Search This Blog

Labels

alam (8) amal (45) anak (315) anak yatim (75) bilingual (21) bisnis dan pelayanan (6) budaya (8) dakwah (84) dhuafa (6) for fun (12) Gene (168) guru (68) hadiths (9) halal-haram (24) Hoax dan Rekayasa (32) hukum (57) hukum islam (51) indonesia (487) islam (541) jakarta (27) kekerasan terhadap anak (371) kesehatan (94) Kisah Dakwah (13) Kisah Sedekah (9) konsultasi (13) kontroversi (5) korupsi (22) KPK (12) Kristen (14) lingkungan (18) mohon bantuan (13) muallaf (49) my books (2) orang tua (11) palestina (33) parenting (2) pemerintah (99) Pemilu 2009 (36) pendidikan (497) pengumuman (23) perang (9) perbandingan agama (12) pernikahan (11) pesantren (48) politik (111) Politik Indonesia (29) Progam Sosial (15) puasa (35) renungan (187) Sejarah (5) sekolah (94) shalat (11) sosial (281) tanya-jawab (15) taubat (6) umum (13) Virus Corona (24)

Popular Posts

25 May, 2009

Parpol Besar Diduga Manipulasi Laporan Dana Kampanye

Senin, 25/05/2009 20:53 WIB
Shohib Masykur - detikPemilu
Jakarta - Beberapa parpol besar ditengarai memanipulasi laporan dana kampanye. Hal ini terlihat dari adanya selisih antara dana yang dilaporkan ke KPU dengan belanja aktual parpol di media massa.

"Dari data yang dikumpulkan dan dilaporkan masyarakat ke ICW, ditemukan indikasi manipulasi laporan dana kampanye," kata peneliti ICW Ibrahim Fahmi Badoh dalam jumpa pers di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2009).

Berdasarkan data yang dikumpulkan ICW, terjadi selisih cukup besar antara laporan dana kampanye parpol dengan belanja riil. 6 Parpol besar terindikasi tidak menyerahkan laporan yang sebenarnya, yakni Partai Golkar, PKS, PDIP, PPP, PAN, dan Hanura.

Belanja aktual Golkar adalah Rp 277,2 miliar, sedangkan laporannya hanya 142,9 miliar (selisih Rp 134,3 miliar). Adapun belanja aktual PDIP adalah Rp 102,8 miliar, namun di laporan hanya ditulis Rp 7,2 miliar (selisih 95,6 miliar).

Belanja aktual PAN mencapai Rp 71 miliar, sedangkan laporannya hanya 17,8 miliar (selisih Rp 53,2 miliar). Adapun belanja PKS mencapai Rp 74,6 miliar, tetapi laporannya hanya Rp 36,2 miliar (selisih Rp 38,3 miliar).

Belanja aktual PPP sebesar Rp 40,3 miliar, namun di laporan hanya ditampilkan Rp Rp 3,6 miliar (selisih Rp 36,6 miliar). Adapun Hanura membelanjakan Rp 44,7 miliar, namun di laporan hanya dicantumkan Rp 19,1 miliar (selisih 25,5 miliar).

"Selisih ini makin memperkuat perlunya laporan audit dana kampanye dibuka ke publik," imbuh Fahmi.

Sedangkan Partai Demokrat dan Gerindra dianggap tidak memanipulasi laporan, karena dana iklan masih berada di bawah jumlah laporan. Belanja aktual Partai Demokrat Rp 214,4 miliar dilaporkan Rp 234,6 miliar. Partai Gerindra belanja aktualnya Rp 151,2 miliar, dilaporkan Rp 308,7 miliar. ( sho / rdf )

Sumber: Pemilu.detiknews.com

Info Kost bagi Perempuan di Tebet Barat

Kost khusus perempuan

Kamar berAC: 800rb per bulan ( ada 2 kamar)

Kamar tanpa AC: 600rb per bulan (ada 2 kamar)

Alamat:
Jl. Tebet Barat Dalam IA, No. 23
Tebet Barat Dalam

(Di belakang McDonalds Tebet).


Untuk info lebih lanjut, hubungi :

Pak Lukman di 021 829 5155

24 May, 2009

Britain’s Got Talent : Amazing Dancer

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Kalau suka acara Britain’s Got Talent, coba lihat ini. Anak ini berumur 11 tahun. Lihat koordinasi tubuhnya. Dan dia belajar ini sendiri, tanpa ada yang mengajarkannya.

Aiden Davis - Britain's Got Talent - Show 6

Tunggu saja sampai selesai, dan dengarkan komentar dari Simon Cowell. Sungguh luar biasa anak kecil bisa menunjukkan bakat seperti ini. Mungkin bisa jadi pemenang nanti.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,

22 May, 2009

Buku saya belum selesai

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Masalah seperti ini (Bab 1 dari buku saya menjadi copyright orang lain?) tidak perlu dipersoalkan. Sudah terjadi dengan majalah beberapa kali (3-4 kali). Saya diwawancarai oleh wartawan majalah, dan setelah artikel itu terbit, ternyata hampir semuanya (dan juga pernah semuanya) adalah Bab1 dari buku saya. Ini baru pertama kali masuk buku.

Saya tidak mau buang waktu dengan protes terhadap perkara kecil seperti ini. Masih banyak tugas saya yang lebih utama. Awalnya saya pasang bab 1 di blog, sekitar 1,5 tahun yang lalu, adalah untuk melihat kalau ada yang tertarik pada isinya (karena saya belum punya nama sebagai penulis). Alasan kedua, karena saya malas ceritakan kembali bagaimana saya menjadi Muslim kepada semua orang baru, yang selalu menanyakan hal yang sama kepada saya. Sekarang, setiap email yg masuk dengan pertanyaan itu, saya kasih link ke Bab 1 di blog aja. Jadi tidak perlu dijelaskan lagi.

Ada yang bertanya kenapa saya tidak kerja full time untuk menulis buku dari dulu, biar cepat selesai. Kalau bisa begitu, dan tidak harus kerja di perusahaan lain untuk mendapat visa kerja dan gaji, mungkin enak. Tetapi untuk orang asing yang mau tinggal di sini, harus ada sponsor yang berikan visa kerja. Jadi orang bule tidak bisa sebebas itu.

Dan dari tahun kemarin ada banyak halangan juga. Komputer saya rusak. Listrik di rumah jadi bermasalah. Saya sakit 3 minggu di bulan Desember. Orang lain minta bantuan editing buku/teks mereka dengan cepat. Saya keluar kota, bantu orang lain dengan masalahnya, dan juga balas ratusan sampai ribuan email dari orang yang minta tolong setiap minggu. Jadi tidak segampang “kerja lebih cepat saja!”

Dan karena masih belum terbit, saya merasakan hikmahnya juga, karena dalam proses mempelajari teks yang sudah saya anggap “final”, saya malah dapat ide baru atau melihat suatu kekurangan di dalam teksnya yang bisa diperbaiki sekarang. Mungkin perlu ditambah 3-4 paragraf baru supaya makna dari teks sesudahnya lebih jelas. Ada juga bagian di mana saya dapat ide untuk menambahkan suatu contoh yang belum ada sebelumnya, yang terasa lebih tepat dan tajam untuk mendukung argumentasi saya. Jadi, insya Allah ada juga hikmah di balik buku yang sudah sering ditunda ini.

Dan karena saya bicarakan 2 agama terbesar di dunia, dengan jumlah pengikut sekitar 2,5 milyar orang, saya tidak mau terbitkan buku yang mengandung banyak kesalahan karena kalau terbit seperti itu, pasti dihujani dengan kritikan dan komplain dari orang lain (dan saya akan terpaksa mengaku bahwa mereka benar). Berarti untuk menghindari kejadian seperti itu, saya harus memilih kata-kata yang mau digunakan dengan sangat hati-hati karena takut salah. Percuma kalau baru terbit dan harus ditarik dari peredaran karena mengandung suatu kesalahan besar di dalam teksnya. Jadi semua perlu dicek secara teliti, biar nanti tinggal cetak ulang saja tanpa harus direvisi terus.

(Pernah terjadi, waktu saya periksa teks yang sudah selesai, saya ketemu suatu kesalahan yang tidak terlihat sebelumnya oleh saya, penerjemah, dan bahkan editor: di tengah suatu penjelasan yang cukup rumit, ada satu frase yang mengatakan “… dan Yesus jelas-jelas merupakan Tuhan…” – kata TIDAK menjadi hilang dalam proses editing, secara tidak sengaja. Mestinya: “… dan Yesus jelas-jelas TIDAK merupakan Tuhan…” Itu suatu kesalahan kecil, tetapi bisa membuat kami malu sekali kalau sudah terbit seperti itu.

Oleh karena itu, saya juga sangat aktif menjaga proses terjemahan (bersama dengan Penerjemah dan Editor saya), karena sering terjadi perubahan makna dari bahasa Inggris. Untuk penulis yang lain, ini pasti tidak menjadi masalah karena kebanyakan orang tidak bisa menjaga teks dalam 2 bahasa sekaligus. Kebanyakan orang hanya menulis dan serahkan ke penerbit, tanpa bisa kontrol terjemahan. Tetapi karena saya berharap buku ini bermanfaat untuk banyak orang, saya tidak mau ada teks dalam bahasa Indonesia yang membingungkan karena kesalahan penerjemahan, atau karena si penerjemah salah paham arti dari teks aslinya.

Semua itu membuat prosesnya panjang. Apalagi saya tidak bebas untuk mengerjakan teksnya setiap hari kalau ada banyak perkara lain yang juga perlu ditangani.

Dari buku pertama ini, sekitar 8 bab (dari 11) sudah 100% final. Dan saya masih mengedit 3 bab terakhir, dengan juga menambahkan sedikit teks baru. Hanya sedikit lagi yg dibutuhkan. Tetapi setiap kali ada halangan untuk beberapa hari sampai beberapa minggu, saya jadi lupa semua yang dikerjakan sebelumnya, dan harus dipelajari lagi supaya tidak salah. Sekarang saja, saya sudah tidak buka file buku untuk sekitar 2 minggu karena sibuk dengan yang lain. Baru mau mulai lagi hari ini karena sudah tidak ada tugas lagi. (Tapi masih ada puluhan email yang belum dibalas. Dan sebagian dari email itu harus dibalas cepat karena sangat penting bagi yang bersangkutan yang punya masalah.)

Insya Allah bisa cepat selesai buku pertama ini, dan setelah dapat income dari buku pertama, saya bisa lebih bebas untuk berfokus pada buku2 berikut yang sudah direncanakan juga. Mohon doa dari semuanya ya. Terima kasih atas semua dukungannya selama ini.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

20 May, 2009

Bab 1 dari buku saya menjadi copyright orang lain?


Islam, Eropa & logika By Syarifah Salwasalsabila

Cover bukunya di sini: Islam, Eropa & logika

Dan Bab 1 dari buku saya mulai di sini, pada halaman 84.

Untuk beberapa halaman sesudahnya, isinya adalah bab 1 dari buku saya yang ada di blog. Bedanya hanya kata “saya” diganti dengan kata “dia”. Dan ternyata, isi dari bab ini sudah menjadi “copyright” bagi Syarifah Salwasalsabila sebagai penulis buku Islam, Eropa & logika, tanpa bicara kepada saya.

Pengarang : Syarifah Salwasalsabila
Penerbit : [Yang dicatat sebagai penerbit hubungi saya dan mengatakan bukan penerbit, dan minta namanya dihapus. Mereka juga bilang tidak mengurus copyright dan hanya cetak saja!!??]
Edition Cet. 1.
ISBN 979173433X
Stok : Tersedia Harga : Rp. 28.000 Rp. 22.400
145 p. ; 21 cm.

Jadi Bab1 dari buku saya diambil begitu saja, dan dicopyright oleh orang lain. Lucu.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

19 May, 2009

Ketua MK: KPU Tak Serius Hadapi Gugatan Pemilu

Selasa, 19/05/2009 11:37 WIB
Muhammad Nur Abdurrahman - detikPemilu
Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak serius menghadapi gugatan perselisihan hasil pemilu (PHPU) yang digelar di MK. Padahal ini dapat berakibat pada kerugian KPU sendiri.

"Kami ingin menyampaikan beberapa informasi terkait sengketa pemilu yang sudah masuk pada hari kedua. Bahwa sampai dengan hari ini nampaknya KPU tak serius menanggapi sidang ini," kata Mahfud.

Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers di Kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2009).

Madfud memberi contoh, jaksa pengacara negara (JPN) yang mewakili KPU dan KPU sendiri tidak datang dalam 11 sidang yang digelar hari ini. Dengan demikian, KPU tidak memberikan bantahan terhadap gugatan yang diajukan pemohon.

"Jadi ada 11 kasus yang dilewatkan hari ini, dan KPU tidak membantah gugatan tadi," jelasnya.

Sedangkan kemarin, lanjut dia, banyak jaksa yang tidak siap menjawab gugatan yang diajukan peserta pemilu. Kalaupun siap, rata-rata jawaban para jaksa tersebut seragam.

"Bahwa permohonan dan gugatan dari pemohon dikatakan bukti dokumennya harus otentik atau sudah kadaluwarsa," kata Mahfud.

Mahfud menyarankan agar KPU lebih serius menanggapi persidangan di MK. Sebab MK tetap akan mengeluarkan keputusan. Jika KPU tidak memberikan bantahan, MK akan memutus berdasarkan bukti dari pemohon. Itu artinya KPU akan kalah.

"Hingga kini masih ada 500 kasus yang harus diputus. Kalau ini dilewatkan kasihan orang yang digugat. Kan yang digugat atas nama KPU dan KPUD," cetus Mahfud.

Menurut Mahfud, 96 JPN yang dikerahkan untuk membela KPU tentu tidak bisa mencari bukti sendiri ke daerah-daerah. Karena itu, dia menyarankan agar KPU memfasilitasi para jaksa untuk mencari bukti-bukti tersebut.

"Sehingga nantinya tidak ada sikap pasrah bongkokan KPU dan jika ditanya kepada jaksa-jaksa jawabannya tidak sama. Kadaluwarsalah, bukti tidak otentiklah," pungkasnya. ( irw / nrl )

Sumber: Pemilu.detiknews.com

17 May, 2009

Parpol Jangan Sibuk Koalisi dan Hitung Suara, Awasi Perbaikan DPS!

Jumat, 15/05/2009 12:10 WIB
Yogi Wirawan - detikPemilu
Jakarta - Partai politik diminta tidak hanya sibuk menghitung suara Pileg dan berkoalisi. Parpol diminta memperhatikan hak konstituen yang terancam terabaikan karena tidak tercantum di daftar pemilih sementara (DPS) Pemilihan Presiden (Pilpres).

"Parpol jangan sibuk dengan penghitungan suara saja dan berelit politik saja. Pikirkan hak-hak konstituen mereka agar tidak terjadi penggelembungan suara nantinya," pinta Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Daniel Zuchron.

Hal itu disampaikan Daniel di Galeri Cafe, Jl Cikini Raya 7, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/5/2009).

Selain meminta parpol mengawal validasi perbaikan DPS, Daniel juga meminta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengetatkan pengawasan dan mempublikasikan hasil pengawasan pemutakhiran DPS itu.

Yang utama, mereka mendesak KPU melakukan validasi data DPS yang diumumkan.

"DPS Pilpres akan jadi bom waktu. Karena dari mekanisme surat edaran yang dikeluarkan oleh KPU sampai saat ini masih bermasalah. Dari sampel data yang kami temukan dari 70 sampel di 30 provinsi di Indonesia banyak pemilih tidak masuk dalam DPS," tukas dia.

JPPR menemukan DPS tidak diumumkan, kemudian data-data orang yang meninggal masih terdaftar. "Lalu juga masih ada yang dobel nama dan tidak dicantumkannya nomor induk kependudukan (NIK) dan ini menurut saya sama seperti DPT Pileg yang tidak lebih baik," jelas dia. ( nwk / iy )

Sumber: Pemilu.detiknews.com

15 May, 2009

Spanduk "Say No To Boediono" Sudah Tidak Ada

Assalamu'alaikum wr.wb.,
Bagaimana masa depan bangsa Indonesia? Apakah ini sudah awal dari Orde Baru versi II?
Semua orang akan bertindak untuk membuat “bapak senang”. Dan kebebasan bicara, kebebasan pers dan berbagai kebebasan lain akan hilang satu demi satu. Yang penting “asal bapak senang”. Dan kalau ternyata bapak tidak senang, para pendukung akan lari cepat untuk mengatasi keadaan tersebut sehingga bapak kembali senang lagi.
Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

********

Spanduk "Say No To Boediono" Sudah Tidak Ada

Jumat, 15 Mei 2009 | 10:57 WIB
BANDUNG, KOMPAS.com — Satpol PP Kota Bandung mencopot spanduk-spanduk penolakan terhadap Boediono, Gubernur Bank Indonesia yang dicalonkan sebagai cawapres mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono, bertuliskan "Say No To Budiono, Say Yes To Budi Anduk".

"Setelah dilakukan pertemuan dengan dinas pertamanan, spanduk yang terpasang di beberapa titik sudah kami copot tadi malam," kata Kepala Bidang Operasional Satpol PP Kota Bandung Kurnaedi, Jumat.

Ia mengatakan, keputusan menurunkan spanduk bernada sindiran tersebut dilakukan setelah sebelumnya dilakukan koordinasi antara Satpol PP dan Dinas Pertamanan Kota Bandung. Sebelumnya, sebuah organisasi masyarakat yang mengatasnamakan Forum Peduli Bangsa (FPB) memasang sejumlah spanduk bertuliskan "Say No To Budiono, Say Yes To Budi Anduk" di beberapa titik jalan di Kota Bandung, seperti di depan Pasar Induk Caringin, Jalan Diponegoro, Jalan Ir H Djuanda (Dago), dan kawasan Pelajar Pejuang.

Spanduk berlatar kain putih yang warna tulisannya bercampur, antara hitam, merah, dan biru tersebut dipasang karena banyaknya penolakan berbagai pihak terhadap Boediono yang disebut-sebut sebagai calon kuat cawapres yang mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono pada Pilpres 2009 mendatang.

Sumber: Kompas.com

Sejumlah LSM Laporkan Dugaan Korupsi IT KPU

[13/5/09]

Pengakuan KPU tentang gagalnya sistem tabulasi nasional hasil pemilu legislatif 2009 berbuntut panjang. Sejumlah LSM tergabung dalam tim Independent Monitoring Organization (IMO) melaporkan kepada KPK tentang dugaan korupsi dalam pengadaan peralatan information technology (IT) di KPU. Berdasarkan penelusuran IMO, dari pagu biaya secara keseluruhan sebesar Rp69,98 milyar, terdapat selisih terhadap harga pasar sebesar Rp36,5 milyar atau sekitar 63 persen.

Khusus untuk pengadaan Intelligent Character Recognition (ICR) yang disebut-sebut sebagai biang kegagalan sistem tabulasi KPU, IMO menemukan potensi pemborosan anggaran sebesar Rp8,88 milyar atau 38 persen dari total pagu yang dipatok sebesar Rp23,18 milyar. Perencanaan yang buruk, menurut IMO, menjadi pangkal penyebab terjadinya pemborosan di KPU.

IMO menilai pengadaan peralatan IT di KPU melanggar sejumlah peraturan perundang-undangan. Salah satunya, Pasal 3 dan Pasal 13 Keppres No 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, terkait prinsip pengadaan yang efisien, efektif, transparan dan akuntabel.

“Kami meminta KPK segera menindaklanjuti temuan ini di dalam penyidikan atas indikasi korupsi terkait pengadaan fasilitas IT KPU,” ujar Roy Salam dari Indonesia Budget Center. Selain itu, Roy juga meminta BPK melakukan audit investigatif atas proyek yang ditaksir bernilai Rp234 milyar ini.

Sumber: Hukumonline.com

14 May, 2009

Al-Azhar: Korban Pemerkosaan Boleh Aborsi

By Republika Newsroom
Selasa, 12 Mei 2009 pukul 11:24:00

KAIRO -- Fatwa yang disampaikan Grand Syekh Al-Azhar Dr. Muhammad Sayyed Tantawi tentang bolehnya aborsi bagi wanita korban pemerkosaan telah menuai pro dan kontra.

Fatwa tersebut disampaikannya minggu lalu dalam sebuah pertemuan ilmiyah diniyah untuk menjawab pertanyaan sekitar hukum aborsi bagi wanita korban perkosaan dan dinyatakan hamil. Syekh Al-Azhar menjawab, "Aborsi diperbolehkan dengan syarat wanita tersebut mempunyai track record yang baik dan persetubuhan yang terjadi di luar keinginannya."

Dr. Musthofa Sak'ah, anggota Majma' al-Buhust al-Islamiyah Al-Azhar, mendukung fatwa Syekh Al-Azhar tersebut. Menurutnya, diperbolehkannya aborsi dari hasil persetubuhan yang tidak diinginkan oleh pihak wanita (pemerkosaan) bersifat dharurat. Dan kaidah Fiqih mengatakan bahwa dalam kondisi dharurat sesuatu yang dilarang menjadi diperbolehkan.

Syarat diperbolehkannya aborsi tersebut adalah usia kehamilan akibat pemerkosaan tersebut tidak lebih 120 hari. Jika aborsi dilakukan setelah batas ini maka terhitung sebagai pembunuhan, dan ini tidak diperbolehkan dalam syariat Islam.

Sepakat dengan hal ini, Syekh Mahmud Asyur, mantan wakil Syekh Al-Azhar, mengatakan bahwa diperbolehkannya aborsi bagi wanita korban pemerkosaan sebelum usia kehamilan memasuki 120 hari adalah hukum yang telah disepakati ulama Majma' al-Buhuts al-Islamiyah dalam fatwa-fatwa yang telah dikeluarkan dalam beberapa bulan lalu.

Sementara itu, menurut Dr. Muhamad Dasuqi, Profesor Syariat Islamiyah, Kulyat Dar Ulum Universitas Kairo, hitungan 120 hari yang dianggap sebagai permulaan kehidupan, merupakan pernyatan yang berlawanan dengan realita sebagaimana dinyatakan oleh kedokteran.

"Kehidupan dimulai ketika sperma telah bertemu dengan indung telur, karenanya aborsi hukumnya haram sejak pembuahan tersebut terjadi. Dan setelah 120 hari baru janin mulai bergerak yang dirasakan oleh sang ibu," ujarnya.

Senada dengan hal ini, Dr. Abdul fatah Idries, Kepala Bidang Fiqih Muqarin Kuliah Syariah AL-Azhar, menyatakan bahwa aborsi bagi wanita korban pemerkosaan tidak diperbolehkan baik stelah amaupun sebelum 120 hari. hal ini menurutnya, berdasarkan hadis Nabi, " Jika sperma telah lewat 42 malam, Allah mengutus malikat untuk menuruhnya membuat daging dan tulang."alawsat /taq

Sumber: Republika.co.id

Bawaslu : Tiga Anggota KPU Bermasalah

Kamis, 14/05/2009 17:35 WIB

Elvan Dany Sutrisno - detikPemilu
Jakarta - Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera membentuk Dewan Kehormatan (DK). DK diharapkan dapat segera menindak tiga nama anggota KPU yang bermasalah.

"Dewan kehormatan harus segera dibentuk untuk mengevaluasi laporan kami terkait pelanggaran yang dilakukan KPU," tutur Anggota Bawaslu, Wirdyaningsih, dalam konferensi pers di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (14/5/2009).

Bawaslu kemudian mengulas kembali kesalahan KPU selama mengawal pemilu legislatif 9 April lalu. Bawaslu berharap DK nantinya dapat menindaklanjuti kesalahan KPU.

"Pemungutan suara pada tanggal 9 April menuai beberapa kendala seperti surat suara tertukar, surat suara cacat, surat suara tidak akurat, dan keterlambatan distribusi surat suara," tutur Wirdyaningsih.

Wirdyaningsih kemudian membeberkan nama-nama yang dianggap bermasalah. Orang-orang ini dituding Bawaslu gagal melaksanakan tugas sebagai pelaksana pemilu.

"Pihak-pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran tersebut adalah Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary, Anggota KPU Andi Nurpati, dan Sekjen KPU Soeripto Bambang Setyadi," tutur Wirdyaningsih.

Anggota Bawaslu lainnya, Wahidah Suaeb, menganggap KPU sudah melanggar tata tertib yang ditetapkan selanjutkan.

"KPU tidak mendengarkan saran masukan dari Bawaslu, kami tidak pernah ditanggapi, ini melanggar sistem proporsionalitas," tutur Suaeb.

Suaeb menganggap KPU tidak profesional, terlalu banyak masalah tidak terselesaikan hingga saat ini. Suaeb menyayangkan KPU tidak membuat rencana cadangan sama sekali.

"Profesionalitas tidak dijalankan, mereka tidak membuat contingency plan, karena merasa sesuatu tepat sasaran, hasilnya jauh dari target," tegasnya dengan nada emosi. ( van / gah )

Sumber: Pemilu.detiknews.com

12 May, 2009

80 Juta Orang Buang Air Besar Sembarangan

By Republika Newsroom
Selasa, 28 April 2009 pukul 16:21:00

SOLO -- Ingin tahu berapa jumlah penduduk Indonesia yang buang air besar di tempat sembarangan?. Menurut perhitungan Nugroho Tri Utomo, Kepala Sekretariat Tim Teknis Pembangunan Sanitasi/Kepala Sub-Direktorat Air Minum dan Air Limbah, Direktorat Pemukiman dan Perumahan Bappenas, yang melakukan hal itu sebanyak 80 juta orang.
''Jadi, sekitar 30 persen dari jumlah penduduk Indonesia buang air besar atau berak di kali, pematang sawah, pantai, waduk, dan alam terbuka lainnya,'' tutur dia dalam acara Media Gathering City Summit Surakarta, Selasa (28/4).

Lokakarya Sanitasi Perkotaan (City Summit), diikuti 13 kota, tiga kota metropolitan dan empat kota program sanitasi lain, berlangsung di Solo, 28-30 April. Mereka disamping lokakarya juga akan mengunjungi lokasi sejumlah proyek sanitasi di Kota Bengawan.
Menurut Nugroho, saban hari sungai, danau, waduk, pantai, sawah, dan sungai di Indonesia kebanjiran 14.000 ton tinja manusia. Angka ini setara dengan 14.000 gajah. Padahal, gajah yang hidup di negeri ini tidak sebanyak itu.

Saking banyaknya orang buang air besar sembarangan, kata dia, menimbulkan dampak buruk terhadap kondisi sanitasi lingkungan. ''Kita sudah tidak sanggup lagi menangani masalah ini, karena sudah menyangkut sikap mental manusia yang sejak awal kurang sadar akan sanitasi sehat,'' katanya.

Salah satu dampak sanitasi buruk yang dihadapi sekarang adalah, 50 dari 1.000 bayi lahir tidak mencapai usia limja tahun. Ini disebabkan faktor dominan sanitasi yang sangat buruk. Tapi, menurut Nugroho, ''kalau kita sadar membantu perbaikan sanitasi Rp 1, kita akan dapat manfaat Rp 11. Namun, kalau kita memperburuk sanitasi lingkungan, kitab harus mengeluarkan ongkos Rp 36.

Ini salah satu contoh betapa buruknya sanitasi di negeri ini. Buruknya sanitasi lingkungan, menurut dia, bukan disokong oleh limbah industri. Tapi, 80 persen justru disokong oleh limbah domestik. Termasuk buang air besar disembarang tempat, atau tidak dilakukan di WC (water close) yang baik. Jadi, kebanyakan orang belum sadar akan krisis sanitasi.

Dikatakan juga oleh Nugroho, dampak buang air besar sembarangan juga menyebabkan 75 persen sungai-sungai yang melintas kota-kota di Indonesia tidak layak untuk air minum. Ini karena merupakan air limbah. Oleh karena itu, PDAM se-Indonesia harus kerja ekstra keras untuk mengolah air limbah menjadi air layak kunsumsi.

Atau dampak air sanitasi butuk tersebut, PDAM paling tidak harus mengeluarkan ongkos sekitar 15 sampai 30 persen lebih mahal -- jika dibandingkan dengan mengolah air yang terjaga sanitasinya. Kondisi sebagian kecil ini, menurut Nugroho, yang disebut krisis sanitasi. Baik sanitasi perorangan oleh limbah tinja manusia, persampahan, maupun selokan atau drainase. Hal ini banyak tidak disadari oleh sebagian besar pejabat pemerintah, swasta maupun masyarakat pada umumnya.

Yang lebih menyedihkan, hingga saat ini pemerintah terlalu sedikit mangalokasikan anggaran yang diperuntukan untuk perbaikan sanitasi. APBD I dan II hanya satu persen. APBD sekitar delapan permilnya. Jadi, perhatian terhadap sanitasi lingkungan masih sangat minim sekali. eds/pur

Sumber: Republika.co.id

09 May, 2009

Renungan Malam – Merasa Miskin Sementara

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Mengalami penurunan uang ada dua sisi. Pada satu sisi ada rasa enak. Bisa mengurangi pengluaran dan tidak beli yang tidak dibutuhkan (tidak penting). Jadi, bisa mengalami kehidupan yang dirasakan oelh mayoritas penduduk di sini dan seluruh dunia. (Mayoritas dari semua orang di dunia hidup dengan uang kurang dari $2 per hari!)

Jadi, ada rasa "miskin sementara" walaupun tidak semiskin pemulung dan pengemis, atau petani dan anak yatim. Pakaian masih cukup mewah, dan masih punya Hp yang mahal. (Dan juga komputer dan internet). Jadi bukan "miskin" yang sebenarnya, tetapi tidak bisa hidup terlalu makmur. Bisa merasa bersyukur kalau ada teman yang traktir ngopi (kaya tadi). Tagihan hanya 60 ribu, tapi 60 ribu sudah berubah menjadi mahal. Hehe

Tetapi pada sisi lain, ada juga rasa sedih. Tidak bisa bantu orang seperti yang biasanya dilakukan. Ada seorang anak SD yang menjadi pemulung dekat rumah aku. Setiap beberapa hari, aku melihat dia berjalan kali dengan masih memakai seragam sekolahnya. Dia masuk ke bak sampah dan mencari botol atau koran.

Dari beberapa bulan yang lalu, aku punya kebiasaan memberikan uang 50 ribu kepada dia setiap kali melihatnya. Biasanya hanya seminggu sekali melihat dia, karena waktu aku keluar-masuk tidak sama setiap hari. Dulu, 50 ribu tidak terasa berat untuk satu anak yang masih bertahan sekolah. Tetapi sekarang, 50 ribu terasa besar. Dan aku jadi mikir 2 kali sebelum kasih uang kepada dia. Minggu kemarin aku melihat dia dari jauh saat aku beli minuman. Karena dia tidak dekat, dan karena aku menjadi "hitung2an" aku tidak berusaha mengejar dia untuk memberikan uang.

Jadi, ada sisi baik dan sisi buruk kalau uang kita berkurang untuk sementara. Kita bisa belajar untuk lebih bersyukur atas uang yang ada sebelumnya, sehingga kita bisa hidup dengan makmur atas izin Allah. Tetapi pada saat yang sama, kita menjadi ragu2 untuk membantu orang lain karena takut bahwa kita sendiri yang akan mengalami kekurangan, sehingga mungkin kita harus minta pinjaman dari teman. Kebanyakan orang akan berfikir, "Daripada uang aku kurang, tidak usah kasih orang miskin dulu". Sayang sekali kalau kita mengalami perasaan seperti itu.

Sesungguh kekuasaan Allah itu besar, dan yang kita anggap uang yang banyak sebenarnya adalah jumlah yang sepele bagi Allah SWT. Ada orang yang pernah diskusi sama aku, dan dia mengatakan bahwa kita wajar kalau lebih hati2 dengan uang kita, karena, katanya, "Uang tidak tumbuh di pohon seperti daun!" Sambil senyum, saya hanya mengatakan, "Tetapi kalau Allah menghendaki..."
Dia ketawa, dan mengatakan, "Iya, tetapi tidak mungkin!"
Aku jawab, "Iya, dan kalau kamu terbiasa mengatakan 'tidak mungkin' buat apa Allah mau buktikan bahwa itu mungkin? Kamu tidak yakin pada Allah, jadi buat apa Allah tumbuhkan uang di pohon? Nanti kalau kamu melihatnya, kamu tidak akan percaya bahwa itu dari Allah!"

Aku tambah lagi, "Coba merasa yakin dulu pada Allah, dan tidak usah takut! Rezeki yang Allah siapkan bagi kamu tidak akan bisa dirampas oleh 1 juta preman, dibantu pula oleh 1 juta setan! Allah yang Maha Kuasa! Kalau yakin, tidak akan ada rasa takut!"

Kira-kira begitulah renungannya pada malam hari ini (Renungan Malam yang pertama). Semoga bermanfaat. Dan jangan sampai kita merasa takut kasih uang kepada anak yatim, walaupun dompet menjadi kosong! Yakin pada Allah saja. Dan bantulah orang miskin dengan mengucapkan "Bismillah hirrahman nirahhim". Tidak usah teriak! Allah Maha Mendengar juga!

Wabillahi taufik walhidayah,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarahkatuh.
Gene

08 May, 2009

Renungan Malam – Renovasi Masjid

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Ada sebuah masjid yang melakukan renovasi. Lantainya dikasih marmer, dan bukan hanya lantai saja, tetapi tiang dan tembok juga. Indah sekali. Setelah bertanya2, ternyata sebagian dari marmer itu diimpor dari Itali, dan sisanya dari sini. Tetap dipandang indah. (Untung belum dikasih kubah emas!)

Tetapi di sebarang jalan, ada anak kecil lewat depan masjid membawa kantong plastik besar. Dia terpaksa menjadi pemulung karena tidak ada cukup uang untuk bersekolah dan makan setiap hari. Ada marmer dari Itali. Ada anak yang lapar. (Jangan2 dia juga anak yatim.) Saya jadi berfikir: mana yang lebih UTAMA bagi UMMAT Islam (bukan pengurus masjid) pada saat ini?

Katanya ada krisis ekonomi dunia. Banyak orang di-PHK. Ada anak yang tidur dalam keadaan lapar, tanpa punya kesalahan atau dosa. Tetapi dekat rumah dia ada masjid yang habiskan ratusan juta atau milyaran rupiah untuk beli marmer dari Itali! Kenapa marmer dari luar negeri yang menjadi prioritas?

Kalau pengurus masjid mau pamer dengan masjid yang indah yang bisa dibangga-banggakan di depan teman2nya dan tentangga, kayanya marmer dari Itali sangat perlu.
Tetapi kalau pengurus masjid merasa beban sebagai penjaga Rumah Allah dan pelayan terhadap ummat Islam, kayanya ubin yang berkualitas sudah cukup baik. Marmer dari Itali buat hotel saja!

Dan kalau pengurus masjid tidak merasa beban untuk melayani ummat Islam dengan semaksimal mungkin, semua argumentasi tentang prioritas utama yaitu anak yatim dan orang miskin tidak akan didengarkan. Pernah ada orang yang mengatakan kepada saya "Orang miskin selalu akan ada!" dan karena itu marmer oke! Bolehlah masjid menjadi keren dan indah karena, menurut dia, apa saja yang kita lakukan, kita tetap tidak bisa memberantas kemiskinan. Jadi biarkan saja masjid beli marmer dari Itali.

Sayangnya, dia tidak yakin pada Allah untuk melakukan perubahan pada ummat Islam di Indonesia. Dia yakin akan selalu ada orang miskin di sini dan kondisi itu tidak bisa diubah = marmer no problem. Sayang sekali.

Bayangkan kalau anak yang tadi itu adalah calon genius. Setelah dia dapat uang sekolah dan uang makan dari masjid, tetangga yang dermawan, serta dari beasiswa dan sebagainya, dia menciptakan sesuatu yang belum pernah ada di dunia sebelumnya. Inovasi tersebut membuat dia 10 kali lebih kaya dari Bill Gates dan orang datang dari manca negara untuk belajar dari perusahaan dia di sini. Lewat berbagai teknologi yagn dia ciptakan, Indonesia berubah menjadi negara maju, pendidikan menjadi gratis, jaminan kesehatan ada buat semua warga, dan tidak ada lagi anak yang menjadi pemulung.

Tidak mungkin? Apa masih tidak mungkin kalau Allah menghendaki begitu?

Sayangnya, pengurus masjid dan orang kaya lebih utamakan marmer dari Itali daripada pendidikan yang berkualitas dan makanan yang bergizi bagi anak bangsa. Dan calon genius itu tidak sempat lulus sekolah, karena sibuk jadi pemulung.

“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
(QS Ar-Ra’d 13:11)

Semoga bermanfaat,
Wa billahi taufiq wal hidayah
Wassalamu'alaikum wr.wb.,

Gene

07 May, 2009

Kok nggak ada post baru?

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Aku baru sadar tidak ada usaha membuat post baru sejak hari Selasa. Haha. Benar-benar kelupaan. Kok bisa begitu ya? Di satu sisi, aku sibuk mencari nafkah hidup dari sumber yang baru sebelum buku aku selesai dan bisa terbit. Tetapi anehnya, dalam 10 hari terakhir, aku jadi sibuk sekali hampir setiap hari dengan berbagai kegiatan dan karena itu jadi lupa bahwa aku punya blog. (Aku masuk chatroll, tapi nggak pikir untuk bikin post baru.) Selama beberapa hari, aku keluar terus, dan pulang malam.

Pada satu hari, aku ketemu orang yang mau bikin sekolah Islam, karena dia mencari konsultan pendidikan jadi kita dikusi dulu tentang baik-buruknya sekolah swasta di sini dan aku berikan beberapa saran untuk dipertimbangkan. Pada satu hari lain, aku ketemu seorang Kyai yang punya yayasan yang baik dan tawarkan bantuan untuk mengembangkan yayasannya menjadi lebih besar dan masuk beberapa bidang lain yang belum dia pikirkan. Pada hari lain, aku ketemu orang untuk membahas program wakaf Al Qur'an yang sudah siap dijalankan, dan nanti kalau aku punya penerbitan sendiri, mungkin bisa dioper dan ditangani sendiri daripada kasih kepada penerbitan lain.

Dan selain itu semua, ada juga bapak teman yang jadi sakit dan masuk rumah sakit untuk operasi. Oleh karena itu, aku jadi babysitter untuk kedua anaknya sepanjang hari untuk beberapa hari biar teman itu dan isterinya bisa ke rumah sakit. Lalu ada tukang listrik di rumah lagi ganti kabel jadi aku harus matikan komputer dan internet untuk berjam-jam. Lalu keluar lagi untuk ketemu orang! Tadi seharusnya ketemu orang dari kedutaan Australia, tapi aku tidak konfirmasi biar bisa di rumah terus. Dan ada kemungkinan besok harus temanin orang lain ke MUI untuk diskusi tentang pemurtadan di Indonesia.

Dan pada satu hari setelah pulang malam dan cek email, ada masalah yang dianggap cukup urgent yang harus ditangani dengan cepat. Itu menyebabkan saya ketik email panjang sampai jam 1 pagi untuk membantu memberikan masukan bagi suatu organisasi. Capek deh. Lalu ada beberapa email lain dari orang yang bertanya kenapa aku belum membalas emailnya dari minggu kemarin. Hahaha. Rasanya ini hari pertama dalam sekitar 10 hari aku bisa di rumah dan ketik2 sepanjang hari tanpa gangguan yang lain. Dan sekarang, tiba-tiba ada 3 proyek editing yang datang sendiri yang perlu diatur sekaligus (dan juga ada buku saya). Mana dulu ya?

Jadi, di luar dugaan saya, selama sekitar 10 hari aku menjadi sibuk sekali dengan beberapa kegiatan yang tidak biasa. (Dan masih ada beberapa pertemuan yang lain yang dibatalkan atau tidak dihadiri.)

Kurang lebih begitulah dunia bagi orang yang pengangguran dan tidak dapat gaji lagi. Hahaha. Bikin pusing kan? Jadi kalau tidak selalu ada post baru setiap hari, mohon maklum dan memaafkan. Dan kalau ada yang emailnya belum dibalas, mohon sabar saja dulu. Belum tentu aku bisa berada di rumah untuk ketik2 post buat blog dan balas puluhan email. Kalau ada post yang baru setiap hari, orang lain senang, tapi jari tangan dan otak aku capek. Haha. Semoga semua bisa sabar dan tidak menjadi jenuh kalau menunggu lama untuk berita dan info baru. Sekarang saatnya untuk nyalakan aromatherapy dan balas beberapa email sebelum tidur. Sampai jumpa.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

05 May, 2009

Gerakan 1 Alumni 1 Buku untuk SMA 1 Raih 699 Buku

Insya Allah ini sebuah ide dan gerakan yang sangat bagus. Semoga mendapat dukungan yang luas. –Gene

Gerakan 1 Alumni 1 Buku untuk SMA 1 Raih 699 Buku
Selasa, 05/05/2009 09:09 WIB
Magelang
Eddi Santosa – detikNews

Magelang - Gerakan 1 Alumni 1 Buku untuk SMA 1 Magelang berhasil mengumpulkan 699 buku untuk Perpustakaan SMA 1 Magelang. Jika para alumni tiap sekolah melakukan hal sama, sungguh akan sangat membantu.

Penyerahan buku sumbangan para alumni dari berbagai angkatan tersebut telah diserahkan oleh Fuzna Marzuqoh mewakili Panitia pada Sabtu (2/ 5/2009), bertepatan dengan Peringatan Hardiknas di sekolah tersebut.

Dalam laporannya, panitia menjelaskan bahwa buku-buku tersebut berdatangan dari para alumni yang berdomisili tidak saja di Indonesia tetapi juga di mancanegara antara lain Ceko, Belanda, dan Singapura.

Gerakan untuk turut mencerdaskan anak bangsa ini digagas oleh para alumni yakni Azis Nurwahyudi, Fuzna Marzuqoh, Mohamad Achya dan Iftinah Wulandari yang prihatin bahwa perpustakaan sekolah belum mempunyai buku yang cukup untuk siswanya.

"Dari jumlah ideal buku yang seharusnya dimiliki, yakni 8.000 eksemplar, SMA 1 Magelang hanya memiliki 3.000 saja, sehingga jumlahnya masih jauh dari yang diperlukan," kata Kepala Sekolah SMA 1 Magelang Drs. H. Hadi Sutomo, seperti disampaikan kepada detikcom (5/5/2009).

Gerakan yang baru pertama kali diluncurkan tersebut disambut baik oleh para alumni. Sampai batas waktu penyerahan, masih ada sejumlah buku yang sudah dikirimkan ke panitia namun belum tiba di tempat dan diperkirakan akan mencapai 800 eksemplar.

Buku-buku tersebut akan disusulkan oleh Fuzna Marzuqoh ke sekolah yang telah menelorkan sejumlah siswa berprestasi tingkat nasional dan internasional tersebut.

"Gerakan ini tidak akan berhenti sampai tahun ini, tetapi akan terus dilakukan pada tahun-tahun mendatang dengan mengikutsertakan lebih banyak alumni dan pihak-pihak pendukung lainnya," ujar Azis Nurwahyudi, salah satu alumnus yang pernah terpilih mengikuti Program Pertukaran Pelajar AFS ke Amerika Serikat.

Panitia dan Kepala Sekolah SMA 1 Magelang mengucapkan banyak terimakasih kepada para alumni yang telah berpartisipasi dalam Gerakan 1 Alumni 1 Buku Untuk SMA 1 Magelang Tahun 2009. (es/es)

Sumber: detiknews.com

DPS Pilpres Dipasang di RT/RW, Warga Bisa Daftar Hingga 17 Mei

Pertanyaan hanya satu: KENAPA ini tidak dilakukan SEBELUM pemilu legislatif bulan kemarin? Apa sengaja biar hasilnya bisa direkayasa dengan lebih mudah?
-Gene

DPS Pilpres Dipasang di RT/RW, Warga Bisa Daftar Hingga 17 Mei

Selasa, 05/05/2009 11:39 WIB
Shohib Masykur - detikPemilu

Jakarta - Daftar Pemilih Sementara (DPS) pilpres akan dipasang di tiap RT/RW. Warga yang belum terdaftar memiliki waktu hingga 17 Mei untuk mendaftar.

"Kita telah mengumpulkan KPU Provinsi. Kita minta agar DPS tidak hanya dipasang di kelurahan, tapi juga di RT/RW sehingga masyarakat bisa lebih dekat mencermati namanya ada atau tidak," ujar anggota KPU Endang Sulastri dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2009).

Menurut Endang, dalam jadwal tahapan pilpres, pemutakhiran data pemilih memang hanya sampai tanggal 10 Mei. Namun pengumuman DPS, tanggapan dari masyarakat, dan perbaikan DPS berlangsung 11-17 Mei.

"Jadi sebenarnya masyarakat memiliki waktu sampai 17 Mei. Kalau setelah 10 Mei ada masyarakat yang belum terdaftar, masih bisa mendatangi petugas untuk didaftar," terang Endang. ( sho / anw )

Sumber: Detiknews.com

04 May, 2009

5.000 Guru di NTB Miliki Ijazah Ilegal

Ini baru yang ketahuan, dan baru di NTB saja. Bagaimana dengan guru-guru lain di seluruh negara?
-Gene

5.000 Guru di NTB Miliki Ijazah Ilegal

Rabu, 22 April 2009 | 15:54 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Khaerul Anwar

MATARAM, KOMPAS.com-Sedikitnya 5.000 lembar ijazah sarjana/S1 dan sekitar 400 ijzasah S2 yang dimiliki para guru di Nusa Tenggara Barat dinyatakan illegal.

Karena, ijazah itu diperoleh dari perguruan tinggi swasta/PTS yang tidak memiliki kampus di NTB, melainkan menumpang pada sekolah-sekolah untuk melaksanakan perkuliahan.
"Sejalan dengan UU Pendidikan, hanya Universitas Terbuka yang diizinkan membuka kelas belajar jarak jauh, perguruan tinggi lainnya tidak diizinkan," ujar M Ali A Rahman, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia NTB, Rabu (22/4) di Mataram.

Menurut Ali, adanya ijazah illegal itu diketahui ketika para guru mengusulkan kenaikan pangkat maupun usulan untuk akreditasi. Namun PGRI NTB menolak ijazah itu disyahkan, karena tidak sesuai dengan UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang antara lain melarang beroperasinya PTS membuka kelas jauh.

Para guru pun tidak memiliki izin mengikuti pendidikan, keabsahan ijazah itu diragukan, mengingat diperoleh dalam waktu relatif singkat, seperti ada yang masuk kuliah awal 2007, lalu yang bersangkutan diwisuda akhair tahun 2007. Ali menambahkan ada juga yang kuliah enam bulan, lalu dibuat skripsi dan tesis, kemudian diwisuda di Kampus PTS itu .

Bahkan PTS dalam melakukan perkuliahan meminjam gedung sekolah dasar, madrasah dan lainnya di NTB. Ijazah itu dikeluarkan oleh 17 PTS yang berada di Pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya dan Malang (Jawa Timur). Para pemegang ijazah illegal itu mengeluarkan uang selama perkuliahan Rp 10 juta-Rp 11 juta per orang.

Kepada para guru yang anggota PGRI, ucap Ali, diimbau tidak tergiur oleh lembaga-lembaga pendidikan yang memberikan kemudahan gelar sarjana pendidikan, namun justru kemudian mencoreng citra para guru dan dunia pendidikan di NTB. Kalau mau memperoleh gelar S1 dan S2, silakan mengikuti mekanisme dan institusi pendidikan yang resmi.

Mereka yang telanjur memiliki ijazah itu, diminta melapor ke PGRI NTB, yang bermaksud akan menindak-lanjuti hal itu melalui jalur hukum, baik secara pidana maupun perdata. "Gugatan perdata kami ajukan, agar dana yang dikeluarkan para untuk kegiatan kuliah itu dikembalikan. Gugatan pidana kami tempuh karena melanggar UU Sistem Pendidikan Nasional," kata Ali.

Sumber: Kompas.com

29 April, 2009

Validkan DPT, KPU Bisa Pakai Cara Orba

Senin, 27/04/2009 17:10 WIB
Amanda Ferdina - detikPemilu
Jakarta - Ada cara lain untuk memvalidasi daftar pemilih tetap (DPT) selain mengandalkan kesadaran warga untuk melaporkan ke RT/RW. Cara-cara validasi data ala Orde Baru (Orba) bisa dipakai.

"Bisa dengan berbasis domisili seperti yang sosialisasinya sekarang mulai gencar di DKI. Tapi harus juga berbasis ke pencacahan jiwa. Karena kalau nggak begitu, bisa akan mengulang seperti kemarin," ujar Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Nur Hidayat Sardini.

Nur Hidayat menyampaikan hal itu di Kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2009).

Validasi berdasarkan domisili ditetapkan berdasarkan alamat di mana orang itu tinggal. "Tapi kalau ini saja agak nggak yakin, karena hanya meminta kesadaran warga saja," jelas dia.

Selain mengandalkan keaktifan warga, parpol juga diharap berperan mendorong warga untuk memeriksa namanya apakah sudah terdaftar di DPT atau belum. Cara validasi yang lain adalah dengan pencacahan jiwa seperti yang digunakan saat pemilu era Orba.

"Kalau pencacahan jiwa itu bagaimana melibatkan RT langsung untuk mencatat jiwa-jiwa. Seperti pada sistem lalu di Orde Baru. Terlepas dari negatifnya (Orba), itu baik karena langsung door to door. Dan itu memungkinkan, masih ada waktu untuk mencek semua proses," jelas dia.
( nwk / nrl )

Sumber: Pemilu.detiknews.com

JK Minta Izin Pembangunan Rusuna Kelar dalam 1 Bulan

Mungkin karena mau jadi Presiden, tiba-tiba JK merasa perumahan untuk warga miskin adalah prioritas. Sayang tidak dianggap prioritas dari 4,5 tahun yang lalu.
Wassalam,
Gene

JK Minta Izin Pembangunan Rusuna Kelar dalam 1 Bulan

Rabu, 29/04/2009 17:48 WIB
Nograhany Widhi K - detikFinance

Jakarta - Sekitar 200 proyek pembangunan rumah susun sederhana (rusuna) di DKI Jakarta masih terganjal masalah perizinan lahan. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto agar membentuk tim perizinan sehingga proses perizinan bisa dilakukan dalam 1 bulan.

"Dalam rapat tadi juga ada Wagub DKI. Persoalan perizinan disarankan Pak Wapres untuk membentuk satu tim (yang memproses perizinan). Sehingga selambat-lambatnya 1 bulan bisa diselesaikan semuanya," ujar Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Teguh Satria.

Hal itu disampaikan Teguh usai rapat koordinasi tentang pembangunan rusuna dengan JK di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2009).

Sementara Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asy'ari mengatakan dari proyek 1.000 tower, hingga saat ini sudah ada letter of intent untuk 552 tower.

"Sebagian masih terhambat proses perizinan. Dari jumlah itu 197-200 (proyek) berada di DKI dari 29 developer. Proses tetap jalan terus," kata Yusuf. (nwk/lih)

Sumber: Detikfinance.com

28 April, 2009

Pesan Persaudaraan dalam Hadits

Thursday, 23 April 2009 08:12

Semangat persaudaraan di antara sesama Muslim hendaknya didasari karena Allah semata. Tidak karena pamrih apapun

Hidayatullah.com--Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kaum Muslimin untuk menegakkan persaudaraan (ukhuwah). Hal itu termaktub dalam beberapa ayat di Al-Quranul Karim, seperti tertulis dalam edisi lalu.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam berbagai hadits juga memerintahkan ummatnya untuk melakukan hal yang sama. Di bawah ini adalah beberapa hadits yang menjelaskan kedudukan ukhuwah dalam Islam:

Lillahi Ta’ala Semangat persaudaraan di antara sesama Muslim hendaknya didasari karena Allah semata, karena ia akan menjadi barometer yang baik untuk mengukur baik-buruknya suatu hubungan. Rasulullah bersabda, "Pada hari kiamat Allah berfirman: Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari yang tiada naungan selain naungan-Ku ini, aku menaungi mereka dengan naungan-Ku." (Riwayat Muslim)

Dalam hadits lain Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang bersaudara dengan seseorang karena Allah, niscaya Allah akan mengangkatnya ke suatu derajat di surga yang tidak bisa diperolehnya dengan sesuatu dari amalnya." (Riwayat Muslim)

Dalam keterangan yang lain Nabi Muhammad menjelaskan, "Di sekeliling Arsy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya yang ditempati oleh suatu kaum yang berpakaian dan berwajah (cemerlang) pula. Mereka bukanlah para nabi atau syuhada, tetapi nabi dan syuhada merasa iri terhadap mereka." Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepada kami tentang mereka." Beliau menjawab, "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai, bersahabat, dan saling mengunjungi karena Allah." (Riwayat Nasa’i dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu)

Tidak Saling Menzhalimi

"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak menzhalimi atau mencelakakannya. Barangsiapa membantu kebutuhan saudaranya sesama Muslim dengan menghilangkan satu kesusahan darinya, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan di hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi aib seorang Muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat." (Riwayat Bukhari dari Abdullah bin Umar RA)

Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah bersabda, "Janganlah kalian saling mendengki, melakukan najasy (semacam promosi palsu), saling membenci, memusuhi, atau menjual barang yang sudah dijual ke orang lain. Tetapi jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lain, tidak menzhalimi, dan tidak membiarkan atau menghinakannya. Takwa itu di sini (beliau menunjuk ke dadanya tiga kali)."

Ibarat Satu Tubuh

Persaudaraan dalam Islam memperkuat ikatan antara orang-orang Muslim dan menjadikan mereka satu bangunan yang kokoh. "Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai dan berkasih sayang adalah ibarat satu tubuh; apabila satu organnya merasa sakit, maka seluruh tubuh akan sulit tidur dan merasa demam." (Riwayat Muslim)

"Orang-orang Muslim itu ibarat satu tubuh; apabila matanya marasa sakit, seluruh tubuh ikut merasa sakit; jika kepalanya merasa sakit, seluruh tubuh ikut pula merasakan sakit." (Riwayat Muslim)

Merasakan Lezatnya Iman

"Barangsiapa ingin (suka) memperoleh kelezatan iman, hendaklah ia mencintai seseorang hanya karena Allah." (Riwayat Ahmad)

Mengenal Baik Sahabatnya

"Jika seseorang menjalin ukhuwah dengan orang lain, hendaklah ia bertanya tentang namanya, nama ayahnya, dan dari suku manakah ia berasal, karena hal itu lebih mempererat jalinan rasa cinta." (Riwayat Tirmidzi)

Demikian sebagian kecil dari nash hadits yang menjelaskan tentang persaudaraan. Semoga kaum Muslimin dapat secara konsisten memenuhi syarat-syarat, hak-hak, dan kewajiban bersaudara dalam Islam. * [Ali Athwa, dari buku Fiqh Ukhuwah karangan Abdul Halim Mahmud/www.hidayatullah.com]

Sumber: Hidayatullah.com

27 April, 2009

Indonesia Menjadi Obyek "Wisata Seks" Terpopuler Bagi Turis Arab

Kapan Indonesia akan berubah…? Setiap tahun, berita seperti ini ada terus.

Indonesia Menjadi Obyek "Wisata Seks" Terpopuler Bagi Turis Arab

Minggu, 19/04/2009 17:06 WIB

Riyadh, Naif. Ketika Indonesia menjadi obyek dakwah dan ladang persemaian gerakan-gerakan Islam yang berasal dari negara-negara Arab, di sisi yang lain Indonesia juga menjadi obyek "wisata seks" yang sangat populer bagi turis-turis Arab.

Dan lebih naifnya lagi, praktik ini dilegalkan oleh salah satu fatwa ulama mereka. Salah satu ulama yang melegalkan praktik demikian adalah Syaikh Abdullah bin Baz, ulama yang menjadi rujukan penting kalangan salafi-wahhabi.

Baru-baru ini, Kepala Bidang Pembimbingan Masyarakat (Qism ar-Ra'aya) Kedutaan Besar Saudi Arabia di Jakarta mendesak Badan Pembesar Ulama (Hay'ah Kubbar al-Ulama) kerajaan petro dollar tersebut untuk mengeluarkan fatwa yang menyikapi maraknya fenomena "pernikahan" para lelaki Saudi dengan perempuan Indonesia "yang diniatkan adanya talak (cerai) setelahnya" (nikah bi niyyat at-thalaq).

Khalid al-Arrak, Kepbid Bimas Kedutaan Saudi di Jakarta menyatakan, pihaknya khawatir jika fenomena yang marak di kalangan lelaki negaranya itu kian hari kian merebak dan tak dapat dikontrol.

Harian Saudi Arabia al-Wathan (16/4) melansir, fenomena "nikah dengan niat talak di belakangnya" yang dilakukan oleh para lelaki Saudi dengan perempuan Indonesia itu sangat populer.

Al-Arrak menyatakan, para lelaki Saudi yang melakukan praktik ini tidak lagi memperhatikan undang-undang yang berlaku terkait pernikahan, karena mereka justru menyandarkan perbuatan mereka terhadap salah satu fatwa ulama yang melegalkannya. "Mereka melakukan pernikahan ini dengan bersandar pada fatwa ulama yang membolehkan nikah dengan niat bercerai (nikah bi niyyat at-thalaq)," ungkap al-Arrak.

Sayangnya, dari pihak perempuan Indonesia sendiri menjadikan praktik ini sebagai ladang pekerjaan. Lagi-lagi kemiskinan dan susahnya hidup yang melilit mereka adalah dendang usang kaset lawas yang dijadikan dalih. "Perempuan Indonesia beranggapan jika menikah dengan lelaki Saudi, sekalipun kelak akan diceraikan, dipandang sebagai solusi sesaat untuk mendulang uang dan jalan pintas untuk dapat keluar dari jerat kemiskinan," tambah al-Arrak.

Yang lebih disayangkan lagi, di Indonesia sendiri banyak tersebar kantor-kantor “siluman” yang memfasilitasi praktik pernikahan edan ini, lengkap dengan modin, saksi, dan wali palsu dari calon pengantin perempuan.

Kedutaan Saudi di Jakarta sendiri telah mencatat setiaknya 82 pengaduan pada tahun lalu, ditambah 18 pengaduan tahun ini yang diajukan oleh para "mantan istri" perkawinan ini, yang ternyata menghasilkan anak.

Meski tidak tercatat secara resmi di Kedutaan, namun pihaknya siap untuk memfasilitasi anak-anak yang diadukan itu untuk dapat pergi ke Saudi, negara bapak mereka berasal, dengan memberikan tiket dan visa masuk gratis.

Tetapi, dalam banyak kasus, para bapak mereka (pria Saudi) tidak akan mengakui kalau anak-anak tersebut adalah darah daging mereka, karena tidak adanya bukti-bukti legal dan lengkap dari pihak keluarga perempuan di Indonesia.

Salah seorang korban dari paktik ini, Isah Nur (24), mengaku pernah dinikahi pria Saudi saat ia berusia 16 tahun. Sekarang ia telah menjanda, dan meneruskan profesi lamanya sebagai "istri yang dinikahi sesaat untuk kemudian diceraikan" dengan menjalani kehidupan malam.
Lebih naif lagi, Isah mengaku senang saat dulu dinikahi pria Saudi tersebut, karena orang-orang Saudi dipercaya memiliki dan membawa berkah. "Umat Islam di Indonesia menganggap orang Mekkah dan Madinah memiliki dan membawa berkah," katanya.

Isah juga menambahkan, mayoritas pria Saudi yang melakukan praktik pernikahan ini menyetorkan mahar sekitar Rp. 3 hingga 6 juta, atau setara dengan RS. 2300, jumlah yang sangat kecil sekali bagi ukuran pendapatan orang-orang Saudi, sebanding dengan uang saku anak sekolah. Namun, bagi penduduk Indonesia, jumlah tersebut sangat besar.

Pada mulanya, Isah dan keluarganya mengaku sama sekali tidak mengetahui jika pria Saudi yang menikahinya itu hanya akan menikmati tubuhnya saja, dengan berpedoman pada fatwa bolehnya "menikah dengan niat bercerai".

Pernikahan antara mereka sendiri hanya berlangsung beberapa saat waktu saja, untuk kemudian sang pria Saudi itu meninggalkan Isah bersama seorang anak kecil hasil hubungan mereka.

"Saat meninggalkan kami, pria itu hanya memberikan uang Rp. 3 juta," tutur Isah.
Kedubes Saudi juga menjelaskan, jika kasus pernikahan model demikian hanya terjadi pada 20% populasi pernikahan pria Saudi dengan wanita Indonesia.

"Selebihnya resmi dan legal," tutur al-Arrak.
Praktik "pernikahan dengan niat bercerai sesudahnya" ini benar-benar naif, dan lebih naif lagi dilegalkan oleh fatwa ulama. Indonesia adalah tempat terpopuler untuk obyek praktik ini bagi orang-orang Arab, karena dipandang paling murah dan paling mudah. Praktik demikian sejatinya tak jauh beda dengan prostisusi, prostisusi yang kemudian terlegalkan oleh fatwa ulama, dan salah satu lokasi wisata favorit bagi turis-turis Arab untuk melegalkan praktik tersebut adalah kawasan puncak dan sekitarnya. (wtn/arby/L2)

Sumber: Eramuslim.com

24 April, 2009

2 Gadis ABG Jadi Otak Perdagangan Perawan

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Mengerikan sekali berita ini. Peran orang tua dalam mendidik anaknya sangat penting. Peran sekolah dalam membuka wawasan dan kesempatan bagi anak juga sangat penting. Tanpa kedua unsur utama ini, berita seperti yang berikut ini sudah tidak aneh lagi. Anak (khususnya anak perempuan) akan terpancing untuk melakukan tindakan tuna susila bila tidak ada bimbingan dari orang tua dan guru yang baik hati, bijaksana, peduli dan penuh kasih sayang.

Selama pemerintah gagal terus menyediakan sistem pendidikan yang berkualitas, anak perempuan seperti ini tidak akan bisa melihat harapan untuk hidup dengan baik, kecuali dia menjual diri. Dan bisa dijamin orang tua mereka juga tidak berpendidikan tinggi karena tidak lulus sekolah, tidak punya ilmu yang bisa digunakan untuk mencari pekerjaan yang baik, dan tidak melihat harapan selain mengajarkan anaknya untuk menjual diri.

Sangat disayangkan bahwa anak bangsa bisa hidup seperti ini. Yang paling menyedihkan adalah statement dari perempuan tersebut bahwa tidak sudah tidak lagi bisa temukan seorang anak yang masih perawan, sehingga harus menipu klien mereka.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

********

2 Gadis ABG Jadi Otak Perdagangan Manusia
Kamis, 23/04/2009 19:40 WIB

Rois Jajeli – detikSurabaya
Surabaya - Dua anak baru gede (ABG) yang umurnya sekitar 17 tahun sudah menjadi pelaku perdagangan manusia. Keduanya ditangkap polisi karena menyediakan anak di bawah umur ke pria hidung belang. Selain itu, tersangka juga mengelabuhi pria hidung belang jika anak yang dibawanya masih perawan.

Kedua tersangka itu Rani (17), warga Jalan Wonorejo Surabaya dan Ica atau Pia (17), warga Kedurus Surabaya. Sedangkan korban yang masih berusia (14) itu sebut saja Desi warga kawasan Simo Gunung Sukomanunggal Surabaya.

Kapolres Surabaya Selatan AKBP Lakoni WN mengatakan, pengungkapan kasus itu berawal dari informasi masyarakat tentang adanya praktek perdagangan manusia.

"Informasinya ada yang bisa menyediakan anak perawan ke pria hidung belang," ujar AKBP Lakoni kepada wartawan di mapolres, Jalan Dukuh Kupang Barat, Surabaya, Kamis (23/4/2009).

Setelah mendapatkan informasi tersebut, polisi menyelidiki dan mencari contac person orang yang dapat menyediakan wanita yang masih perawan dan dapat dibooking. Setelah dua hari menyelidikinya, polisi menemukan dan dapat menghubungi tersangka Rani yang dapat menyediakan perawan.

Dengan cara undercover buy, polisi menyamar menjadi pria hidung belang dan memesan seorang perawan melalui telepon. Tersangka Rani menyanggupinya dan akan membawa perawan sesuai dengan permintaan polisi yang menyamar itu.

"Tersangka memasang tarif untuk perawan yang dapat dibooking seharga Rp 1,7 juta," tuturnya.

Selang dua hari lagi, tersangka Rani datang ke salah satu hotel di kawasan Surabaya Selatan mengajak bersama tersangka Ica berserta korban ke salah satu hotel di kawasan Surabaya Selatan sesuai dengan perjanjian melalui telepon.

"Setelah transaksi di hotel dan kita sudah membayarnya, dua tersangka dan korban kita amankan," terangnya.

Ada yang kejadian yang tidak disangka oleh polisi. Ternyata korban Desi yang umurnya masih 14 tahun itu sudah tidak perawan lagi. Untuk mengelabuhi pria hidung belang yang memesannya, tersangka mengolesi Miss V korban dengan darah asli yang diambilkan dari darah jari kelingking kiri tersangka Ica.

"Sehingga seolah-olah korban itu masih perawan," jelasnya.

Dari uang Rp 1,7 juta itu, atersangka Rani yang menjadi otaknya mendapatkan komisi 30 persen, dan tersangka Ica yang turut membantu diambil darahnya mendapatkan 10 persen. Sedangkan sisanya untuk korban.

"Dari pengakuannya, tersangka sudah beroperasi memperdagangakan orang sejak dua bulan lalu," ujar Lakoni.

Sementara itu, tersangka Rani mengaku terpaksa melakukan modus penipuan itu karena sudah mencari teman-temannya yang masih perawan dan bisa dibooking.

"Korban itu teman saya sudah tidak perawan. Saya tidak menemukan yang masih perawan sehingga saya mengajaknya (sambil menunjuk tersangka Ica yang duduk di sampingnya) untuk membantu mengeluarkan darahnya," tutur Rani yang mengaku dari keluarga broken home dan sering ke tempat dugem di Surabaya untuk mencari pria hidung belang.

Dari terungkapnya itu, polisi mengamankan barang bukti sebilah silet, satu pak kapas, obat merah yodium, satu unit handphone dan uang tunai Rp 250 ribu. Sedangkan kedua tersangka dijerat pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 21 tahun 2007 tentang perdagangan manusia serta pasal 83 UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. (roi/bdh)

Sumber: Surabaya.detik.com

Terjepit Eskalator Pacific Place - Korban Balita Putri Usia 3 Tahun, Memakai Sandal Karet

Hati-hati dengan anak kecil di escalator. Anak memang senang main ke mal, tetapi mal bukan tempat main. Hati-hati ya.

Terjepit Eskalator Pacific Place - Korban Balita Putri Usia 3 Tahun, Memakai Sandal Karet

Jumat, 24/04/2009 01:24 WIB
Nograhany Widhi K – detikNews

Jakarta - Seorang anak yang terjepit eskalator di Pacific Place ternyata masih balita berusia 3 tahun. Balita itu ternyata memakai sandal karet saat insiden.

"Anaknya putri berusia 3 tahun bersama keluarganya. Di Pacific Place mereka sedang dalam perjalanan turun ke lantai 4 di eskalator itu," ujar GM Marketing Pacific Place Ruth Setyawati ketika dihubungi detikcom, Kamis (23/4/2009).

Ruth menjelaskan, insiden itu terjadi pada Kamis sekitar pukul 16.55 WIB saat keluarga itu berbelanja di Pacific Place. "Si anak menggunakan sandal karet, mungkin bermain-main di eskalator dan anak itu susah melepas sandalnya," kata Ruth.

Ruth tak mengetahui merek sandal itu. Pihaknya sudah memberikan peringatan kepada pengunjung di setiap elevator, berupa gambar sandal dicoret.

"Sudah diberikan peringatan karena karet itu berpotensi kalau kena panas lebih mudah ketarik (elevator). Mengingat kejadian serupa pernah terjadi juga," kata dia.

Saat insiden, pihak keamanan pun dengan sigap mematikan dan membuka eskalator. Balita putri itu pun langsung dilarikan menuju ke RS Brawijaya, Jakarta Selatan.

"Lukanya di kaki kanan. Keadaannya sudah stabil. Sudah di-rontgent dan ditangani dokter-dokter ahli," jelas Ruth.
(nwk/nwk)

Sumber: Detiknews.com

23 April, 2009

LSM Laporkan Dugaan Korupsi Pemilu 2009 ke KPK

Kamis, 23/04/2009 12:47 WIB
Aprizal Rahmatullah – detikNews

Jakarta - Sejumlah LSM menduga penyelenggaraan Pemilu 2009 sarat dengan indikasi korupsi. Mereka melaporkan 5 item aktivitas Pemilu yang disinyalir rawan penyimpangan ke KPK.
"Kami melihat adanya dugaan korupsi ini mulai dari pengadaan dan distribusi surat suara, pengadaan kotak suara, tabulasi nasional, pemutakhiran pemilih, dan sosialisasi pemilu," ujar Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Arif Nur Alam saat jumpa pers di gedung KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2009).

Hasil analisis dan investigasi tim IMO (Independent Monitoring Organization) yang terdiri dari ICW, Indonesia Budget Center (IBC), Seknas Fitra, KIPP Indonesia, Indonesia Parliamentary Center (IPC), The Initiative Institute, dan Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) menduga ada kerugian negara yang nilainya ratusan miliar akibat penyelewengan ini.

"Total dugaan kerugian negara Rp 284,28 milliar," kata Sulastio dari Indonesia Parliamentary Center.

Total kerugian tersebut berasal dari surat suara Rp 7,19 miliar, kotak suara Rp 33,18 miliar, TI (Pileg) Rp 216,07 miliar, Pemutakhiran DPT Pileg Rp 15,31 miliar, Sosialisasi Rp 12,92 miliar.

Oleh karenanya, mereka mendesak agar KPK segera menindaklanjuti laporan tersebut. "KPK harus segera menindaklanjuti dan melakukan penyelidikan atas laporan ini. Selain itu kita juga minta agar BPK mengaudit dalam bentuk khusus," kata aktivis ICW Fahmi Badoh. (ape/nrl)

Sumber: Detiknews.com

22 April, 2009

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Ini menarik sekali. Sepertinya, mitos Kartini hanya satu unsur lagi dari sistem pendidikan nasional yang kurang tepat dan belum diperbaiki.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,

Gene


Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah

Tuesday, 21 April 2009 09:12

Mengapa setiap 21 April kita memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan? Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-269

Oleh: Adian Husaini

Ada yang menarik pada Jurnal Islamia (INSISTS-Republika) edisi 9 April 2009 lalu. Dari empat halaman jurnal berbentuk koran yang membahas tema utama tentang Kesetaraan Gender, ada tulisan sejarawan Persis Tiar Anwar Bahtiar tentang Kartini. Judulnya: “Mengapa Harus Kartini?”

Sejarawan yang menamatkan magister bidang sejarah di Universitas Indonesia ini mempertanyakan: Mengapa Harus Kartini? Mengapa setiap 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?

Menyongsong tanggal 21 April 2009 kali ini, sangatlah relevan untuk membaca dan merenungkan artikel yang ditulis oleh Tiar Anwar Bahtiar tersebut. Tentu saja, pertanyaan bernada gugatan seperti itu bukan pertama kali dilontarkan sejarawan. Pada tahun 1970-an, di saat kuat-kuatnya pemerintahan Orde Baru, guru besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar pernah menggugat masalah ini. Ia mengkritik 'pengkultusan' R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia.

Dalam buku Satu Abad Kartini (1879-1979), (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1990, cetakan ke-4), Harsja W. Bahtiar menulis sebuah artikel berjudul “Kartini dan Peranan Wanita dalam Masyarakat Kita”. Tulisan ini bernada gugatan terhadap penokohan Kartini. “Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut,” tulis Harsja W. Bachtiar, yang menamatkan doktor sosiologinya di Harvard University.

Harsja juga menggugat dengan halus, mengapa harus Kartini yang dijadikan sebagai simbol kemajuan wanita Indonesia. Ia menunjuk dua sosok wanita yang hebat dalam sejarah Indonesia. Pertama, Sultanah Seri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan Berdaulat dari Aceh dan kedua, Siti Aisyah We Tenriolle dari Sulawesi Selatan. Anehnya, tulis Harsja, dua wanita itu tidak masuk dalam buku Sejarah Setengah Abad Pergerakan Wanita Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1978), terbitan resmi Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Tentu saja Kartini masuk dalam buku tersebut.

Padahal, papar Harsja, kehebatan dua wanita itu sangat luar biasa. Sultanah Safiatudin dikenal sebagai sosok yang sangat pintar dan aktif mengembangkan ilmu pengatetahuan. Selain bahasa Aceh dan Melayu, dia menguasai bahasa Arab, Persia, Spanyol dan Urdu. Di masa pemerintahannya, ilmu dan kesusastraan berkembang pesat. Ketika itulah lahir karya-karya besar dari Nuruddin ar-Raniry, Hamzah Fansuri, dan Abdur Rauf. Ia juga berhasil menampik usaha-usaha Belanda untuk menempatkan diri di daerah Aceh. VOC pun tidak berhasil memperoleh monopoli atas perdagangan timah dan komoditi lainnya. Sultanah memerintah Aceh cukup lama, yaitu 1644-1675. Ia dikenal sangat memajukan pendidikan, baik untuk pria maupun untuk wanita.

Tokoh wanita kedua yang disebut Harsja Bachriar adalah Siti Aisyah We Tenriolle. Wanita ini bukan hanya dikenal ahli dalam pemerintahan, tetapi juga mahir dalam kesusastraan. B.F. Matthes, orang Belanda yang ahli sejarah Sulawesi Selatan, mengaku mendapat manfaat besar dari sebuah epos La-Galigo, yang mencakup lebih dari 7.000 halaman folio. Ikhtisar epos besar itu dibuat sendiri oleh We Tenriolle. Pada tahun 1908, wanita ini mendirikan sekolah pertama di Tanette, tempat pendidikan modern pertama yang dibuka baik untuk anak-anak pria maupun untuk wanita.

Penelusuran Prof. Harsja W. Bachtiar terhadap penokohan Kartini akhirnya menemukan kenyataan, bahwa Kartini memang dipilih oleh orang Belanda untuk ditampilkan ke depan sebagai pendekar kemajuan wanita pribumi di Indonesia. Mula-mula Kartini bergaul dengan Asisten-Residen Ovink suami istri. Adalah Cristiaan Snouck Hurgronje, penasehat pemerintah Hindia Belanda, yang mendorong J.H. Abendanon, Direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan, agar memberikan perhatian pada Kartini tiga bersaudara.

Harsja menulis tentang kisah ini: “Abendanon mengunjungi mereka dan kemudian menjadi semacam sponsor bagi Kartini. Kartini berkenalan dengan Hilda de Booy-Boissevain, istri ajudan Gubernur Jendral, pada suatu resepsi di Istana Bogor, suatu pertemuan yang sangat mengesankan kedua belah pihak.”

Ringkasnya, Kartini kemudian berkenalan dengan Estella Zeehandelaar, seorang wanita aktivis gerakan Sociaal Democratische Arbeiderspartij (SDAP). Wanita Belanda ini kemudian mengenalkan Kartini pada berbagai ide modern, terutama mengenai perjuangan wanita dan sosialisme. Tokoh sosialisme H.H. van Kol dan penganjur “Haluan Etika” C.Th. van Deventer adalah orang-orang yang menampilkan Kartini sebagai pendekar wanita Indonesia.

Lebih dari enam tahun setelah Kartini wafat pada umur 25 tahun, pada tahun 1911, Abendanon menerbitkan kumpulan surat-surat Kartini dengan judul Door Duisternis tot Lich. Kemudian terbit juga edisi bahasa Inggrisnya dengan judul Letters of a Javaness Princess. Beberapa tahun kemudian, terbit terjemahan dalam bahasa Indonesia dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran (1922).

Dua tahun setelah penerbitan buku Kartini, Hilda de Booy-Boissevain mengadakan prakarsa pengumpulan dana yang memungkinkan pembiayaan sejumlah sekolah di Jawa Tengah. Tanggal 27 Juni 1913, didirikan Komite Kartini Fonds, yang diketuai C.Th. van Deventer. Usaha pengumpulan dana ini lebih memperkenalkan nama Kartini, serta ide-idenya pada orang-orang di Belanda. Harsja Bachtriar kemudian mencatat: “Orang-orang Indonesia di luar lingkungan terbatas Kartini sendiri, dalam masa kehidupan Kartini hampir tidak mengenal Kartini dan mungkin tidak akan mengenal Kartini bilamana orang-orang Belanda ini tidak menampilkan Kartini ke depan dalam tulisan-tulisan, percakapan-percakapan maupun tindakan-tindakan mereka.”

Karena itulah, simpul guru besar UI tersebut: “Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut.”

Harsja mengimbau agar informasi tentang wanita-wanita Indonesia yang hebat-hebat dibuka seluas-luasnya, sehingga menjadi pengetahuan suri tauladan banyak orang. Ia secara halus berusaha meruntuhkan mitos Kartini: “Dan, bilamana ternyata bahwa dalam berbagai hal wanita-wanita ini lebih mulia, lebih berjasa daripada R.A. Kartini, kita harus berbangga bahwa wanita-wanita kita lebih hebat daripada dikira sebelumnya, tanpa memperkecil penghargaan kita pada RA Kartini.”

Dalam artikelnya di Jurnal Islamia (INSISTS-Republika, 9/4/2009), Tiar Anwar Bahtiar juga menyebut sejumlah sosok wanita yang sangat layak dimunculkan, seperti Dewi Sartika di Bandung dan Rohana Kudus di Padang (kemudian pindah ke Medan). Dua wanita ini pikiran-pikirannya memang tidak sengaja dipublikasikan. Tapi yang mereka lakukan lebih dari yang dilakukan Kartini. Berikut ini paparan tentang dua sosok wanita itu, sebagaimana dikutip dari artikel Tiar Bahtiar.

Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita. Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang belakangan dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung. Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amal Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini.

Kalau Kartini hanya menyampaikan ide-idenya dalam surat, mereka sudah lebih jauh melangkah: mewujudkan ide-ide dalam tindakan nyata. Jika Kartini dikenalkan oleh Abendanon yang berinisiatif menerbitkan surat-suratnya, Rohana menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan).

Bahkan kalau melirik kisah-kisah Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fatimah dari Aceh, klaim-klaim keterbelakangan kaum wanita di negeri pada masa Kartini hidup ini harus segera digugurkan. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Aceh dari serangan Belanda. Tengku Fakinah, selain ikut berperang juga adalah seorang ulama-wanita. Di Aceh, kisah wanita ikut berperang atau menjadi pemimpin pasukan perang bukan sesuatu yang aneh. Bahkan jauh-jauh hari sebelum era Cut Nyak Dien dan sebelum Belanda datang ke Indonesia, Kerajaan Aceh sudah memiliki Panglima Angkatan Laut wanita pertama, yakni Malahayati.

Jadi, ada baiknya bangsa Indonesia bisa berpikir lebih jernih: Mengapa Kartini? Mengapa bukan Rohana Kudus? Mengapa bukan Cut Nyak Dien? Mengapa Abendanon memilih Kartini? Dan mengapa kemudian bangsa Indonesia juga mengikuti kebijakan itu? Cut Nyak Dien tidak pernah mau tunduk kepada Belanda. Ia tidak pernah menyerah dan berhenti menentang penjajahan Belanda atas negeri ini.

Meskipun aktif berkiprah di tengah masyarakat, Rohana Kudus juga memiliki visi keislaman yang tegas. “Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan,” begitu kata Rohana Kudus.

Seperti diungkapkan oleh Prof. Harsja W. Bachtiar dan Tiar Anwar Bahtiar, penokohan Kartini tidak terlepas dari peran Belanda. Harsja W. Bachtiar bahkan menyinggung nama Snouck Hurgronje dalam rangkaian penokohan Kartini oleh Abendanon. Padahal, Snouck adalah seorang orientalis Belanda yang memiliki kebijakan sistematis untuk meminggirkan Islam dari bumi Nusantara. Pakar sejarah Melayu, Prof. Naquib al-Attas sudah lama mengingatkan adanya upaya yang sistematis dari orientalis Belanda untuk memperkecil peran Islam dalam sejarah Kepulauan Nusantara.

Dalam bukunya, Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu ((Bandung: Mizan, 1990, cet. Ke-4), Prof. Naquib al-Attas menulis tentang masalah ini:

“Kecenderungan ke arah memperkecil peranan Islam dalam sejarah Kepulauan ini, sudah nyata pula, misalnya dalam tulisan-tulisan Snouck Hurgronje pada akhir abad yang lalu. Kemudian hampir semua sarjana-sarjana yang menulis selepas Hurgronje telah terpengaruh kesan pemikirannya yang meluas dan mendalam di kalangan mereka, sehingga tidak mengherankan sekiranya pengaruh itu masih berlaku sampai dewasa ini.”

Apa hubungan Kartini dengan Snouck Hurgronje? Dalam sejumlah suratnya kepada Ny. Abendanon, Kartini memang beberapa kali menyebut nama Snouck. Tampaknya, Kartini memandang orientalis-kolonialis Balanda itu sebagai orang hebat yang sangat pakar dalam soal Islam. Dalam suratnya kepada Ny. Abendanon tertanggal 18 Februari 1902, Kartini menulis:

”Salam, Bidadariku yang manis dan baik!... Masih ada lagi suatu permintaan penting yang hendak saya ajukan kepada Nyonya. Apabila Nyonya bertemu dengan teman Nyonya Dr. Snouck Hurgronje, sudikah Nyonya bertanya kepada beliau tentang hal berikut: ”Apakah dalam agama Islam juga ada hukum akil balig seperti yang terdapat dalam undang-undang bangsa Barat?” Ataukah sebaiknya saya memberanikan diri langsung bertanya kepada beliau? Saya ingin sekali mengetahui sesuatu tentang hak dan kewajiban perempuan Islam serta anak perempuannya.” (Lihat, buku Kartini: Surat-surat kepada Ny. R.M. Abendanon-Mandri dan Suaminya, (penerjemah: Sulastin Sutrisno), (Jakarta: Penerbit Djambatan, 2000), hal. 234-235).

Melalui bukunya, Snouck Hurgronje en Islam (Diindonesiakan oleh Girimukti Pusaka, dengan judul Snouck Hurgronje dan Islam, tahun 1989), P.SJ. Van Koningsveld memaparkan sosok dan kiprah Snouck Hurgronje dalam upaya membantu penjajah Belanda untuk ’menaklukkan Islam’. Mengikuti jejak orientalis Yahudi, Ignaz Goldziher, yang menjadi murid para Syaikh al-Azhar Kairo, Snouck sampai merasa perlu untuk menyatakan diri sebagai seorang muslim (1885) dan mengganti nama menjadi Abdul Ghaffar. Dengan itu dia bisa diterima menjadi murid para ulama Mekkah. Posisi dan pengalaman ini nantinya memudahkan langkah Snouck dalam menembus daerah-daerah Muslim di berbagai wilayah di Indonesia.

Menurut Van Koningsveld, pemerintah kolonial mengerti benar sepak terjang Snouck dalam ’penyamarannya’ sebagai Muslim. Snouck dianggap oleh banyak kaum Muslim di Nusantara ini sebagai ’ulama’. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai ”Mufti Hindia Belanda’. Juga ada yang memanggilnya ”Syaikhul Islam Jawa”. Padahal, Snouck sendiri menulis tentang Islam: ”Sesungguhnya agama ini meskipun cocok untuk membiasakan ketertiban kepada orang-orang biadab, tetapi tidak dapat berdamai dengan peradaban modern, kecuali dengan suatu perubahan radikal, namun tidak sesuatu pun memberi kita hak untuk mengharapkannya.” (hal. 116).

Snouck Hurgronje (lahir: 1857) adalah adviseur pada Kantoor voor Inlandsche zaken pada periode 1899-1906. Kantor inilah yang bertugas memberikan nasehat kepada pemerintah kolonial dalam masalah pribumi. Dalam bukunya, Politik Islam Hindia Belanda, (Jakarta: LP3ES, 1985), Dr. Aqib Suminto mengupas panjang lebar pemikiran dan nasehat-nasehat Snouck Hurgronje kepada pemerintah kolonial Belanda. Salah satu strateginya, adalah melakukan ‘pembaratan’ kaum elite pribumi melalui dunia pendidikan, sehingga mereka jauh dari Islam. Menurut Snouck, lapisan pribumi yang berkebudayaan lebih tinggi relatif jauh dari pengaruh Islam. Sedangkan pengaruh Barat yang mereka miliki akan mempermudah mempertemukannya dengan pemerintahan Eropa. Snouck optimis, rakyat banyak akan mengikuti jejak pemimpin tradisional mereka. Menurutnya, Islam Indonesia akan mengalami kekalahan akhir melalui asosiasi pemeluk agama ini ke dalam kebudayaan Belanda. Dalam perlombaan bersaing melawan Islam bisa dipastikan bahwa asosiasi kebudayaan yang ditopang oleh pendidikan Barat akan keluar sebagai pemenangnya. Apalagi, jika didukung oleh kristenisasi dan pemanfaatan adat. (hal. 43).

Aqib Suminto mengupas beberapa strategi Snouck Hurgronje dalam menaklukkan Islam di Indonesia: “Terhadap daerah yang Islamnya kuat semacam Aceh misalnya, Snouck Hurgronje tidak merestui dilancarkan kristenisasi. Untuk menghadapi Islam ia cenderung memilih jalan halus, yaitu dengan menyalurkan semangat mereka kearah yang menjauhi agamanya (Islam) melalui asosiasi kebudayaan.” (hal. 24).

Itulah strategi dan taktik penjajah untuk menaklukkan Islam. Kita melihat, strategi dan taktik itu pula yang sekarang masih banyak digunakan untuk ‘menaklukkan’ Islam. Bahkan, jika kita cermati, strategi itu kini semakin canggih dilakukan. Kader-kader Snouck dari kalangan ‘pribumi Muslim’ sudah berjubel. Biasanya, berawal dari perasaan ‘minder’ sebagai Muslim dan silau dengan peradaban Barat, banyak ‘anak didik Snouck’ – langsung atau pun tidak – yang sibuk menyeret Islam ke bawah orbit peradaban Barat. Tentu, sangat ironis, jika ada yang tidak sadar, bahwa yang mereka lakukan adalah merusak Islam, dan pada saat yang sama tetap merasa telah berbuat kebaikan. [Depok, 20 April 2009/www.hidayatullah.com]

Catatan Akhir Pekan [CAP] adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan www.hidayatullah.com

Sumber: Hidayatullah.com

21 April, 2009

Bayi Umur Dua Tahun Kecanduan Rokok

Selasa, 14 April 2009 | 10:01 WIB
MADIUN, KOMPAS.com —Kebiasaan aneh ditunjukkan oleh Muhammad Bagus Riyandi, putra pertama pasangan Supari (27) dan Yayuk Lestari (23), warga RT 15 RW 03 Dusun Nguren, Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Bagus yang baru berusia 2 tahun itu sudah gemar merokok, dan dalam sehari bisa menghabiskan empat batang rokok.

Ny Yayuk mengatakan, kebiasaan aneh itu berawal saat Bagus baru berusia 9 bulan. Saat baru bisa merangkak itu, Bagus merengek sambil meraih rokok yang diisap bapak dan kakeknya. Jika rokok tak diberikan, maka Bagus akan menangis keras. Karena permintaannya dituruti, akhirnya setiap kali keduanya merokok dan terlihat Bagus, maka Bagus pun akan mengisap rokok mereka.

“Awalnya, dia minta sebatang rokok yang masih diisap bapaknya. Sekarang dia sudah mampu menghabiskan sehari sebanyak empat batang. Kalau dilarang, dia marah dan menangis, sampai sekarang. Makanya kami kebingungan melarangnya,” kata Yayuk. “Biasanya, dia minta rokok pada pagi dan sore.”

Sejauh ini, Bagus belum pernah mengalami sakit seperti sesak napas, batuk, atau penyakit terkait rokok. Meski demikian, Yayuk khawatir Bagus akan terkena penyakit akibat merokok. Selain itu, kebiasaan merokok Bagus juga menyedot uang belanja pasangan suami istri yang cuma buruh tani itu.

“Kami ingin periksakan ke dokter untuk mengetahui dampak dia merokok, tetapi enggak ada biaya. Kalau untuk urusan kesehatan, ya paling imunisasi di balai desa,” tutur Yayuk. (st14)

Sumber: Kompas.com

********
Assalamu'alaikum wr.wb.,

Sangat disayangkan bahwa orang tua memilih anak yang kalam daripada anak yang sehat. Setahu saya, belum pernah ada anak yang wafat atau jadi sakit karena menangis biasa. Setahu saya, seorang anak yang menangis karena tidak dapat apa yang dia inginkan akan berhenti menangis sendiri dan akan tetap sehat dan normal. Anak juga akan mendapatkan pelajaran bahwa apa yang dia inginkan memang TIDAK BOLEH. Bukannya lebih penting memberikan pelajaran itu kepada anak daripada berharap anak akan selalu diam dan kalam?
Saya kira ini hasilnya bila orang tua seindonesia tidak mendapatkan kesempatan untuk lulus sekolah. Saya tidak bisa bayangkan orang tua yang berpendidikan tinggi akan bersikap seperti ini. Sekali lagi kegagalan pemerintah untuk mendidik anak bangsa (di masa lalu) berakibat buruk bagi generasi mendatang.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

50 Persen Rumah Tangga Miskin Habiskan Uang Demi Rokok

Selasa, 21/04/2009 18:03 WIB
Uji Materi Iklan Rokok
Amanda Ferdina - detikNews

Jakarta - Kecanduan rokok membuat 50 persen rumah tangga miskin menghabiskan pendapatannya untuk rokok. Padahal uang yang mereka miliki dapat digunakan untuk membeli susu dan makanan yang layak untuk anak-anak mereka.

"Satu dari dua rumah tangga termiskin, yang pendapatannya di bawah Rp 600 ribu/bulan menghabiskan uangnya untuk rokok," kata peneliti Lembaga Demografi Indonesia Abdillah Hasan di sela-sela persidangan di Mahkamah Konstitusi, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2009).

Mary merupakan saksi ahli dalam sidang uji materil UU No 32 tahun 2002 tentang penyiaran yang dipimpin Ketua MK Mahfud MD. Sejumlah lembaga perlindungan anak, Komnas PA, dan perorangan mengajukan uji materil UU tersebut mengenai tayangan iklan rokok di media ke Mahkamah Konstitusi.

Abdillah menyangkal klaim kalangan industi rokok yang menyatakan industri ini merupakan penyumbang cukai yang terbesar. Menurutnya sumbangan industri itu tidak sebesar yang mereka klaim.

"Benar mereka menyumbang cukai paling besar dan nilainya memang meningkat, tapi secara proporsi total penerimaan dalam negeri nilainya naik dan turun. Patut diperhatikan yang membayar cukai itu adalah perokok bukan industrinya, jadi klaim ini tidak dapat dibenarkan," katanya. (nal/nrl)

Sumber: Detiknews.com

19 April, 2009

Wilders Ingin Serang Islam Lebih Keras

By Republika Newsroom
Jumat, 17 April 2009 pukul 06:05:00

Politisi sayap kanan Belanda, Geert Wilders, kembali membuat ulah. Anggota parlemen yang dikenal sangat Islamfobia itu berencana membuat sekuel film Fitna yang berisi hujatan dan penistaan terhadap ajaran Islam. Dia tampaknya tak jera dengan hukuman yang tengah mengancamnya akibat ulahnya menghina Islam lewat filmnya itu yang dirilisnya pada 27 Maret 2008.

Kali ini, Wilders berencana membuat film tentang Islamisasi di Barat. Perkembangan Islam di Eropa yang sangat pesat telah membuatnya ketakutan. Kepada De Telegraaf, sebuah harian terkemuka di Belanda, dia mengungkapkan film yang akan menyerang Islam itu bakal dirilis tahun depan.

Dalam pandangannya, berkembangnya Islam di Eropa Barat merupakan sebuah ancaman. Padahal, umat Muslim yang tersebar di berbagai negara di Eropa justru telah memberi sumbangsih dan kontribusi yang besar bagi kemajuan Eropa. Menurut Wilders, Eropa Barat telah dihinggapi penyakit oleh imigrasi dari negara-negara Muslim.

"Kita harus menyerang lebih keras lagi, menjadi lebih ofensif,'' tutur Wilders. Politisi yang dirasuki Islamfobia itu menuding Islam sebagai kebudayaan yang terbelakang. Tak cuma itu, ia juga menghina Alquran--kitab suci dan pedoman hidup manusia--sebagai buku fasis.

Jika dalam film Fitna Wilders menghina dan menistakan Alquran, dalam film yang akan dibuatnya nanti, dia akan lebih menyerang peradaban Islam. ''Film baru nanti merupakan episode baru,'' ujarnya sesumbar. Bahkan, dia akan meminta bantuan dari sineas dari New York dan Hollywood untuk membuat film itu.

Akibat film Fitna yang telah dibuatnya beberapa waktu lalu, Wilders terancam terkena jeratan hukum. Ia diputuskan harus menghadapi pengadilan dengan dakwaan menghasut kebencian terhadap warga Muslim. Hakim Pengadilan Tinggi Amsterdam, Belanda, pada 21 Januari lalu telah memutuskan, ulah Wilders yang menebarkan kebencian terhadap umat Islam harus diproses secara hukum.

''Apa yang dilakukan Wilders merupakan perbuatan kriminal. Tuan Wilders telah sengaja menghina Islam dengan (menyerang) simbol-simbol Islam,'' demikian isi keputusan pengadilan Amsterdam. Keputusan pengadilan tinggi itu sekaligus menggugurkan putusan Kejaksaan Belanda pada 2008 lalu, yang tidak meneruskan perkara Wilders dengan alasan bukan tindak kejahatan pidana.

Film pendek Fitna yang dibuatnya telah menyandingkan petikan ayat-ayat Alquran dengan klip video dan suara beberapa tokoh Muslim garis keras yang mengundang protes dan kemarahan di seluruh dunia. Kasus Wilders bukan hanya membuat geram umat Muslim sedunia, kecaman juga datang dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Sekjen PBB, Ban Ki-Moon, dengan tegas menyatakan tidak ada hubungan sama sekali antara tindakan Wilders dan kebebasan pers. Hal itu dinyatakan setelah muncul kecaman dan ancaman dari sejumlah negara yang akan memboikot produk-produk asal Negeri Kincir Angin.

Beberapa waktu lalu, Dewan HAM PBB telah menetapkan resolusi yang menyatakan bahwa penistaan agama merupakan pelanggaran terhadap HAM dan pelakunya harus dijerat dengan hukum.

Pemerintah Inggris pun sempat menolak kehadiran penghujat dan penghina Islam itu. Politisi sayap kanan Belanda yang menistakan Islam lewat film Fitna itu, langsung dideportasi beberapa saat setelah mendarat di Terminal 1 Bandar Udara Heathrows, Inggris, pada 12 Februari lalu. Wilders telah dinilai sebagai ancaman bagi keamanan publik. hri/kem

Sumber: Republika.co.id

Suara Naik 300 Persen: SBY Bantah PD Curang

Minggu, 19/04/2009 16:29 WIB

Luhur Hertanto – detikPemilu
Jakarta - Ketua Umum Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membantah tudingan sejumlah pihak yang menyebutkan PD melakukan kecurangan pada Pemilu Legislatif 9 April. Bahkan SBY menantang pihak yang membuat pernyataan tersebut, untuk membuktikan tuduhannya.

"Demokrat naik 300%, logikanya pasti curang, bagaimana? Kalau ada yang bisa menunjukkan beserta buktinya, laporkan ke Bawaslu. Bagaimana itu kecurangan yang sistematis dilakukan oleh sebuah parpol?" ujar SBY dalam jumpa pers menyikapi berbagai wacana yang berkembang di kediaman pribadinya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/4/2009).

SBY mengaku menyimak dengan baik setiap penyelenggaraan pemilu yang berlangsung di Indonesia. Menurutnya sepanjang pemilu tersebut dilakukan secara fair maka hasil yang diraih bisa turun naik.

Partai Golkar, imbuh SBY, pada pemilu 1997 mendapat 74 persen suara, kemudian pada 1999 mendapat 22 persen suara. Sedangkan pada tahun 2004, Golkar mendapat 21 persen suara dan sementara ini 14 persen suara. "Ya barangkali masyarakat yang sekarang ini memilih Golkar memang segitu," terangnya.

Semenatar PDIP, juga mengalami kondisi naik-turun. Pada pemilu 1997 mendapat suara 3 persen, 1999 mendapat 33 persen. SBY pun menanyakan, apakah ini dianggap terjadi kecurangan. "Ya tidak curang karena memang kala itu Ibu Mega memang populer. Kalau pada 2009 hasilnya turun ya mungkin memang segitu rakyat yang memilih," beber SBY.

Partai Demokrat, kata SBY, pada pemilu 2004 suaranya di bawah Partai Golkar dan PDIP. Meski kala itu, aku SBY, setiap kali dirinya berkunjung ke daerah masa yang terkumpul sangat banyak. Maka jika suara Demokrat sekarang mencapai 20 persen karena rakyat ingin memilih Partai Demokrat.

Meski demikian SBY tidak dapat memprediksi bagaimana suara PD pada pemilu lima tahun yang akan datang. "Lima tahun lagi mungkin tidak, jadi bisa naik dan turun hasilnya," pungkas kakek dari Almira Tunggadewi ini. ( ddt / iy )

Sumber: Pemilu.detiknews.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...