Assalamu’alaikum wr.wb.,
Kemarin, saya ada meeting di Thamrin, dan selesai dekat
waktu jam 5 sore. Sudirman kelihatan macet sekali, jadi saya pulang lewat
Menteng ke Kuningan dan jalan Kasablanca. Karena macet, saya kira lebih baik shalat
maghrib dulu di Kota Kasablanca (Kokas). Saya ajak teman ketemu di situ untuk
makan malam. Tapi di saat itu, mulai hujan deras sekali, dan rumah dia jauh,
jadi dia bilang belum tentu bisa datang. Cek lagi habis maghrib, katanya.
Saya masih di jalan dan sudah merasa capek. Rasanya agak
malas ke Kokas, jadi mungkin lebih baik pulang saja. Tanpa saya bisa jelaskan
kenapa, tiba2 saya suruh sopir taksi masuk Kokas dan saya turun di situ, dan
cari tempat ngopi. Setelah selesai, dan mau tinggalkan kafe, ada orang bule
yang masuk dan taruh tasnya di meja sebelah. Dia taruh laptop di meja dan pergi
untuk pesan kopi, dan tinggalkan laptop dan tasnya di samping saya.
Saya kaget melihatnya. Walaupun kami berada di mall yang
bagus, pencurian tetap saja terjadi di tempat seperti itu. Saya diam di kursi
dan menunggu dia kembali, sambil jaga tasnya. Saat dia duduk, saya tanya apa
dia tinggal di sini (jadi mesti sudah paham) atau baru datang? Saya jelaskan
bahwa kalau laptop dan tas ditinggalkan untuk 30 detik saja, di mana saja, bisa
hilang. Dia kelihatan kaget. Ternyata, dia merasa “aman” di dalam mall, dan dia
ucapkan terima kasih sekali, karena belum ada yang suruh dia berhati2.
