Thursday, July 11, 2019

22 Negara Tegor China Karena Penahanan Muslim Uighur, Indonesia Diam Saja

Dalam rapat dewan HAM di PBB, 22 negara berikan surat tegoran terhadap Cina karena mereka telah penjarakan lebih dari 1 juta Muslim Uighur, termasuk anak-anak. Negara Eropa yang penduduknya non-Muslim bergabung dgn Inggris, Australia, Selandia Baru, Kanada dan Jepang untuk protes perbuatan Cina yang menindas umat Isam. Sebaliknya, negara yang mayoritas penduduknya Muslim malah diam, atau bahkan memuji Cina, disebabkan kebutuhan ekonomi mereka dari pinjaman dan proyek infrastruktur. Cina berkuasa, umat Islam diam dan lemah.

Dulu Rasulullah SAW mengatakan umat Islam "ibaratnya satu tubuh" yang apabila satu anggota sakit, yang lain ikut merasa sakit. Nabi tidak tahu bahwa di zaman ini, pemimpin Muslim akan berikan catatan kaki: "KECUALI ada kebutuhan ekonomi dari si penindas yang menyebabkan rasa sakit. Kalau begitu, anggota tubuh yang sakit dibiarkan sakit sendiri, dan anggota tubuh yang lain bersikap EGP!"

Umat Islam di Indonesia menjadi buih di atas lautan, disebabkan pilihan pemerintahnya sendiri. Dan umat Islam diam saja. Seharusnya Indonesia bersatu dan bangkit menjadi negara kuat dan sejahtera, yang berwibawa di hadapan negara2 lain. Malah tidak ada yang pedulikan pendapat Indonesia. Itupun kalau Indonesia berani bersuara. Biasanya tidak. Orang yang ingin menindas umat Islam merasa bebas, karena Indonesia lemah, dan tidak mungkin bisa berbuat apa-apa. Minta umat Islam boikot Cina juga percuma ketika pemerintah sendiri menjadi kawan sejati terhadap pemerintah Cina.
-Gene Netto

Sebanyak 22 Negara Minta China Hentikan Penahanan Muslim Uighur
Muhaimin Kamis, 11 Juli 2019
JENEWA - Sebanyak 22 negara telah meminta China untuk menghentikan penahanan massal etnis minoritas Uighur, termasuk warga Muslim, di wilayah Xinjiang. Seruan puluhan negara itu disampaikan dalam sepucuk surat yang ditujukan kepada pemimpin Dewan Hak Asasi Manusia PBB.
https://international.sindonews.com

China Rebuked by 22 Nations Over Xinjiang Repression
https://www.nytimes.com

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...