Thursday, April 09, 2015

Pernyataan Tentang Kekerasan & Kekerasan Seks Terhadap Anak



1.    Dari 6 bulan yg lalu, saya sengaja cari berita kekerasan dan kekerasan seks terhadap anak Indonesia setiap hari. Saya dpt kesan fenomena ini makin buruk, dan cari buktinya. Saya berikan semua bukti itu di group guru.
2.    Dari paling awal saya ajak teman2 guru bersatu utk mencari solusi scr bersamaan. Saya selalu jelaskan saya tidak punya solusinya. Sedikit yg komentar.
3.    Saya berikan bukti contoh kekerasan dari berita. Saya ajak teman2 bersatu lagi. Sedikit yg komentar.
4.    Saya bilang dibutuhkan solusi sistemik yg berbasis pendidikan. Sedikit yg komentar.
5.    Saya tidak pernah bilang kondisi ini disebabkan “kesalahan guru” dan tidak terjadi di sekolah (kebanyakan di luar). Saya minta teman2 guru perhatikan hal ini sebagai ahli pendidikan yg peduli pada isu pendidikan. Sedikit yg komentar.
6.    Kl siswa berbuat begitu, saya minta kita introspeksi, bertanya kenapa bisa dpt hasil itu dr sistem pendidikan kita. Apa bisa diperbaiki? Sedikit yg komentar.
7.    Berkali2 saya berikan komentar motivasi, minta teman2 guru bersatu, berjuang, mencari solusi, agar semua anak Indonesia bisa selamat. Sedikit yg komentar.
8.    Saya bertindak sendiri, bicara dgn KPAI, Komnas Perlindungan Anak, staf Mendikbud, MUI Pusat, psikolog, Ibu Elly Risman, dll. Saya ajak semua bersatu utk bikin “Forum Dikusi Nasional Tentang Kekerasan Terhadap Anak”. Semuanya setuju. Saya jelaskan hal itu di group ini. Sedikit yg komentar.
9.    Saya semangatkan teman2 guru lagi, dan terus berikan bukti berita pilihan agar semuanya pahami apa yg sedang terjadi, di semua wilayah. Sedikit yg komentar.
10. Akhirnya saya dimarahi oleh sekelompok teman guru dan disuruh berhenti bahas topik itu. BANYAK teman guru yang tiba2 berkomentar.
 
Hasilnya dari usaha saya?
1.    Saya ditegor banyak guru, disuruh jangan berikan “berita negatif”. Harus berikan berita positif yang menghibur hati guru.
2.    Saya disuruh “berhenti menyalahkan dan mengritik guru”.
3.    Dikatakan semua guru sudah tahu ttg fenomena kekerasan dan kekerasan seks.
4.    Saya disuruh berikan solusi (padahal saya selalu bilang saya tidak tahu, dan malah mencari bantuan dan masukan dari teman2 guru Indonesia yg lebih dekat dgn siswanya).
5.    Saya disuruh bertindak sendiri dan mewujudkan solusi dari saya, agar 80 juta anak Indonesia di 33 propinsi bisa diselamatkan oleh Gene Netto. Tiga juta guru tidak perlu punya peran aktif selain apa yang sudah dilakukan di kelas masing2.

Contoh berita yang saya perhatikan?
1.    Siswi SMP diperkosa bergilir oleh 14 anak SMA.
2.    Dua anak usia 5 dan 6 tahun disodomi anak tetangga usia 10 tahun
3.    Anak usia 4 tahun diperkosa anak tetangga usia 8 tahun.
4.    Siswi SMK dicecik sampai mati, diperkosa bergilir oleh 3 pemuda, lalu mayatnya dibakar.
5.    Dan banyak contoh serupa. Coba cari berita spt itu di negara2 lain, yang bukan di zona perang, bukan “negara gagal” tanpa sistem hukum dan pemerintah. Setiap minggu, ada berita baru lagi di sini yg setara.
6.    Dgn kata kunci “diperkosa”, hampir semua berita yg muncul dari Google setiap hari berkaitan dengan ANAK yg dikerkosa, bukan wanita dewasa (spt di manca negara). Kenapa?

Apa benar semua teman guru sudah tahu ttg hal2 ini sebelum saya sebarkan berita itu? Apa ini “hal yang biasa” untuk Indonesia? Saya yg minta teman2 guru bersatu untuk mencari solusi, tapi malah dijadikan tanggung jawab saya sebagai orang asing utk berikan solusi itu? Dan saya sendiri yg harus wujudkan solusi itu untuk kepentingan 80 juta anak, 100 juta orang tua dan 3 juta guru? Dan peran guru sebatas “jaga anak di kelas masing2”? Betul begitu?
Untuk menghormati teman2 guru di group ini yang tidak mau bahas kekerasan dan kekerasan seks terhadap anak indonesia, saya akan berhenti membahas topik itu di group guru ini. Saya berdoa dan berharap semua anak Indonesia bisa selamat.
Wassalam,
Gene Netto

No comments:

Post a Comment