Monday, October 21, 2019

Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung Adik-adiknya

Awalnya, saya hanya baca berita ini karena judulnya. Bapak dan ibu sama2 wafat digigit ular. Saya kira di waktu yang sama, tapi ternyata bapak sudah wafat 1,5 tahun yang lalu dan ibu baru wafat minggu kemarin. Kondisi itu sangat luar biasa. Setelah baca beritanya, saya hanya bisa fokus pada satu kalimat saja: "Heri mengaku sejak ayahnya meninggal dunia, ia memutuskan berhenti sekolah karena tidak ingin menjadi beban keluarga, apalagi ibunya tidak bekerja."

Ini kondisi nyata bagi anak yatim di Indonesia. Ketika pemerintah sibuk dengan pembangunan infrastruktur di mana2, anak yatim hidup dalam kesulitan. Tidak ada bantuan dari pemerintah untuk janda dan anak yatim. Anak yatim berhenti sekolah, pemerintah cuek saja. Anak yatim hidup dalam kemiskinan, pemerintah cuek saja. Ternyata anak yatim hanya bisa berharap akan dapat sedikit sedekah dari orang kaya di bulan puasa. Selain itu, mereka harus berusaha tahan hidup dalam keadaan malang. Ada jaminan masuk surga berdua dengan Rasulullah SAW bagi orang Muslim yang sayangi dan santuni anak yatim. Sayangnya para pemimpin negara yang Muslim lebih peduli pada deposito dan kekuasaan mereka.
-Gene Netto

Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung Adik-adiknya
Kompas.com - 18/10/2019, CIANJUR, KOMPAS.com - Heri Misbahudin (17), seorang remaja asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat kini harus tampil sebagai tulang punggung sekaligus kepala keluarga bagi ketiga adiknya pasca ditinggal pergi kedua orangtuanya. Sang ibu, Nuryani (38) baru saja meninggal dunia sepekan lalu, sementara ayahnya, Maksum (45) meninggal sekitar 1,5 tahun lalu.
https://regional.kompas.com

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...