda Apa?

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Bentrokan besar di Lampung Pada akhir Oktober 2012 punya akar yang sangat sederhana. Sekolompok pemuda keturunan Bali mengejek 2 wanita Lampung yang sedang naik motor, sampai wanita itu jatuh dan kena luka ringan. Lalu beredar isu palsu bahwa dua wanita adalah korban pelecehan seksual dari para pemuda keturunan Bali itu. Lalu terjadi bentrokan antara desa, dengan orang Lampung melawan semua orang keturunan Bali. Hasilnya, 13 wafat, ratusan rumah orang Bali dibakar termasuk gedung sekolah juga, dan 1,500 orang terpaksa mengungsi.

Sekitar 2 minggu lalu di Facebook saya bahas konsep “sopan santun” yang tidak nyata di Indonesia (saya bahas sebagai topeng yang menutupi kebenaran). Dan dari itu saya masuk ke masalah antar suku yang juga tidak mau dibahas karena “tidak sopan” untuk membahas hal seperti itu, dan bukan bagian dari “budaya Indonesia” untuk membahas masalah antar suku. (Dan diskusi itu belum selesai, karena masih ada 2-3 poin penting lagi yang belum sempat ditulis). Lalu banyak orang memberikan komentar penuh emosi dan mengatakan tidak ada masalah antar suku di Indonesia, dan kalau saya bilang ada, maka berarti saya agen intel asing yang ingin memecah-belahkan Indonesia. Seminggu kemudian terjadi bentrokan berdarah antar suku di Lampung.

29 October, 2012

Merasa Sedih Melihat Pemotongan Sapi



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Kemarin aku merasa sedih melihat lehernya sapi dipotong, dan habis lihat satu sapi untuk sebentar saja, tidak mau lihat yang lain. Sapi ditarik ke tempat pemotongan. Di sebelah kanan ada sapi lain yang sedang dipotong2, kepalanya sudah putus, dengan beberapa orang memegang kaki sapinya dan orang lain sedang membacok dada sapi dengan kapak. Ada suara keras setiap kali kapak kena tulang dan daging.

Sapi baru harus jalan kaki melewati adegan itu dengan jarak 1-2 meter. Lalu ditaruh di atas tanah yang basah dengan banyak darah (jadi pasti ada bau darah yang tajam di situ). Ekor ditarik2 dengan kasar, tali di hidung ditarik2 dengan kasar, badan didobrak2, sapi berusaha melawan tapi akhirnya kalah dan terbanting di atas darah sapi2 yang sebelumnya. Kepalanya dipegang, dan salah satu tukang maju dan potong lehernya, dengan menggunakan gerakan bolak balik seperti gergaji yang sedang memotong kayu. Setelah mungkin 10-15 detik, dia berdiri dan biarkan sapi gerak sedikit untuk terakhir kalinya.

Saya memperhatikan tukang itu dan berapa orang di sebelahnya. Yang potong leher sapi punya banyak tato di lengan, dan ada 3 orang lagi yang bertatoan, di antara tukang2 yang lain.
Saya kira yang potong leher sapi adalah pengurus atau jemaah dari masjid. Tapi mohon maaf, bagi saya mereka kelihatan seperti sebuah geng preman yang dikasih tugas potong sapi (cuma kesan saja, saya tidak anggap mereka preman).

Lebih Banyak Anak Meninggal Kecelakaan Ketimbang Sakit



Konferensi Anak Indonesia
Tribunnews.com - Senin, 29 Oktober 2012 11:16 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Menurut World Health Organization (WHO), kematian anak akibat kecelakaan lalu lintas di dunia menduduki peringkat pertama, dibandingkan penyakit TBC, malaria, dan HIV-AIDS.
Hal ini yang mendasari Konferensi Anak Indonesia yang digelar Majalah Bobo, Senin (29/10/2012), di Hotel Santika Premiere, Jakarta. Ketua Kurikulum Konferensi Anak Indonesia 2012, Johanna Ernawati, mengatakan konferensi anak Indonesia merupakan event tahunan yang diprakasai Majalah Bobo.

"Konferensi Anak Indonesia ini sebagai wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan pikiran dan pendapat mereka tentang permasalahan yang berkaitan kehidupan mereka termasuk keselamatan di jalan," ujar Johanna. Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pekerjaan Umum, Agus Widjanarko mengungkapkan bahwa angka kematian orang di Indonesia menduduki peringkat ketiga, setelah jantung dan stroke. Pemerintah melali Kementerian PU telah berupaya mengurangi angka kecelakaan di jalan. Kementerian PU mengambil langkah-langkah keselamatan jalan raya dan manajemen jalan dengan standar teknik, guna menekan angka kecelakaan.

"Kami terus melakukan audit, terutama jalan-jalan yang sering mengalami kecelakaan, yang tersebar di 70 lokasi," ujar Agus. Kementerian PU sebagai institusi yang bertanggungjawab terhadap jalan di Indonesia peduli terhadap kejadian di jalanan. Pemeliharaan jalan terus diawasi, agar kondisi jalan maksimal.

Konferensi Anak Indonesia, akan melibatkan anak-anak untuk membahas keselamatan di jalan. Melalui karya tulis, mereka mengirim tulisan ke Redaksi Majalah Bobo, tentang keselamatan anak di jalan, kekhawatiran perilaku berlalu lintas orang dewasa yang membahayakan keselamatan anak, dan lainnya. Setelah melalui seleksi, terpilih anak-anak yang berhak mengikuti konferensi Anak Indonesia 2012 yang berlangsung 4-9 November 2012.

Rangkaian kegiatan Konferensi Anak Indonesia 2012 akan didahului seminar untuk public tentang keselamatan anak di jalan dan sekolah pada Senin 29 Oktober 2012 di Hotel Santika Permiere. (Agustina N.R) 


Sumber: tribunnews.com

Tiap Jam Dua Anak Indonesia Tewas Kecelakaan. Ya Tuhan!



Konferensi Anak Indonesia
Tribunnews.com - Senin, 29 Oktober 2012 11:22 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Dalam gelaran Konferensi Anak (KAI) 2012 dengan tema "Keselamatanku di Jalan, Keselamatanku di Sekolah" dipaparkan bahwa anak-anak masih menjadi korban kecelakaan di jalan, Senin (29/10/2012), di Santika Premiere Hotel, Jakarta. Menurut data dari Kepolisian tahun 2010, sebanyak 48.936 orang (0 - 19 tahun) mengalami kecelakaan di jalan. Penyebab kecelakaan dikarenakan kondisi infrastruktur, kondisi kendaraan, dan perilaku pengemudi.

Korlantas Irjend Pol Pudji Hartanto menjelaskan bahwa saat ini dalam satu hari, korban kecelakaan lalu lintas di Indonesia mencapai 70 - 80 orang meninggal. Jika dihitung per jam, sekitar 2 - 3 orang meninggal. Sedangkan data pada 2011 ada 31.185 korban meninggal dunia akibat kecelakaan. Korban berusia 5 - 29 tahun menduduki peringkat pertama dan usia 5 - 14 tahun menduduki peringkat kedua. "Ketika bayi dan balita, mereka berisiko terkena penyakit menular. Bertambah usia 15 -19 tahun kecelakaan menjadi pembunuh utama," ujar Yogadhita Gde perwakilan dari World Health Organization (WHO).

Yogadhita mengamati anak-anak masih dibiarkan orangtuanya mengemudi motor di jalan, tanpa menghiraukan risiko, yang terkait keterampilan maupun tanpa dilengkapi Surat Ijin Mengemudi (SIM). Hal ini terjadi baik di desa maupun kota besar. Melalui KAI, anak-anak perlu dididik sejak dini tentang keselamatan lalu lintas. Hal ini berguna untuk dirinya sendiri dan si anak dapat menegur teman, saudara, atau orangtua yang melanggar lalu lintas. (Agustina N.R) 



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...