Assalamu’alaikum wr.wb.,
Saya ditanyakan kalau ada kasus anak umur 8 tahun yang membunuh
temannya, maka siapa yang bersalah. Saya berusaha menjawab sebagai berikut:
Menurut saya ada beberapa lapisan dalam perkara seperti ini,
jadi tidak ada satu pihak yang “bersalah”. Orang tuanya seperti apa? Mungkin
mereka kerja keras dengan gaji yang tidak cukup, pulang malam, ribut tentang
keuangan terus, sehingga waktu untuk membina akhlak anak mereka tidak cukup. Karena
mereka stres dalam kehidupan sehari2, maka mereka keras dan kejam dalam cara
bicara dan bersikap terhadap anak mereka. Jadi di dalam rumah, anak ini sudah
dekat dengan kekerasan. Dan bantuan untuk orang tuanya sangat minim, baik dari
pemerintah (iklan, tempat konseling, bantuan sosial), dari masyarakat (ustadz, orang
yang bijaksana, tempat bermain bagi anak), dan dari keluarga sendiri (om,
tante, sepupu yang lebih tua). Semuanya punya peran dalam membantu dan mendidik
seorang anak.
Dalam bahasa Inggris sekarang, ada suatu pepatah yang makin
terkenal: “It takes a village to raise a child” (Dibutuhkan sebuah desa untuk
membesarkan seorang anak). Intinya pepatah itu, banyak sekali orang berperan
dalam mendidik satu anak dan membantunya dapat akhlak yang mulia. Jadi bukan
peran orang tua saja, bukan peran guru saja.