Tuesday, October 29, 2019

Nadiem Punya Konsep Sendiri: Bahasa Inggris Wajib?

[Komentar]: Kalau dilihat dari video ini sepertinya Nadiem punya konsep sendiri tentang pendidikan yang lebih cocok dengan arah dunia ke depan.

[Gene]: Lihat poin pertama, Bahasa Inggris wajib dari SD. Mungkin banyak orang senang. Tapi mohon maaf, saya seorang "guru bahasa asing" yang resmi dan terdaftar dengan pemerintah di Australia. Saya masih belajar dan membaca riset sampai sekarang (sudah 25 tahun). Kalau mau mewajibkan bahasa Inggris dari SD, ada BANYAK hal yang perlu diperhitungkan. Sekarang, saya bertanya, coba anda menjawab:

1.    Apa ada kemampuan guru Indonesia untuk mendidik 50 juta siswa dalam bahasa Inggris, sampai lancar? Ingat guru anda dulu, berikan nilai dari 1-10. Berapa persen guru sanggup mengajar bahasa Inggris?
2.    Dalam pelatihan "guru bahasa Inggris" di DKI, saya diminta bicara dalam bahasa Indonesia, karena guru2 itu mengaku tidak mengerti bahasa Inggris. Berapa persen dari guru bahasa Inggris tidak mengerti bahasa Inggris?
3.    Kalau guru bahasa Inggris belum berkualitas, perlu dilatih. Siapa yang akan melatih ratusan ribu guru itu? Dengan program apa?
4.    Siapa yang akan bayar untuk penyewaan tempat, listrik, konsumsi, sertifikat, dll. dalam pelatihan itu? Pemerintah? Guru? Sekolah? Harganya berapa?
5.    Perlu pelatihan berapa tahun sampai ratusan ribu guru dijamin lancar dan sanggup mengajar? Berapa kali pelatihan? 10? 50? 100? Di jam sekolah? Di waktu libur? Guru diliburkan utk ikut pelatihan? Penggantinya siapa?
6.    Jumlah pelatih ada berapa? Satu pelatih bisa melatih berapa orang? Para pelatih itu harus keliling Indonesia untuk puluhan tahun? Atau 5 tahun saja, sampai ganti menteri?
7.    Apa yang akan terjadi terhadap bahasa daerah? Di rumah pakai bahasa (A) dengan ibu, dan di sekolah wajib pakai bahasa Indonesia (B) dan bahasa Inggris (C). Apa pengaruh sosialnya kalau orang tua dan kakek nenek tidak mengerti bahasa Inggris, dan kurang lancar dalam bahasa Indonesia? Riset tentang pengaruh bahasa asing terhadap hubungan sosial antar generasi mengatakan apa? Apa pengaruhnya terhadap identitas negara dan budaya? Bagaimana kalau anak anggap orang tua sendiri "kampungan" karena tidak lancar dalam bahasa Inggris? Dampak sosialnya apa? Bagaimana kalau 80% bahasa daerah punah?
8.    Riset mengatakan apa tentang cara mendapatkan bahasa asing? Sebaiknya dimulai dari usia apa? Sejak dini, sebelum anak bisa membaca dan menulis? Atau menunggu lancar dalam bahasa Indonesia dan bisa membaca dan menulis? Apa pengaruhnya dari dua sistem yang bertentangan itu di jangka panjang?

Mau saya teruskan dengan 100 pertanyaan lagi? Ini BUKAN perkara sederhana. Riset terhadap anak "bilingual" sangat banyak. (Dan itu hanya bahas dua bahasa saja.) Hasilnya bervariasi dan masih diperdebatkan di kalangan ahli bahasa dan ahli sosial sampai sekarang. "Dasar" dari seorang manusia adalah bahasa karena semuanya berasal dari bahasa. (Coba jelaskan "Tuhan" kepada anak yang tuli. Mau katakan apa?)

Jadi, kalau anda senang melihat presentasi "bahasa Inggris wajib dari SD" dari seorang ahli bisnis, mohon maaf, saya hanya bisa gelengkan kepala. Mungkin anda setuju. Tapi tolong dipahami bahwa anda setuju karena belum pernah pelajari riset tentang tata cara belajar bahasa asing. Jadi tidak mengerti dampak luasnya terhadap budaya, hubungan sosial, dan perkembangan kognitif (cara berpikir). Mungkin banyak orang akan terlibat dalam pembuatan program baru itu. Tapi apa mereka akan membahas pertanyaan2 di atas? Atau hanya bergembira karena ada dana "proyek bahasa asing"? Dan nanti menteri berikutnya akan mengubah semuanya lagi! Tolong berpikir lagi.
-Gene Netto

Presentasi MENDIKBUD (NADIEM MAKARIM) : Pengembangan SDM Indonesia dan Revolusi Mental

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...