[Komentar]: Kalau dilihat dari video ini sepertinya Nadiem punya konsep sendiri tentang pendidikan yang lebih cocok dengan arah dunia ke depan.
[Gene]: Lihat poin pertama, Bahasa Inggris wajib dari SD. Mungkin banyak orang senang. Tapi mohon maaf, saya seorang "guru bahasa asing" yang resmi dan terdaftar dengan pemerintah di Australia. Saya masih belajar dan membaca riset sampai sekarang (sudah 25 tahun). Kalau mau mewajibkan bahasa Inggris dari SD, ada BANYAK hal yang perlu diperhitungkan. Sekarang, saya bertanya, coba anda menjawab:
1. Apa ada kemampuan guru Indonesia untuk mendidik 50 juta siswa dalam bahasa Inggris, sampai lancar? Ingat guru anda dulu, berikan nilai dari 1-10. Berapa persen guru sanggup mengajar bahasa Inggris?
2. Dalam pelatihan "guru bahasa Inggris" di DKI, saya diminta bicara dalam bahasa Indonesia, karena guru2 itu mengaku tidak mengerti bahasa Inggris. Berapa persen dari guru bahasa Inggris tidak mengerti bahasa Inggris?
3. Kalau guru bahasa Inggris belum berkualitas, perlu dilatih. Siapa yang akan melatih ratusan ribu guru itu? Dengan program apa?
4. Siapa yang akan bayar untuk penyewaan tempat, listrik, konsumsi, sertifikat, dll. dalam pelatihan itu? Pemerintah? Guru? Sekolah? Harganya berapa?
5. Perlu pelatihan berapa tahun sampai ratusan ribu guru dijamin lancar dan sanggup mengajar? Berapa kali pelatihan? 10? 50? 100? Di jam sekolah? Di waktu libur? Guru diliburkan utk ikut pelatihan? Penggantinya siapa?
6. Jumlah pelatih ada berapa? Satu pelatih bisa melatih berapa orang? Para pelatih itu harus keliling Indonesia untuk puluhan tahun? Atau 5 tahun saja, sampai ganti menteri?
7. Apa yang akan terjadi terhadap bahasa daerah? Di rumah pakai bahasa (A) dengan ibu, dan di sekolah wajib pakai bahasa Indonesia (B) dan bahasa Inggris (C). Apa pengaruh sosialnya kalau orang tua dan kakek nenek tidak mengerti bahasa Inggris, dan kurang lancar dalam bahasa Indonesia? Riset tentang pengaruh bahasa asing terhadap hubungan sosial antar generasi mengatakan apa? Apa pengaruhnya terhadap identitas negara dan budaya? Bagaimana kalau anak anggap orang tua sendiri "kampungan" karena tidak lancar dalam bahasa Inggris? Dampak sosialnya apa? Bagaimana kalau 80% bahasa daerah punah?
8. Riset mengatakan apa tentang cara mendapatkan bahasa asing? Sebaiknya dimulai dari usia apa? Sejak dini, sebelum anak bisa membaca dan menulis? Atau menunggu lancar dalam bahasa Indonesia dan bisa membaca dan menulis? Apa pengaruhnya dari dua sistem yang bertentangan itu di jangka panjang?
Mau saya teruskan dengan 100 pertanyaan lagi? Ini BUKAN perkara sederhana. Riset terhadap anak "bilingual" sangat banyak. (Dan itu hanya bahas dua bahasa saja.) Hasilnya bervariasi dan masih diperdebatkan di kalangan ahli bahasa dan ahli sosial sampai sekarang. "Dasar" dari seorang manusia adalah bahasa karena semuanya berasal dari bahasa. (Coba jelaskan "Tuhan" kepada anak yang tuli. Mau katakan apa?)
Jadi, kalau anda senang melihat presentasi "bahasa Inggris wajib dari SD" dari seorang ahli bisnis, mohon maaf, saya hanya bisa gelengkan kepala. Mungkin anda setuju. Tapi tolong dipahami bahwa anda setuju karena belum pernah pelajari riset tentang tata cara belajar bahasa asing. Jadi tidak mengerti dampak luasnya terhadap budaya, hubungan sosial, dan perkembangan kognitif (cara berpikir). Mungkin banyak orang akan terlibat dalam pembuatan program baru itu. Tapi apa mereka akan membahas pertanyaan2 di atas? Atau hanya bergembira karena ada dana "proyek bahasa asing"? Dan nanti menteri berikutnya akan mengubah semuanya lagi! Tolong berpikir lagi.
-Gene Netto
Presentasi MENDIKBUD (NADIEM MAKARIM) : Pengembangan SDM Indonesia dan Revolusi Mental
Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(45)
anak
(315)
anak yatim
(75)
bilingual
(21)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(85)
dhuafa
(6)
for fun
(12)
Gene
(168)
guru
(68)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(32)
hukum
(57)
hukum islam
(52)
indonesia
(487)
islam
(543)
jakarta
(27)
kekerasan terhadap anak
(371)
kesehatan
(94)
Kisah Dakwah
(13)
Kisah Sedekah
(9)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(22)
KPK
(12)
Kristen
(14)
lingkungan
(18)
mohon bantuan
(13)
muallaf
(51)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(33)
parenting
(2)
pemerintah
(99)
Pemilu 2009
(36)
pendidikan
(497)
pengumuman
(23)
perang
(9)
perbandingan agama
(12)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(111)
Politik Indonesia
(29)
Progam Sosial
(15)
puasa
(35)
renungan
(188)
Sejarah
(5)
sekolah
(94)
shalat
(11)
sosial
(281)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
Pertanyaan Assalamu'alaikum wr.wb., Saya mau bertanya kalau orang Muslim boleh mendoakan orang non-Muslim? Kalau ada teman atau sauda...
-
Assalamu’alaikum wr.wb.,Bismillah hirrahman nirrahim. Di sering menyatakan bahwa saya belum menemukan sekolah Islam yang bagus di...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Dari tahun kemarin ada kabar dari teman2 tentang Peraturan Menteri baru, yang mempersulit guru asing yang mau...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Sumber: Era Muslim Assalamualikum wr. wb. Ustadz, ada teman saya non muslim menanyakan kenapa dalam Islam babi itu haram dimakan? ...
-
Hukum Mengucapkan Selamat Natal Assalamu’alaikum wr.wb., Ucapan “Selamat Natal” ditentukan haram oleh sebagian besar ulama di manca...
-
Site Blocker Free Download Home: Ahlul on the Web Ahlul Fadish Resha, seorang mahasiswa di UGM, Yogya, telah menciptakan sebua...
-
[email dari orang tua di milis pendidikan] Dear all, Saya orang tua murid kelas-1 yg anaknya bersekolah di salah satu SD swasta Islam di Ban...
-
Assalamu'alaikum wr.wb., Sudah berkali-kali, baik dalam post di blog, maupun dalam pertemuan atau ceramah, saya memberikan peringatan k...
-
Sabtu, 6 Okt 07 14:50 WIB Assalamu'alaikum Ustadz, Saya ingin menanyakantentang pemakaian Jilbab oleh muslimah, karena beberapa ...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment